Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Kasus Lintas Peristiwa Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Dituding Jadi Penyebab Jesus de Miguel Meninggal Dunia, Kiper FC Andorra Terancam Hukuman Penjara - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Spanyol
  • Rabu, 4 November 2026 | 00:25 WIB

    Kiper FC Andorra, Jesus Owono (jersei hitam), terancam hukuman penjara usai dituding jadi penyebab meninggalnya Jesus de Miguel.Kiper FC Andorra, Jesus Owono (jersei hitam), terancam hukuman penjara usai dituding jadi penyebab meninggalnya Jesus de Miguel. (X.COM/UTD_MAVIN)

    BOLASPORT.COM – Kiper FC Andorra, Jesus Owono, terancam hukuman penjara usai dituding jadi penyebab meninggalnya striker CD Tenerife, Jesus de Miguel.

    Dunia sepak bola berkabung setelah Jesus de Miguel meninggal dunia saat tampil di pekan ke-12 Segunda Division atau kasta kedua Liga Spanyol, Senin (2/11/2026).

    Pada pertandingan itu, penyerang yang tepat berusia 30 tahun pada September terkapar di lapangan karena dilanggar.

    Pelanggaran ini dilakukan Jesus Owono yang tak lain kiper FC Andorra selaku lawan dari Tenerife.

    Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Owono menerjang De Miguel yang berlari bebas di tengah lapangan.

    Tak tanggung-tanggung, Owono menerjangnya dengan kaki saat mencoba menghalau bola yang nahasnya tepat membentur dada De Miguel.

    Hal ini membuat penyerang asal Madrid, Spanyol, itu terkapar dan dilarikan ke rumah sakit. Nahas De Miguel dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan.

    Dilaporkan jika penyerang bernama lengkap Jesus de Miguel Alameda itu mengalami henti jantung dan perburukan dari segi neurologis.

    Praktis hal ini membuat dunia sepak bola, khususnya Spanyol, berduka karena kejadian nahas tersebut.

    Baca Juga: Jadi Korban Pelanggaran Brutal di Liga Spanyol, Pemain Asal Madrid Meninggal Dunia

    Dilansir BolaSport.com dari Tuttomercato, kejadian tersebut menyita perhatian Kepolisian Spanyol yang kabarnya akan melakukan investigasi mendalam.

    Namun sebelum investigasi dilakukan, Kepolisian Spanyol menunggu keputusan dari Komite Disiplin Spanyol.

    Andai Komite Disiplin Spanyol menyatakan adanya tindakan kriminal dalam kasus ini, maka Kepolisian Spanyol akan turun tangan.

    Berdasarkan pasal 142 Kitab Undang-Undah Hukum Pidana Spanyol, maka Owono terancam hukuman penjara.

    Tak tanggung-tanggung, hukuman penjara yang akan diterima kiper FC Andorra itu berkisar 1-4 tahun karena dianggap lalai sehingga menyebabkan kematian seseorang.

    Namun, hukuman penjara ini bisa diabaikan andai kelalaian yang dilakukannya dianggap tak terlalu berat dan diganti dengan denda.

    "Ancaman hukuman penjara satu hingga empat tahun. Namun, jika ditemukan adanya 'kelalaian yang tidak terlalu berat', hukumannya berupa denda," bunyi pasal tersebut.

    Andai tindakannya tak masuk ranah kriminal, pelanggaran yang dilakukan Owono tetap membuatnya terancam sanksi lainnya dari Komite Disiplin Olahraga Spanyol.

    Kabarnya, kiper berusia 25 tahun tersebut bisa saja disanksi larangan bertanding dalam waktu lama.

    Dilaporkan jika hukuman larangan bertanding yang bisa didapatkannya berkisar 4-12 pertandingan imbas dari pelanggaran brutalnya.

    Baca Juga: Ada 26 Kamera di Laga Real Madrid Vs Sevilla, tapi Kenapa Pelanggaran Kontroversial Arda Guler Tak Terekam?

    Sekadar informasi tambahan, Jesus Owono merupakan kiper kelahiran Guinea Khatulistiwa dan telah tinggal di Spanyol, tepatnya di Basque, sejak kecil.

    Kiprahnya di lapangan hijau dihabiskan di Spanyol di mana Jesus Owono memulai karier bersama Antiguoko sebelum pindah ke Real Sociedad.

    Di Sociedad, Owono bermain untuk tim U-16 dan sempat bergabung Alaves hingga berhasil mencatatkan debut di LaLiga atau kasta teratas Spanyol.

    Berkat pencapaiannya itu, Owono menjadi pemain Guinea Khatulistiwa pertama yang bisa mentas di LaLiga.

    Komentar
    Additional JS