Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Atep Berita Featured Persija Jakarta PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Atep Ungkap Ancaman Skorsing PSSI Usai Pilih Persija: “Saya Kena Skorsing 1 Tahun” - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Selasa, 3 November 2026 | 20:15 WIB

    Atep saat hadir dalam sesi wawancara eksklusif bersama BolaSport.com bertajuk On Point Sport (OPS) di Grid Network, Jakarta, Senin (2/10/2026).Atep saat hadir dalam sesi wawancara eksklusif bersama BolaSport.com bertajuk On Point Sport (OPS) di Grid Network, Jakarta, Senin (2/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Mantan pemain Persija Jakarta dan Persib Bandung, Atep, mengungkap kisah di balik keputusannya meninggalkan mess Timnas Indonesia.

    Ia mengaku sempat mendapat ancaman skorsing dari PSSI setelah memilih bergabung dengan Persija karena meninggalkan pemusatan latihan timnas Indonesia.

    Saat itu, PSSI ingin seluruh pemain timnas Indonesia dijadikan satu klub ke Persiba Bantul.

    Dalam pengakuannya, Atep menyebut Nugraha Besoes menjadi salah satu sosok yang memperingatkannya atas keputusan tersebut.

    PSSI menilai tindakan Atep meninggalkan timnas bisa berujung pada sanksi.

    “Dari situ timnasnya marah, terutama waktu itu Pak Nugraha Besoes ya marah. ‘Kamu kabur gini-gini gini, kamu nanti akan kena skorsing,’” kata Atep.

    Atep tidak menerima jika sanksi hanya dijatuhkan kepadanya.

    Ia menilai ada pemain lain yang juga meninggalkan mess timnas sehingga seharusnya mendapatkan perlakuan serupa.

    “Ya kalau saya kena skorsing, yang lain juga harus kena skorsing, Pak, karena kan bukan saya aja yang kabur,” ujarnya.

    Baca Juga: Atep Kalahkan Catatan Waktu Lari Legenda Piala Dunia, Ricardo Kaka dan Michael Owen

    Namun, PSSI tetap beralasan bahwa Atep masih dibutuhkan oleh tim nasional.

    Atep pun mempertanyakan hal tersebut karena tim yang akan berkompetisi di Bantul menurutnya sudah bukan lagi timnas.

    “‘Nggak, karena kamu masih dibutuhkan sama timnas.’ Lah kan bukan timnas, ini Bantul. Pokoknya alasannya ini aja,” tutur Atep.

    Keputusan meninggalkan timnas dan bergabung dengan Persija bukan perkara mudah bagi Atep.

    Ia menyadari langkah tersebut berisiko terhadap masa depan kariernya.

    Meski demikian, Atep merasa kesempatan bergabung dengan Persija bisa menjadi jalan untuk mewujudkan impiannya menjadi pemain profesional.

    “Saya mikir gini kalau nggak saya ambil keputusan ini, saya belum tentu jadi pemain profesional,” kata Atep.

    Ia juga mempertimbangkan bahwa para pemain yang masuk dalam proyeksi PSSI belum tentu bisa kembali ke klub masing-masing.

    Situasi itu membuatnya harus memikirkan masa depan secara matang.

    Baca Juga: PP KBI Gelar Kejurnas Kickboxing 2026, 250 Atlet Siap Bertemu di Ring

    Atep kemudian berdiskusi dengan orang tua dan almarhum IGK Manila.

    Ia meminta saran kepada sosok yang saat itu menjadi bagian penting dari Persija.

    “Nah di situ saya sedikit agak dilema nih, tapi saya diskusi dengan orang tua, saya juga diskusi dengan almarhum Pak IGK Manila,” ujarnya.

    Menurut Atep, IGK Manila memberikan dukungan agar dirinya tetap bertahan di Persija, apa pun risiko yang akan dihadapi.

    “‘Gimana, Pak, baiknya gini?’ ‘Udah, apa pun yang terjadi kamu harus tetap di sini,’ katanya,” tutur Atep.

    Ancaman PSSI tidak berhenti pada peringatan lisan.

    Atep mengungkapkan bahwa Persija juga menerima surat yang menyatakan dirinya akan terkena skorsing jika tetap bertahan di klub tersebut.

    “Ancaman ada tuh, ancaman lagi dari PSSI. Udah dapat surat ke Persija, kalau Atep tetap di Persija akan kena skorsing,” kata Atep.

    Baca Juga: Hasil Drawing Kumamoto Masters 2026 - Fajar/Fikri Langsung Jumpa Wakil Tuan Rumah, Putri KW Kembali Sendiri

    IGK Manila disebut bersedia mengambil tanggung jawab apabila Atep harus menerima sanksi.

    Namun, bagi Atep, persoalan utama bukanlah soal gaji, melainkan kesempatan bermain dan masa depan kariernya.

    “Bukan masalah gaji, Pak. Ini kan terkait jam terbang, masa depan saya,” ujarnya.

    Keputusan Atep untuk tetap berada di Persija akhirnya berujung pada sanksi yang sebelumnya telah diperingatkan PSSI.

    “Ternyata betul kan, saya kena skorsing 1 tahun,” pungkas Atep.

    Komentar
    Additional JS