The Jakmania Terancam Dilarang Away Buntut Kasus Bus Persib, Ini Kata Bung Ferry - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:00 WIB
Penampakan bus Persib EPA U-18 yang mengalami penyerangan oknum orang tidak dikenal di Rest Area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) (ISTIMEWA)
BOLASPORT.COM - Eks Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, angkat bicara mengenai ancaman pencabutan izin suporter tandang menyusul kasus penyerangan bus EPA Persib Bandung beberapa waktu lalu.
Bung Ferry sapaan akrabnya mengingatkan I.League agar tidak mengambil keputusan secara gegabah dalam menyikapi insiden tersebut.
Menurutnya, keputusan yang tidak mempertimbangkan berbagai aspek justru berpotensi kontraproduktif terhadap upaya memajukan sepak bola Indonesia.
“Kalau dibilang suporter banyak melakukan tindakan gegabah tanpa berpikir panjang, I.League juga seharusnya tidak mengambil tindakan yang gegabah."
"Jangan sampai ada keputusan yang justru kontraproduktif terhadap upaya memajukan sepak bola,” ujar Bung Ferry.
Ia menilai, perkembangan positif dalam hubungan antarsuporter perlu menjadi pertimbangan.
Menurut Bung Ferry, kehadiran suporter tim tamu tidak selalu menimbulkan persoalan.
Sebaliknya, situasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sepak bola dan masyarakat setempat.
Ia mencontohkan pengalaman The Jakmania saat bertandang ke Yogyakarta.
Baca Juga: Hasil KOVO Cup 2026 - Debut Megawati di Hyundai Diwarnai Kekalahan, Hi-Pass ke Semifinal
Ia menyebut kehadiran suporter Persija Jakarta mendapat sambutan positif, bahkan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Di Yogyakarta, misalnya, tidak ada masalah."
"Pelaku UMKM di sana mengatakan mendapatkan keuntungan besar."
"Brajamusti dan Maident juga merasa kedatangan Jakmania seperti didatangi saudara, sementara Jakmania merasa nyaman,” katanya.
Menurut Ferry, momen positif tersebut menjadi bukti bahwa rivalitas antarsuporter tidak harus selalu berujung pada konflik.
Ia juga menyoroti fenomena ketika lagu Persija Menyatukan Kita diputar di kandang PSIM Jogja sebagai salah satu bentuk perkembangan positif dalam hubungan antarsuporter.
“Bayangkan, pernah tidak lagu Persija Menyatukan Kita diputar di stadion lawan? Itu baru terjadi. Hal positif seperti ini juga harus dilihat,” ucapnya.
Terkait insiden penyerangan bus EPA Persib, Ferry menilai kejadian tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks dan lokasi terjadinya peristiwa.
Baca Juga: Bung Ferry Soroti Pihak yang Ingin Jatuhkan Persija Usai Kasus Penyerangan Bus EPA Persib
Ia menegaskan insiden itu terjadi jauh dari pertandingan dan melibatkan orang-orang yang bertemu secara tidak sengaja.
Di sisi lain, Bung Ferry juga mengingatkan anggota The Jakmania agar mampu menjaga sikap ketika berada di lingkungan yang memiliki latar belakang dan karakteristik berbeda.
Ia meminta para suporter untuk tidak memaksakan identitas kelompok di wilayah yang berpotensi memicu gesekan.
“Saya selalu bilang kepada anak-anak Jakmania, ketika masuk ke suatu lingkungan, jangan berharap lingkungan itu yang menyesuaikan diri dengan kita."
"Justru kita yang harus menyesuaikan diri,” tuturnya.
Ferry menambahkan, setiap anggota The Jakmania perlu mengutamakan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
Menurutnya, menjaga keamanan dan mencegah gesekan merupakan tanggung jawab setiap suporter, terutama ketika berada di luar daerah.
“Kalau masuk ke daerah yang tidak menyukai kita, jangan menantang dengan memakai atribut dan menunjukkan identitas sebagai The Jak."
"Di mana pun berada, kalian harus waspada, menghindari keributan, dan mencegah gesekan,” pungkasnya.