Duka Porprov Jateng 2026: Menpora Erick Thohir Soroti Pentingnya Perlindungan Atlet - Kompas
KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti dengan tegas pentingnya pembenahan menyeluruh pada sistem keselamatan olahraga nasional setelah dua peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov Jateng 2026) XVII gugur saat menjalankan tugasnya.
Tragedi ini dinilai menjadi tamparan keras yang harus segera direspons secara nyata oleh segenap pihak terkait.
Menanggapi insiden memilukan tersebut, Erick Thohir menguraikan belasungkawa yang amat mendalam atas berpulangnya dua srikandi muda daerah.
Mereka adalah atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, serta atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja.
INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad
"Dua atlet muda kehilangan nyawa dalam satu ajang olahraga. Ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap biasa," kata Erick dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).
Baca juga: Bahas Penindakan Ricuh Suporter, Erick Thohir Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kapolri
Kebijakan serta komitmen Menpora Erick Thohir berfokus pada dorongan agar duka ini tidak berlalu begitu saja tanpa adanya pembenahan mendasar atas standar operasional medis dan mitigasi risiko keselamatan.
Dorongan Investigasi Transparan
Dua insiden beruntun tersebut terjadi dalam skenario dan cabang olahraga yang berbeda pada pergelaran Porprov Jateng 2026.
Atlet selam Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, mengembuskan napas terakhir sewaktu berlaga di nomor perairan terbuka 3.000 meter kawasan Awann Costa, Semarang, pada Minggu (25/10/2026).
Baca juga: PDI-P Bakal Advokasi Kasus Gamma, Korban Penembakan Polisi di Semarang
Sementara itu, pesilat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, dinyatakan meninggal pada Rabu (28/10/2026) pasca-tindakan medis operasi akibat cedera organ jari yang didapatnya saat berlaga dua hari sebelumnya.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah," kata Erick Thohir Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi keduanya dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.
"Kita tentu tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab kedua kejadian tersebut. Namun, kita juga tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa," katanya.
Baca juga: Timur Tengah Memanas, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Belum Pasti Hadapi Yordania
Pihak kementerian juga memberikan dukungan penuh atas langkah aparat kepolisian guna meneliti secara jernih dan transparan penyebab pasti kematian almarhumah Ayudiah demi menghadirkan kepastian bagi keluarga korban.
Pengawasan KONI dan Standar Baru Perlindungan Atlet
Guna memastikan tragedi serupa tidak terulang, lembaga olahraga daerah mulai dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, panitia pelaksana Porprov Jateng 2026, hingga federasi cabor didesak melangsungkan audit menyeluruh.
Poin pemeriksaan mencakup ketersediaan tim medis emergency, prosedur rujukan cedera, hingga pemantauan pascapertandingan.
"Keselamatan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab ketika pertandingan berlangsung. Tanggung jawab itu harus mencakup seluruh proses, sejak persiapan, saat bertanding, hingga penanganan cedera dan pemulihan," kata Erick.
Baca juga: PSSI Tak Toleransi Kerusuhan, Erick Thohir Buka Peluang Pengurangan Poin Klub
Pihaknya kembali menegaskan bahwa agenda pembinaan prestasi daerah tidak boleh mengorbankan keselamatan para atlet di lapangan.
"Ukuran keberhasilan sebuah kompetisi juga termasuk dalam hal seberapa baik kita menjaga keselamatan setiap atlet yang berjuang di dalamnya," pungkasnya.
Dukung KOMPAS.com untuk terus memberikan fakta jernih dari lapangan. Gabung Kompas.com PLUS
HIGHLIGHTS | LaLiga 24-25 Jornada 35 | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad
