Legenda Bulu Tangkis Malaysia Beri Saran kepada Lee Zii Jia untuk Bangkitkan Percaya Diri usai Cedera - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 1 November 2026 | 16:30 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia sekaligus rival Jonatan Christie yakni Lee Zii Jia, bertekad untuk bisa kembali tembus 10 besar dunia. (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Legenda bulu tangkis nasional Malaysia, Rashid Sidek, berpendapat bahwa Konsistensi adalah kunci untuk mencapai puncak.
Bahkan, jika itu berarti harus mundur sejenak untuk berkompetisi di turnamen tingkat yang lebih rendah.
Prinsip ini menurut Rashid harus dipegang oleh pemain tunggal Lee Zii Jia jika ia ingin kembali ke performa terbaiknya.
Lee Zii Jia yang kini berusia 28 tahun, sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah mencapai babak semifinal Arctic Open 2026 awal bulan ini.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Dia jatuh sakit secara tiba-tiba saat berlaga di Hylo Open, Jerman, pekan lalu, yang membuatnya tersingkir pada babak kedua.
Masalah kesehatan tersebut juga memaksanya untuk mengundurkan diri dari babak kualifikasi Korea Open yang berlangsung minggu ini.
Menurut Rashid, prioritas utama saat ini adalah mencatatkan performa dan kemenangan yang konsisten, alih-alih terlalu memikirkan peringkat.
"Untuk membangun kembali kepercayaan dirinya, mungkin ia perlu mempertimbangkan untuk mengikuti turnamen yang skalanya lebih kecil," ucap Rashid.
"Jika tidak, ia akan terus bermain di ajang level Super 750 dan 1000. Meski peringkatnya masih tinggi, performanya belum menunjukkan konsistensi."
Terlepas dari masalah kesehatan yang dialaminya, hasil terkini kian menyoroti kesulitan yang terus dihadapi oleh pemain peringkat ke-42 dunia tersebut.
Lee tahun ini telah tersingkir di babak-babak awal sebanyak 14 kali.
Pencapaian terbaiknya sejauh ini hanyalah menembus babak perempat final Thailand Masters pada Mei.
Dia juga mencapai babak semifinal Canada Open pada bulan Juni dan Arctic Open awal bulan ini.
"Sangat membingungkan melihatnya begitu sering tersingkir di babak pertama atau kedua, padahal kita tahu ia mampu tampil jauh lebih baik," ucap mantan pemain tunggal andalan nasional Malaysia tersebut.
Meski sedang berjuang keras, Lee telah membuktikan bahwa ia masih memiliki kualitas untuk bersaing dengan para pemain terbaik dunia.
Peraih medali perunggu Olimpiade ini sempat menunjukkan kembali kilasan performa gemilangnya saat menaklukkan pemain asal Prancis, Christo Popov, dalam perjalanannya menuju babak semifinal Arctic Open.
Namun, mengubah kilasan performa gemilang tersebut menjadi penampilan yang konsisten tetap menjadi tantangan bagi mantan pemain peringkat 2 dunia itu.
Menatap ke depan, Zii Jia masih berada dalam daftar tunggu untuk turnamen Kumamoto Masters (15–20 November) dan Hong Kong Open (17–22 November).
Jika ia berhasil melewati kedua turnamen tersebut tanpa kendala, Zii Jia juga dijadwalkan untuk berkompetisi pada babak utama Syed Modi International pada 24–29 November, yang akan menjadi penutup musim baginya.
Baca Juga: Rekap Hasil Hylo Open 2026 - Tiwi/Fadia dan Jonatan ke Final, Saatnya Akhiri Paceklik Juara