Usai Dibantai Indonesia 9-2, Pelatih Bangladesh Ungkap Perbedaan Level Asia Tenggara dan Asia Selatan - Viva

VIVA – Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, secara terbuka mengakui adanya ketimpangan level kualitas antara sepak bola Asia Tenggara dan Asia Selatan usai timnya ditaklukkan Timnas Indonesia dengan skor telak 2-9. Pertandingan pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam.
Baca Juga
Kekalahan besar Bengal Tigers dipicu oleh aksi penyerang Indonesia Mitchell Baker yang memborong lima gol, ditambah masing-masing satu gol dari Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.
Sementara itu, dua gol balasan Bangladesh dicetak oleh Sahariar Emon dan Farhaan Ali Wahid. Hasil ini mengantarkan Indonesia lolos ke babak final menghadapi Thailand setelah memuncaki klasemen Grup A.
Baca Juga
Usai pertandingan, Thomas Dooley tidak memungkiri bahwa kualitas tim-tim di Asia Tenggara saat ini berada di atas negara-negara Asia Selatan. Menurutnya, hal tersebut tercermin dari peringkat FIFA dan kualitas kompetisi liga di masing-masing negara.
"Sudah jelas bahwa tim-tim tersebut lebih baik. Tim-tim Asia Tenggara mungkin lebih baik daripada tim-tim di Asia Selatan. Anda bisa melihatnya dari peringkat FIFA. Kami berada di peringkat 181, sementara mereka di peringkat 116, 130, 140. Itu menunjukkan bahwa semakin tinggi peringkat Anda, semakin bagus pemain dan tim Anda," kata Thomas Dooley dalam sesi konferensi pers usai laga di SUGBK, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Selain peringkat FIFA, juru taktik asal Jerman itu menyoroti perbedaan kecepatan berpikir, pengambilan keputusan, dan kualitas kompetisi tempat para pemain bernaung. Ia mencontohkan para penggawa Indonesia yang berlaga di kompetisi Eropa seperti Bundesliga, Liga Belanda, hingga Liga Italia, yang membuat ritme permainan mereka jauh di atas skuad Bangladesh.
"Lihatlah tim-tim Malaysia, mereka bermain di liga yang jauh lebih kuat daripada liga yang kami miliki di Bangladesh. Atau Anda lihat Indonesia sekarang, sama saja. Ada alasan mengapa pemain-pemain Indonesia lebih baik, karena Kevin bermain di Bundesliga, yang lainnya di Belanda, yang lainnya lagi di Italia, dan liganya jauh lebih kuat," ujar Dooley menambahkan.
Meski menelan hasil buruk tanpa meraih poin di fase grup, Dooley menilai keikutsertaan Bangladesh dalam turnamen ini memberikan pelajaran berharga untuk proses perkembangan timnya di masa depan.
Kemenangan 9-2 atas Bangladesh memastikan langkah Timnas Indonesia ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad asuhan John Herdman dijadwalkan bersua Thailand dalam laga perebutan gelar juara pada Senin (5/10/2026).
![]()
Kronologi Dua Keributan Panas di Akhir Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh
Berikut kronologi lengkap dua keributan antarpemain yang mewarnai kemenangan telak 9-2 Timnas Indonesia atas Timnas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.

VIVA.co.id
2 Oktober 2026