Kontradiksi Timnas Malaysia, Mau Dongkrak Ranking FIFA tapi Bawa Skuad Seadanya ke China - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 4 November 2026 | 15:34 WIB
Reaksi para pemain Timnas Malaysia usai menang 6-0 atas Singapura di laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. (FACEBOOK.COM/MALAYSIANT)
SUPERBALL.ID - Kontradiksi yang melanda Timnas Malaysia menjadi sorotan tajam dan mengundang pertanyaan dari sejumlah tokoh sepak bola.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Ab Ghani Hassan, sebelumnya menegaskan ambisi besar untuk mendongkrak peringkat tim nasional.
Timnas Malaysia akan bertolak ke China untuk melakoni dua pertandingan persahabatan FIFA Matchday pada bulan ini.
Skuad Harimau Malaya akan menghadapi Timnas China pada 14 November sebelum bersua Timnas Yaman tiga hari berselang.
Baca Juga: FIFA Matchday - Kepentingan Klub Lebih Besar dari Timnas, Tak Ada Pemain JDT di Skuad Malaysia
Malaysia saat ini berada di peringkat 133 dunia, sedangkan China dan Yaman masing-masing menempati posisi 96 dan 144 dunia.
Kemenangan dalam dua pertandingan tersebut membuat Malaysia akan mendapatkan tambahan poin signifikan di ranking FIFA.
Menurut Ab Ghani, Malaysia harus menggunakan laga persahabatan dengan baik untuk meningkatkan posisi di ranking FIFA.
Ia menilai hal itu dibutuhkan untuk memastikan Malaysia berada di pot terbaik saat pengundian Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dengan berada di pot yang lebih baik, Malaysia akan mendapat keuntungan menghadapi persaingan yang lebih ringan.
"Bulan November ini, kami ingin berada di posisi peringkat yang lebih baik," kata Ab Ghani, dikutip SuperBall.id dari Arena Metro.
"Kami juga berencana untuk mengadakan pertandingan persahabatan melawan tim internasional Tier 1 yang menawarkan poin untuk meningkatkan peringkat kami."
"Tujuan utamanya adalah mendapatkan pot yang lebih baik ketika undian Kualifikasi Piala Dunia dimulai pada 2027 dan juga kualifikasi Piala Asia 2031."
"Jadi, kita perlu berusaha mendapatkan posisi yang baik dan untuk itu, kita membutuhkan pertandingan persahabatan," tambahnya.
Namun di sisi lain, pelatih sementara Timnas Malaysia Tan Cheng Hoe hanya membawa skuad seadanya ke China.
Dari 24 pemain yang dipanggil, tidak ada satu pun pemain dari juara bertahan Liga Super Malaysia Johor Darul Ta'zim (JDT).
Padahal, klub berjuluk The Southern Tigers itu kerap menjadi tim yang paling banyak menyumbang pemain ke tim nasional.
Baca Juga: Reputasi Tercoreng, Presiden FAM Pamer Dukungan Pihak Luar untuk Federasi Malaysia
Pakar sepak bola Malaysia, Zakaria Rahim, menyatakan keterkejutan dan kekecewaannya terhadap pemilihan pemain.
Ia menilai FIFA Matchday seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk mengejar poin guna meningkatkan peringkat.
Namun, Zakaria melihat pemanggilan pemain kali ini bisa menjadi penghambat ambisi Malaysia untuk menaikkan peringkat.
"Sepertinya kita tidak menganggap persiapan ini serius dan daftar pemain yang diumumkan jelas bukan untuk mengejar poin peringkat FIFA."
"Saya melihatnya hanya dibentuk untuk memenuhi persyaratan pertandingan internasional dan menyelesaikan undangan kalender FIFA."
"Ketika kita berada dalam situasi di mana ada dua pertandingan penting di FIFA Matchday yang menawarkan poin peringkat, mengapa kita tidak menurunkan pemain terbaik yang kita miliki di negara ini?"
"Jika kita hanya ingin bersenang-senang, pergi ke China untuk bersenang-senang, lebih baik tidak pergi," kata Zakaria.
Zakaria menekankan bahwa dua laga persahabatan melawan China dan Yaman menawarkan peluang untuk meraup 14,33 poin dalam peringkat FIFA.
"Setiap FIFA Matchday yang memberikan poin peringkat menuntut kami untuk menurunkan tim terkuat tanpa kompromi."
"Pertandingan melawan China, yang memiliki peringkat jauh lebih tinggi, dan Yaman adalah peluang besar untuk mendapatkan poin tinggi."
"Berdasarkan perhitungan, total 14 poin sangat berharga jika kita berhasil memenangkan dua pertandingan mendatang."
"Kemenangan akan membantu kita untuk terus mengumpulkan poin di peringkat FIFA secara konsisten," katanya.