Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Influenza A Kesehatan Liga Indonesia Persebaya Surabaya Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Shin Tae-yong Spesial Super League Virus

    Mengenal Influenza A, Virus yang Buat Shin Tae-yong Dirawat di Rumah Sakit Jelang Persija vs Persebaya - Okezone

    6 min read

     


    Shin Tae-yong dirawat usai alami influenza A. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)

    Mengenal Influenza A, Virus yang Buat Shin Tae-yong Dirawat di Rumah Sakit Jelang Persija vs Persebaya

    KABAR buruk datang dari pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah didiagnosis mengalami Influenza A.

    Kabar tersebut disampaikan langsung oleh pelatih asal Korea Selatan itu melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya mengalami batuk dan pilek selama sekitar 1 pekan hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

    "Saya telah mengalami batuk dan pilek selama seminggu, jadi saya dirawat di rumah sakit. Hasil tes kembali dengan diagnosis flu tipe A.
    Saya dirawat di rumah sakit dan sekarang saya merasa jauh lebih baik. Saya menonton pertandingan berikutnya di rumah. Terima kasih kepada semua orang yang telah khawatir tentang saya," tulis Shin Tae-yong di Instagram. 

    Shin Tae-yong

    Kondisinya kini dilaporkan berangsur membaik. Meski demikian, ia dipastikan tidak dapat mendampingi Persija Jakarta dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 7 November 2026.

    Kabar sakitnya Shin Tae-yong pun menarik perhatian publik. Pasalnya, Influenza A merupakan salah satu jenis infeksi virus pernapasan yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lantas, apa sebenarnya Influenza A, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mencegah penularannya?

    1. Apa Itu Influenza A?

    Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Influenza A adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus ini dapat menyerang hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

    Berbeda dengan flu biasa yang umumnya menimbulkan gejala ringan, Influenza A dapat menyebabkan keluhan lebih berat dan muncul secara mendadak. Virus Influenza A juga memiliki sejumlah subtipe, yang dibedakan berdasarkan protein permukaan hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Beberapa subtipe yang dikenal antara lain H1N1 dan H3N2.

    Influenza merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Sebagian besar penderita dapat pulih tanpa perawatan khusus, tetapi kelompok tertentu berisiko mengalami komplikasi.

    2. Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

    Shin Tae-yong

    Gejala Influenza A umumnya muncul secara mendadak setelah seseorang terinfeksi virus. Tingkat keparahannya dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat.

    Ada sejumlah gejala yang perlu diperhatikan. Pertama, demam di mana suhu tubuh meningkat dan terkadang disertai menggigil.

    Kedua, batuk. Batuk dapat berlangsung selama beberapa hari dan terkadang terasa cukup mengganggu. Ketiga, pilek dan hidung tersumbat di mana penderita dapat mengalami hidung berair atau kesulitan bernapas melalui hidung.

    Ada juga gejala lain, seperti sakit tenggorokan hingga terasa nyeri, gatal, atau tidak nyaman saat menelan. Seseorang yang alami influenza A juga alami sakit kepala. Nyeri kepala dapat muncul bersamaan dengan gejala lainnya.

    Gejala lainnya adalah nyeri otot dan sendi. Tubuh terasa pegal, lemas, dan tidak nyaman. Terakhir, ada kelelahan. Penderita dapat mengalami rasa lelah yang cukup berat sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.

    Tidak semua penderita Influenza A mengalami seluruh gejala tersebut. Bahkan, sebagian orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala yang jelas.

    3. Bagaimana Influenza A Menular?

    Shin Tae-yong

    Influenza A dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan pernapasan atau droplet yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, maupun berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi virus, kemudian seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulutnya.

    Risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang berada di lingkungan padat, ruangan tertutup, atau tempat dengan ventilasi yang kurang baik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan menerapkan etika batuk menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyebaran virus influenza.

    4. Cara Mengobati dan Mengatasi Influenza A

    Pengobatan Influenza A bergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahan gejalanya. Pada kasus ringan, penderita umumnya dapat menjalani pemulihan dengan istirahat cukup, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta mengonsumsi obat pereda gejala sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    Sementara itu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus, terutama pada pasien yang berisiko tinggi mengalami komplikasi atau mengalami penyakit berat. Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati Influenza A karena penyakit ini disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

    Antibiotik hanya diberikan apabila terdapat infeksi bakteri yang menyertai dan memang membutuhkan pengobatan tersebut. Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, kebingungan, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk, segera cari pertolongan medis.

    5. Tips Mencegah Penularan Influenza A

    Mencegah penularan influenza dapat dilakukan melalui sejumlah kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ada sejumlah langkah yang dapat diterapkan.

    Pertama, melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan terutama risiko penyakit berat.

    Kedua, rajin mencuci tangan. Gunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk, bersin, atau beraktivitas di luar rumah.

    Ketiga, menggunakan masker saat sakit. Hal ini membantu mengurangi penyebaran percikan pernapasan kepada orang lain.

    Keempat, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin. Gunakan tisu atau siku bagian dalam. Terakhir, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Kurangi interaksi sementara untuk menekan risiko penularan.

    (Djanti Virantika)

    Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

    Komentar
    Additional JS