Media Vietnam Panas Dingin Soal Rencana Naturalisasi Demiane Agustien, Sebut Indonesia Bakal Jadi Raja Asia Tenggara - Viva
Jakarta, VIVA - Ambisi Timnas Indonesia memperkuat skuad melalui jalur naturalisasi kembali mendapat perhatian media asing. Seperti pada media Vietnam, Soha.vn, yang menyoroti langkah Indonesia yang terus memburu pemain keturunan untuk meningkatkan kekuatan tim nasional.
Baca Juga
Dalam ulasannya, Soha.vn menyinggung sejumlah pemain yang telah memperkuat skuad Garuda, sekaligus menyoroti potensi penambahan amunisi baru. Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Demiane Agustien, pemain muda yang dikaitkan dengan akademi Arsenal.
Soha.vn bahkan mengangkat peluang Indonesia menjelma menjadi raja sepak bola Asia Tenggara jika strategi memperkuat tim melalui naturalisasi terus berjalan secara efektif.
Baca Juga
Perhatian media Vietnam tersebut tidak terlepas dari perubahan besar dalam komposisi Timnas Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran pemain-pemain yang tumbuh dan mengembangkan kemampuan sepak bolanya di Eropa telah meningkatkan persaingan di dalam skuad Garuda.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Emil Audero, Justin Hubner, Thom Haye, hingga Ole Romeny menjadi bagian dari proyek penguatan Timnas Indonesia.
Baca Juga
Mereka memiliki latar belakang sepak bola luar negeri dengan pengalaman bermain di berbagai kompetisi. Kehadiran para pemain tersebut memberikan tambahan kualitas yang sebelumnya relatif sulit didapatkan Indonesia di sejumlah posisi.
Namun, PSSI tampaknya belum ingin berhenti. Laporan Liputan6 menyebut Kementerian Hukum Indonesia tengah melakukan verifikasi dokumen seorang pemain yang berpotensi menjalani proses naturalisasi.
Noor Korompot, penasihat khusus Menteri Hukum, membenarkan adanya proses pemeriksaan tersebut. Meski demikian, identitas pemain belum diumumkan secara resmi dan dokumen pengajuan dari PSSI disebut belum diserahkan.
Salah satu nama yang kemudian mencuat adalah Demiane Agustien. Pemain muda yang dikaitkan dengan akademi Arsenal itu disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak neneknya yang lahir di Jakarta.
PSSI dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk membawanya memperkuat Timnas Indonesia. Akan tetapi, peluang tersebut masih menyisakan persoalan terkait status kelayakan membela tim nasional.
Agustien sebelumnya tercatat pernah memperkuat tim kelompok umur Curacao dan Belanda. Kondisi tersebut membuat proses perpindahan asosiasi serta pemenuhan persyaratan FIFA menjadi hal yang harus diperhatikan sebelum peluangnya membela Indonesia dapat dipastikan.
Selain Agustien, Indonesia juga memiliki sejumlah pemain muda keturunan yang masuk dalam radar pengembangan tim nasional.
Salah satunya Joshua Baker, adik dari Mitchell Baker. Gelandang kelahiran 2009 tersebut telah memperoleh kewarganegaraan Indonesia dan mulai mendapat perhatian pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto.
Joshua sebelumnya mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 di China pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Nova juga mengungkapkan masih mengevaluasi kemampuan sang pemain sebelum menentukan peluangnya masuk dalam skuad.
Di sisi lain, PSSI turut membuka kemungkinan memperkuat tim nasional melalui pemain asing yang sudah lama berkarier di kompetisi domestik.
Nama Taisei Marukawa menjadi salah satu yang diperbincangkan. Gelandang asal Jepang yang kini memperkuat Dewa United tersebut telah berkarier di sepak bola Indonesia selama sekitar lima tahun dan dikabarkan mengajukan proses kewarganegaraan Indonesia.
Jika proses naturalisasinya rampung dan memenuhi ketentuan FIFA, Marukawa berpotensi menambah pilihan pemain di sektor serang Timnas Indonesia.
Indonesia Disebut Berpeluang Jadi Raja Asia Tenggara
Deretan nama tersebut menjadi gambaran bagaimana Indonesia memperluas strategi pencarian pemain. Tidak hanya membidik pesepak bola keturunan Indonesia yang berkembang di Eropa, PSSI juga mulai melihat peluang dari pemain asing yang sudah lama berkarier di Tanah Air.
Soha.vn menilai perkembangan tersebut menunjukkan keseriusan Indonesia membangun tim nasional dengan kekuatan yang semakin kompetitif. Bahkan, perubahan komposisi skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian tersendiri bagi negara-negara pesaing di kawasan ASEAN.
Perubahan kekuatan Timnas Indonesia terlihat dalam ajang Piala ASEAN FIFA 2026.
Bagi rival-rival di kawasan Asia Tenggara, perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia sedang membangun kekuatan dengan basis pemain yang semakin luas.
Persoalannya bukan hanya kualitas individu, melainkan juga kedalaman skuad. Indonesia kini memiliki lebih banyak alternatif pemain di sejumlah posisi, sehingga persaingan internal bisa meningkat dan pelatih mempunyai keleluasaan dalam menyusun strategi.
Kehadiran pemain muda seperti Joshua Baker juga memperlihatkan bahwa proyek tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kekuatan tim senior. Pembinaan pemain keturunan sejak kelompok umur menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan regenerasi.
Situasi ini tentu menjadi perhatian khusus bagi Vietnam yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara.
Sorotan Soha.vn memperlihatkan bahwa persaingan Indonesia dan Vietnam berpotensi semakin menarik seiring perubahan komposisi pemain kedua negara.
Indonesia terus berusaha meningkatkan kualitas skuad melalui pemain keturunan yang memiliki pengalaman sepak bola Eropa. Sementara itu, Vietnam juga mulai memanfaatkan pemain naturalisasi seperti Nguyen Xuan Son dan Do Hoang Hen untuk memperkuat tim nasional.
![]()
Terpopuler: Media Vietnam Khawatir Rencana Naturalisasi Demiane Agustien, AFC Resmi Umumkan Ranking Indonesia Terbaru
Terpopuler VIVA Bola Jumat (6/11/2026): naturalisasi Demiane Agustien disorot Vietnam, Satoru Mochizuki berpisah dengan PSSI, hingga reaksi Cristiano Ronaldo.

VIVA.co.id
7 November 2026