Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Tujuh Pemain Naturalisasi Bodong Malaysia Tetap Terkunci, Tak Boleh Berseragam Harimau Malaya - Semua Halaman - Superball

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • TIMNAS
  • Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:42 WIB

    Tujuh pemain keturunan palsu Malaysia hasil memanipulasi dokumen naturalisasi ke FIFA. Tujuh pemain keturunan palsu Malaysia hasil memanipulasi dokumen naturalisasi ke FIFA. (DOK-THETHAO247.COM)

    SUPERBALL.ID - Harapan tujuh pemain yang saat ini sedang menjalani skorsing 12 bulan untuk kembali mengenakan seragam Timnas Malaysia setelah masa hukuman mereka berakhir bulan ini tidak akan terwujud.

    Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Ab Ghani Hassan, menegaskan bahwa ketujuh pemain tersebut tidak dapat mewakili Malaysia, meskipun masa skorsing mereka akan berakhir dan masih memegang kewarganegaraan Malaysia.

    Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil menyusul ketetapan dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang melarang ketujuh pemain tersebut kembali bermain untuk skuad nasional.

    "Mereka tidak bisa," ujarnya singkat dalam konferensi pers usai rapat Komite Eksekutif (EXCO) FAM keenam yang digelar di Wisma FAM, Kelana Jaya.

    "Para pemain itu tidak bisa mewakili negara. Karena FIFA tidak mengizinkannya."

    Baca Juga: Pelatih Singapura Soroti 3 Ancaman dari Malaysia Jelang Laga Penentu FIFA ASEAN Cup 2026

    Ketujuh pemain yang terlibat adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

    Mereka sebelumnya dijatuhi skorsing 12 bulan akibat pemalsuan dokumen terkait status keturunan.

    Masa skorsing tersebut dijadwalkan berakhir pada penghujung bulan ini, sehingga memunculkan pertanyaan apakah mereka bisa kembali bermain untuk Harimau Malaya setelah menjalani hukuman.

    Namun, penegasan terbaru dari Ab Ghani menunjukkan bahwa berakhirnya masa skorsing tidak secara otomatis membuat ketujuh pemain tersebut memenuhi syarat untuk kembali mewakili Malaysia.

    Selain itu, masalah ini telah berkembang ke aspek lain, mengingat Ab Ghani sebelumnya menjelaskan bahwa persoalan mengenai kewarganegaraan dan penerbitan paspor berada di luar wewenang FAM.

    Ia menyatakan bahwa FAM akan meminta klarifikasi dari Kementerian Dalam Negeri (KDN), khususnya terkait status paspor ketujuh pemain tersebut.

    "Masalah terkait kewarganegaraan dan penerbitan paspor berada di luar yurisdiksi FAM," katanya.

    "Oleh karena itu, kami akan meminta klarifikasi dan bekerja sama erat dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mencari solusi terbaik."

    Dalam perkembangan terkait, FAM sebelumnya sempat menghadapi sanksi berat dari FIFA akibat kasus tersebut, termasuk pembatalan hasil pertandingan internasional yang melibatkan ketujuh pemain yang dimaksud.

    Ab Ghani, yang baru saja mengambil alih kepemimpinan FAM, juga menyatakan kesiapannya untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dari pihak-pihak terkait guna memahami bagaimana ketujuh pemain tersebut memperoleh kewarganegaraan Malaysia, mengingat FIFA belakangan menemukan masalah pada dokumen yang berkaitan dengan asal-usul mereka.

    Sekadar informasi, Timnas Malaysia saat ini sedang berjuang dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

    Skuad Harimau Malaya tergabung di Grup A bersama tuan rumah Timnas Indonesia, Singapura, dan Bangladesh.

    Setelah menjalani dua pertandingan awal, Malaysia memimpin klasemen Grup A dengan catatan 4 poin.

    Empat poin tersebut diraih setelah mereka menang 3-0 atas Bangladesh dan imbang 1-1 melawan Timnas Indonesia.

    Timnas Indonesia yang juga mengantongi 4 poin ada di posisi dua klasemen, hanya kalah selisih gol dari Malaysia.

    Sedangkan urutan tiga klasemen dihuni oleh Timnas Singapura dengan 3 poin, Bangladesh di posisi juru kunci tanpa poin.

    Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura akan menjalani pertandingan penentuan pada Kamis (1/10/2026).

    Nantinya, tim juara grup akan melaju ke babak final, sedangkan tim yang finis sebagai runner-up akan memperebutkan tempat ketiga di turnamen.

    Komentar
    Additional JS