Kabar Mengejutkan dari Malaysia, 7 Pemain Naturalisasi Dikabarkan Bebas dari Hukuman FIFA dan Bisa Main Lagi - Viva
Jakarta, VIVA - Kabar terbaru datang dari sepak bola Malaysia setelah tujuh pemain naturalisasi yang tersandung kasus pemalsuan dokumen dikabarkan segera terbebas dari hukuman FIFA.
Baca Juga
Mereka disebut sudah bisa kembali tampil dalam pertandingan resmi mulai Minggu (1/11/2026).
Informasi tersebut mencuat setelah sebuah surat yang diklaim berasal dari Malaysian Football League (MFL) beredar luas di media sosial.
Baca Juga
Surat itu disebut memuat pemberitahuan mengenai berakhirnya masa hukuman tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Melansir Stadium Astro, Minggu (1/11/2026), ketujuh pemain tersebut dikabarkan telah menyelesaikan masa larangan bertanding selama 12 bulan.
Baca Juga
Dengan demikian, mereka berpeluang kembali memperkuat klub masing-masing dalam kompetisi domestik maupun internasional.
Tujuh pemain yang dimaksud adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Seluruh nama tersebut sebelumnya mendapat sanksi FIFA akibat persoalan dokumen naturalisasi dan kelayakan membela Timnas Malaysia.
Meski demikian, kabar berakhirnya hukuman mereka masih menunggu kepastian resmi.
Stadium Astro menyebut MFL maupun klub terkait belum mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi surat tersebut saat berita diterbitkan.
Perkembangan ini turut menjadi perhatian karena sejumlah pemain yang terlibat merupakan bagian dari Johor Darul Ta'zim (JDT).
Klub raksasa Malaysia itu memiliki beberapa pemain yang terdampak sanksi, termasuk Figueiredo, Irazabal, Hevel, dan Palmero.
Stadium Astro juga menyoroti kemunculan Irazabal dan Figueiredo dalam unggahan media sosial JDT menjelang pertandingan menghadapi Jeonbuk Hyundai Motors.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Korea Selatan dalam ajang AFC Champions League Elite pada Selasa (3/11/2026).
Namun, keikutsertaan mereka dalam rombongan tim belum otomatis memastikan keduanya akan dimainkan.
JDT tetap harus menunggu kejelasan status larangan bertanding dan memenuhi ketentuan pendaftaran pemain.
Kasus ini bermula ketika FIFA menjatuhkan hukuman kepada tujuh pemain tersebut pada September 2025.
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinyatakan melanggar aturan terkait penggunaan dokumen yang dipalsukan dalam proses kelayakan pemain.
FAM kemudian membawa persoalan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah upaya banding di FIFA tidak membuahkan hasil.
CAS sempat memberikan penangguhan sementara pada Januari 2026 sehingga para pemain dapat kembali bertanding sambil menunggu keputusan akhir.
Pada 5 Maret 2026, CAS akhirnya mempertahankan hukuman selama 12 bulan tetapi membatasi larangan tersebut hanya untuk pertandingan resmi.
Artinya, para pemain tetap diperbolehkan berlatih dan mengikuti kegiatan sepak bola lainnya selama menjalani sanksi.
CAS juga memperhitungkan masa hukuman yang telah dijalani sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026.
Ketentuan inilah yang menjadi dasar perhitungan bahwa larangan bertanding mereka berakhir sekitar 1 November 2026.
Sementara itu, CAS tetap mempertahankan denda sebesar 350 ribu franc Swiss kepada FAM terkait pelanggaran tersebut.
Keputusan itu sekaligus memastikan banding federasi sepak bola Malaysia tidak berhasil menghapus sanksi yang dijatuhkan FIFA.
![]()
FIFA Resmi Rilis Laporan Disiplin dan Etik 2025/2026, Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Soal Hukuman
FIFA mengungkap enam klub Indonesia menerima 30 larangan pendaftaran pemain sepanjang 2025/2026. Indonesia pun masuk 10 besar negara dengan larangan terbanyak.

VIVA.co.id
31 Oktober 2026