Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Liga Indonesia Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League Yoshimi Ogawa

    Yoshimi Ogawa: Wasit Tak Bisa Hentikan Laga Sepihak Saat Terjadi Kericuhan Suporter - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:30 WIB

    Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menjelaskan mekanisme penghentian pertandingan ketika terjadi kericuhan di tribun suporter.

    Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan erat dengan kondisi keamanan dan keselamatan di stadion.

    Ogawa mengatakan, wasit harus menghentikan pertandingan apabila terjadi situasi yang benar-benar berbahaya, seperti pelemparan botol atau benda lain ke lapangan.

    Namun, keputusan untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan pertandingan perlu dibahas bersama match commissioner dan petugas keamanan.

    “Tentu saja, kalau ada masalah keamanan yang sangat berbahaya, terkadang para suporter juga melempar botol atau benda lainnya."

    "Pada saat itu, wasit harus menghentikan pertandingan."

    "Lalu, apakah pertandingan dilanjutkan atau tidak, harus dibahas bersama match commissioner atau petugas keamanan. Ini poin yang sangat penting,” ujar Ogawa.

    Baca Juga: Sebelum Ada Liga, Pemain Persikad Women Terbiasa Main Bareng Bapak-bapak, Kini Bidik Target di IWL

    Ia kemudian menjelaskan situasi ketika kericuhan terjadi antarsuporter di tribun.

    Dalam kondisi tersebut, wasit belum tentu bisa langsung mengambil tindakan apabila tidak mengetahui atau tidak menerima informasi mengenai situasi yang terjadi.

    Menurut Ogawa, informasi dari ofisial pertandingan menjadi penting agar wasit dapat menentukan langkah yang tepat.

    Terutama jika kericuhan berpotensi membahayakan keselamatan orang-orang di stadion.

    “Kalau wasit tidak bisa mengenali situasinya, tidak ada kesempatan untuk menghentikan pertandingan."

    "Namun, jika ada situasi yang benar-benar berbahaya, wasit bisa mendapatkan informasi melalui ofisial keempat, kemudian pertandingan dihentikan,” kata Ogawa.

    Ogawa menegaskan, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam situasi seperti itu.

    Karena itu, komunikasi antara wasit, ofisial pertandingan, dan petugas keamanan sangat diperlukan untuk memastikan kondisi di stadion tetap terkendali.

    Baca Juga: Hasil French Open 2026 - Alwi Ditikung Tajam, Rival yang Sering Jadi Bulan-bulanan ke Semifinal

    Ia menambahkan, jika match commissioner atau petugas keamanan menilai situasi sudah berbahaya dan meminta pertandingan dihentikan melalui ofisial keempat, informasi tersebut harus diteruskan kepada wasit.

    “Jika menerima informasi dari match commissioner atau petugas keamanan yang meminta ofisial keempat menyampaikan kepada wasit untuk menghentikan pertandingan karena situasinya berbahaya, maka hal itu harus diperhatikan."

    "Sebab, yang terpenting adalah keselamatan,” tutur Ogawa.

    Menurutnya, kericuhan antarsuporter juga dapat memengaruhi jalannya pertandingan.

    Ketika suporter saling berkelahi di tribun, situasi tersebut bukan hanya mengancam keamanan, tetapi juga menimbulkan kondisi yang tidak kondusif bagi para pemain untuk berkonsentrasi di lapangan.

    “Para suporter saling berkelahi. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana para pemain bisa fokus bermain? Ini juga berbahaya,” ujarnya.

    Komentar
    Additional JS