Zayn Neymar Ukir Sejarah di Mandalika, Pembalap 14 Tahun Raih Gelar di MFOS 2026 - Semua Halaman - Bolasport

BOLASPORT.COM - Pembalap muda asal Makassar, Ananda Zayn Neymar, menorehkan prestasi gemilang pada ajang Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026.
Dunia motorsport Tanah Air kembali mendapat kabar membanggakan dari pembalap muda berbakat.
Ananda Zayn Neymar, remaja berusia 14 tahun asal Makassar mencatatkan prestasi istimewa dengan meraih dua kemenangan pada Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026.
Zayn tampil impresif dalam kompetisi yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 17–18 Oktober 2026.
Membela HRI Team Management, ia berhasil meraih hasil maksimal di kelas ITCR 1500 Non Seeded atau kategori pemula.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Zayn.
Di usianya yang masih sangat muda, ia disebut berhasil menyandang predikat juara nasional termuda di kelas tersebut.
Prestasi ini sekaligus membawa kebanggaan tersendiri bagi Makassar dan Sulawesi Selatan.
Bersama tim yang dikomandani Avila Bahar, Zayn mengandalkan Honda City Hatchback RS untuk bersaing di lintasan.
Penampilannya di Mandalika menunjukkan bahwa pembalap muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dalam kompetisi balap mobil nasional.
Dua kemenangan yang diraih dalam MFOS 2026 bukan sekadar hasil positif dalam sebuah perlombaan.
Bagi Zayn, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar pada masa mendatang.
Baca Juga: 3 Pelatih 6 Kekalahan, Persijap Jepara Kembali ke Pelatih Pertama yang Dicopot Juan Cortes
Lahir di Makassar pada 16 April 2012, Ananda Zayn Neymar mulai menekuni dunia motorsport sejak usia 12 tahun melalui olahraga gokart.
Dari pengalaman awal tersebut, ia secara bertahap membangun keterampilan dan pemahaman mengenai dunia balap.
Kini, di tengah kesibukannya menempuh pendidikan kelas 9 di Makassar Metro School, Zayn mulai menunjukkan hasil dari proses yang dijalaninya.
Keberhasilannya meraih dua kemenangan di Mandalika menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan singkatnya sebagai pembalap.
Peralihan dari gokart menuju balap mobil membutuhkan proses adaptasi, mulai dari memahami karakter kendaraan hingga meningkatkan kemampuan membaca situasi di lintasan.
Persaingan di level nasional juga menuntut pembalap untuk menjaga konsentrasi, disiplin, dan konsistensi sepanjang perlombaan.
Hasil yang diraih Zayn di MFOS 2026 menjadi gambaran perkembangan tersebut.
Meski masih berusia 14 tahun, ia mampu memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di tengah persaingan kelas ITCR 1500 Non Seeded.
Prestasi ini juga memperlihatkan pentingnya pembinaan sejak usia dini dalam dunia motorsport.
Dukungan tim, pelatih, mekanik, dan keluarga menjadi bagian penting yang membantu pembalap muda melewati proses belajar sekaligus menghadapi tekanan kompetisi.
Bagi Zayn, keberhasilan di Mandalika bukan alasan untuk cepat berpuas diri.
Sebaliknya, hasil tersebut menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kemampuan dan mempersiapkan langkah berikutnya dalam karier balapnya.
Di balik keberhasilan meraih double P1, Zayn menyadari bahwa perjalanan sebagai pembalap masih panjang.
Baca Juga: 3 Pelatih 6 Kekalahan, Persijap Jepara Kembali ke Pelatih Pertama yang Dicopot Juan Cortes
Ia menilai gelar yang diraih di Mandalika merupakan hasil kerja bersama sekaligus kesempatan untuk belajar lebih banyak dari pengalaman di lintasan.
"Senang dan bersyukur sekali bisa meraih hasil ini di usia saya yang masih 14 tahun. Terima kasih kepada tim, para mekanik, coach, dan keluarga yang selalu mendukung saya. Saya sadar masih banyak yang harus dipelajari dan masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan sebagai pembalap," kata Zayn.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pencapaian di usia muda tidak membuatnya mengabaikan pentingnya proses pengembangan diri.
Zayn memahami bahwa persaingan motorsport membutuhkan latihan berkelanjutan dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Ia pun memasang target yang lebih besar daripada sekadar meraih gelar di kompetisi domestik.
Pembalap muda asal Makassar itu berharap dapat meningkatkan level persaingannya hingga memperoleh kesempatan tampil di kejuaraan internasional.
