Beban Tim Sejati buat Man United, Lisandro Martinez Dituding Sengaja Bikin Kesalahan - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 1 November 2026 | 06:24 WIB
Wasit memberikan kartu kuning kedua kepada bek Man United, Lisandro Martinez, dalam laga Liga Inggris melawan Chelsea, Sabtu (31/10/2026) di Stamford Bridge. (GLYN KIRK/AFP)
BOLASPORT.COM - Lisandro Martinez dikritik habis-habisan oleh sejumlah mantan pemain setelah "mengkhianati" Man United dalam penampilan terbaru.
Rentetan hasil buruk Manchester United berlanjut setelah mereka kalah 0-2 dari Chelsea pada pekan ke-9 Liga Inggris, Sabtu (31/10/2026) di Stamford Bridge.
Tim asuhan Michael Carrick sebetulnya tidak tampil terlalu buruk dalam pertandingan itu.
Di babak pertama, mereka sempat memiliki sejumlah peluang bagus, misalnya kans yang terbuang karena penyelesaian Bruno Fernandez yang tidak akurat.
Ada pula gol Matheus Cunha yang dianulir wasit karena offside serta peluang Amad Diallo yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.
Bahkan di saat United tertinggal 0-1, mereka kelihatannya akan mampu melakukan comeback.
Namun, Lisandro Martinez merusak skenario itu dengan kebodohan yang dilakukan dalam selang waktu hanya 83 detik.
Bek asal Argentina ini membuat 2 pelanggaran yang semuanya berbuah kartu kuning dan otomatis berubah menjadi kartu merah.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris - Morgan Rogers Kesurupan Messi, Chelsea Bikin Man United Hattrick Kalah
Pertama, dia menjatuhkan pencetak gol pertama Chelsea, Morgan Rogers.
Kedua, dia menyikut wajah Wesley Fofana di dalam kotak penalti. Pada pelanggaran kedua ini, wasit juga memberikan penalti kepada Chelsea yang sukses dieksekusi Cole Palmer.
Tertinggal 2 gol dan kalah jumlah pemain, Man United akhirnya mengalami kekalahan kelima dalam 9 pertandingan terbaru di semua kompetisi di mana mereka juga tak pernah menang.
Usai pertandingan, sejumlah mantan pemain menghujat penampilan Martinez, apalagi dia belum lama ini mengkritik manajemen klub yang dianggapnya tak cukup banyak mendatangkan pemain baru di bursa transfer lalu.
Mengeluh kekuatan tim tidak ditambah, Martinez sendiri menunjukkan performa yang malah tidak memenuhi standar seorang pemain Man United.
"Saat tertinggal 0-1, United masih dalam posisi yang cukup bagus. Mereka masih bersaing. Begitu 0-2 dan bermain dengan 10 orang, pertandingan itu berakhir," kata Stephen Warnock kepada BBC.
"Jika pemain yang dikartu merah mengangkat tangan dan bilang: 'Maaf teman-teman, saya mengecewakan kalian', situasi itu bisa meredakan situasi. Tetapi isunya sekarang adalah Martinez terus menerus membuat kesalahan."
"Dalam seragam Man United, dia terlalu sering berada dalam adegan kejahatan. Apapun fase United selanjutnya, saya pikir waktu Martinez di klub ini sudah habis," timpal Joe Cole.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris - Man City Keok di Kandang, Man United Mepet Zona Merah
"Lisandro Martinez harus menjawab banyak hal. Gol pertama praktis adalah kesalahannya. Kartu merahnya benar-benar menggelikan," sambung Danny Murphy.
"Jelas dia akan meminta maaf di ruang ganti, tetapi kondisi pikirannya tidak tepat untuk bermain. Anda tidak bisa mengharapkannya. Dia sebuah beban."
"Apakah saya akan memainkannya lagi? Tidak, karena dia terlihat sudah menghilang. Isi kepalanya tidak benar. Waktunya di sana tidak akan lama lagi."
"Michael Carrick harus membuat beberapa keputusan besar. Anda tidak bisa memiliki sebuah beban di tim Anda. Sikap seperti itu tidak bisa diterima di atas lapangan."
Mantan kiper Manchester United, Peter Schmeichel, sampai menuding Martinez memang sengaja melakukan kesalahan demi merancang jalannya keluar dari klub.
"Dia minggu lalu, dia mengeluarkan pernyataan sangat kuat yang menyerang rekan-rekan setimnya dan klub. Itu terasa seperti dia sedang mencoba mengatur sebuah transfer," kata Schmeichel.
"Dia dalam tahun terakhir kontrak. Apa yang dia lakukan hari ini, jujur, saya tidak bisa berkata-kata."
"Gol pertama. Orang ini bermain di final Piala Dunia. Seseorang yang bermain di final Piala Dunia tidak bisa bertahan dengan cara yang dia tunjukkan pada gol pertama."
"Penalti, saya tidak bisa berkata-kata. Saya secara literal tidak bisa berkomentar seberapa gila perbuatannya. Dia lalu berjalan keluar lapangan, menggeleng-gelengkan kepala seolah-olah tidak melakukan sesuatu yang salah."