Voli Pantai Asian Games 2026 - Start 13.00 WIB, Bintang/Sofyan Tantang Wakil Tuan Rumah pada Semifinal - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:05 WIB
Pebola voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi, melaju ke semifinal Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, Rabu (30/9/2026). (NOC INDONESIA)
BOLASPORT.COM - Perjuangan pebola voli putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi, untuk merebut medali Asian Games 2026, Aichi-Nagoya berlanjut ke semifinal.
Bintang/Sofyan akan menghadapi wakil tuan rumah Jepang, Kota Kurosawa/Taito Mizumachi, Kamis (1/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB.
Tiket empat besar diperoleh Bintang/Sofyan setelah mereka menundukkan pasangan China Song Jinyang/Wang Yanwei pada babak perempat final, Rabu (30/9/2026).
Bermain dengan status unggulan ketiga, Bintang/Sofyan mampu menyelesaikan pertandingan dalam dua set langsung.
Mereka menang 21-19, 21-18 atas Song Jin Yang/Wang Yan Wei (China).
Hasil tersebut menjaga peluang Indonesia untuk membawa pulang medali dari nomor voli pantai putra.
Namun, tantangan lebih berat sudah menanti pada babak semifinal. Kota Kurosawa/Taito Mizumachi menjadi lawan yang harus dihadapi Bintang/Sofyan.
Pasangan Jepang itu melangkah ke semifinal setelah mengalahkan wakil China lainnya, Wu Jia Xn/Zhou Chao Wei.
Pertandingan tersebut berlangsung ketat hingga tiga set. Kurosawa/Mizumachi akhirnya menang 19-21, 21-13, 15-12.
Pelatih voli pantai putra Indonesia Andi Ardiansyah menilai Bintang/Sofyan telah menunjukkan performa maksimal saat menghadapi pasangan China.
Meski sempat mendapatkan tekanan dari servis lawan, keduanya mampu menjaga permainan hingga meraih kemenangan.
“Anak-anak bisa main dengan maksimal, sekalipun tadi sesekali sempat kelabakan kena servis lawan yang tajam,” kata Andi dalam siaran resmi PBVSI.
Menghadapi pasangan tuan rumah, Andi berharap anak asuhnya dapat kembali menjaga fokus dan tampil lepas. Ia juga berharap pertandingan semifinal berjalan lancar bagi Bintang/Sofyan.
“Bismillah, semoga anak-anak besok (hari ini) lawan Jepang diberi kelancaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Bintang/Sofyan harus melewati pertandingan sengit pada babak 16 besar. Mereka berhadapan dengan Hood Al Jalaboubi/Mazin Al Hashimi (Oman), Selasa (29/9/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Bintang/Sofyan menang dua set langsung dengan skor 22-20, 21-18.
Namun, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah karena permainan pasangan Indonesia sempat berada dalam tekanan lawan.
Andi mengungkapkan Bintang sempat kehilangan kepercayaan diri pada awal pertandingan.
Baca Juga: Asian Games 2026 - Voli Pantai Tembus Semifinal Lagi, Indonesia Terhindar Lawan Juara Bertahan
Kondisi tersebut membuat permainan Bintang/Sofyan beberapa kali mengikuti pola yang diterapkan pasangan Oman sehingga lawan mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Setelah mendapatkan arahan dari pelatih, Bintang/Sofyan mulai mengubah pola permainan dan berhasil keluar dari tekanan. Kemenangan atas Oman kemudian mengantarkan mereka ke perempat final sebelum kembali menundukkan pasangan China.
Kini, Bintang/Sofyan akan menghadapi tantangan berikutnya melawan Kurosawa/Mizumachi. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi pasangan Indonesia untuk melangkah ke final dan semakin dekat dengan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sementara itu, nasib berbeda dialami Imam/Fairuz. Berstatus runner-up Pul E, mereka kalah dari Wu Jia Xin/Zhou Chao Wei pada babak 16 besar.
Imam/Fairuz tidak mampu mengatasi permainan lawan dan akhirnya kalah dua set langsung dengan skor 13-21 dan 11-21. Kekalahan tersebut sekaligus memastikan mereka tersingkir dan gagal mencapai perempat final.
Koko Prasetyo selaku pelatih timnas voli pantai Indonesia mengakui hasil yang diperoleh Imam/Fairuz belum maksimal. Kendati demikian, ia melihat pertandingan tersebut memberikan pengalaman penting karena lawan yang dihadapi memiliki jam terbang tinggi.
“Anak-anak hasil belum maksimal. Namun, hari ini anak-anak dapat pelajaran berharga dari tim China yang mereka adalah pemain 2018 AG yang sudah kaya pengalaman,” kata Koko.
Koko juga menilai tekanan dalam pertandingan membuat Imam/Fairuz belum dapat memperlihatkan kemampuan terbaik mereka.
“Mereka dalam keadaan tertekan, makanya belum bisa mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Koko.
Menurut Koko, pengalaman menghadapi pasangan China tersebut dapat menjadi bekal bagi Imam/Fairuz untuk memperbaiki penampilan pada kompetisi berikutnya.
“Pembelajaran yang baik buat next competition,” kata Koko.