"Target saya bukan hanya menjadi juara di Indonesia, tetapi juga bisa berkembang ke level yang lebih tinggi dan suatu hari nanti mendapatkan kesempatan untuk membawa nama Indonesia di ajang balap internasional," ucap Zayn.
"Saya tahu perjalanan menuju ke sana tidak mudah. Karena itu, saya ingin terus belajar, menjaga disiplin, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjadi pembalap yang lebih baik," sambungnya.
Baca Juga: French Open 2026 - Amri/Nita Waspadai Misi Balas Dendam Ganda Campuran No.1 China
Ambisi tersebut menjadi salah satu motivasi Zayn untuk terus mengembangkan potensinya.
Namun, ia juga menyadari bahwa pencapaian yang lebih besar membutuhkan waktu, konsistensi, serta kesiapan menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Dengan usia yang masih 14 tahun, Zayn memiliki kesempatan untuk terus menambah pengalaman dan mengasah keterampilan.
Hasil di MFOS 2026 diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun karier yang lebih matang di dunia balap mobil.
Keberhasilan Zayn turut menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga, terutama sang ayah, Fadli Ananda.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian anaknya yang mampu meraih hasil membanggakan di tengah perjalanan yang masih panjang.
Bagi Fadli, prestasi di sirkuit memang menjadi hal yang patut disyukuri.
Namun, ia menilai proses yang dijalani Zayn termasuk bagaimana anaknya belajar dari pengalaman dan membangun karakter, memiliki arti yang tidak kalah penting.
"Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Zayn. Di usianya yang masih 14 tahun, bisa meraih prestasi seperti ini tentu menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarga kami. Namun, bagi kami, yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, melainkan bagaimana Zayn menjalani prosesnya, belajar dari setiap pengalaman, dan terus membangun karakter yang baik," ungkap Fadli Ananda.
Ia menegaskan bahwa keluarga akan terus memberikan dukungan terhadap cita-cita Zayn selama sang anak menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Di sisi lain, Fadli mengingatkan bahwa kesibukan di dunia motorsport tidak boleh membuat pendidikan terabaikan. Menurutnya, keseimbangan antara kegiatan balap, pendidikan, dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dari masa depan putranya.
"Kami akan selalu mendukung mimpi dan cita-citanya selama ia menjalaninya dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan tetap mengutamakan pendidikan," tutur Fadli Ananda.
"Kami ingin Zayn tumbuh bukan hanya menjadi pembalap yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan menghargai setiap orang yang membantunya dalam perjalanan ini," lanjutnya.
Dukungan keluarga diharapkan menjadi fondasi bagi Zayn untuk terus berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi.
Sebab, perjalanan seorang pembalap profesional tidak hanya ditentukan oleh hasil perlombaan, tetapi juga oleh kedisiplinan, kemampuan mengelola diri, dan sikap dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Baca Juga: ONE Championship - Rodtang Sambangi Chris Hemsworth, Thor Bangga Dapat Tanda Tangan Iron Man
Menutup pernyataannya, Fadli menyampaikan harapan agar prestasi di Mandalika menjadi awal yang baik bagi perjalanan karier putranya.
Ia juga berharap Zayn selalu mendapatkan kesehatan, keselamatan, dan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuannya.
"Doa kami sederhana, semoga Zayn selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan kesempatan untuk terus berkembang," ucap Fadlu Ananda.
"Semoga setiap langkahnya membawa kebaikan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Indonesia."
"Kami percaya setiap mimpi membutuhkan proses panjang. Tugas kami sebagai orang tua adalah mendampingi, mendoakan, dan mengingatkannya agar tetap rendah hati dalam keadaan apa pun," pungkasnya.
Keberhasilan Ananda Zayn Neymar meraih double P1 di MFOS 2026 menjadi pencapaian yang patut diperhitungkan dalam perjalanan pembalap muda Indonesia.
Di usia 14 tahun, ia telah memperoleh pengalaman berharga sekaligus membangun fondasi untuk menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, meningkatkan kemampuan, dan terus belajar dari setiap kesempatan.
Dengan dukungan tim serta keluarga, Zayn diharapkan dapat melanjutkan perkembangannya dan membuka peluang untuk tampil di panggung motorsport yang lebih besar.
Bagi Makassar dan Sulawesi Selatan, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.
Sementara bagi Zayn, dua kemenangan di Mandalika dapat menjadi awal perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-citanya membawa nama Indonesia ke kancah balap internasional.