Taufik Hidayat Berharap Raihan Medali Asian Games 2026 Jadi Awal Kebangkitan Menuju Olimpiade Los Angeles 2028 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:23 WIB
Ketua Umum PBSI, M Fadil Imran, Taufik Hidayat (Wakil Ketua Umum 1 PBSI) dan tim official berpose bersama tim beregu putra setelah merebut medali emas Asian Games 2026, Aichi Nagoya, Jepang, 24 September. (NOC INDONESIA)
BOLASPORT.COM - Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat, berharap pencapaian tim bulu tangkis Indonesia pada Asian Games 2026 menjadi awal kebangkitan.
Tim bulu tangkis Indonesia membawa pulang 2 medali emas, 1 medali perak, dan tiga medali perunggu pada multi ajang empat tahunan terbesar di Asia.
"Iya, ini suatu awal kebangkitan. Mudah-mudahan untuk tim dan anak-anak yang lain juga. Jangan lupa, ini baru awal," kata Taufik kepada media, termasuk BolaSport.com di pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
"Apalagi tadi Ubed (Moh Zaki Ubaidillah) juga mengatakan bahwa ini pertama kali Asian Games baginya dan sangat bagus juga jawabannya."
Tim beregu putra mendapat bonus Rp 2 miliar, tim beregu putri Rp 500 juta, Leo/Daniel sebesar Rp 1 miliar, Alwi dan Fajar/Fikri mendapat bonus Rp 250 juta.
Para pelatih juga mendapat apresiasi dari PBSI. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian mendapat apresiasi Rp 50 juta, Shandy Puspa Irawati selaku manajer tim (Rp 25 juta), Indra Wijaya (pelatih tunggal putra Rp30 juta), Imam Tohari (pelatih tunggal putri Rp 30 juta).
Selain itu, pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho (pelatih ganda putra Rp 30 juta), dan Nova Widianto (pelatih ganda campuran) mendapat bonus Rp 30 juta dengan total pemberian bonus Rp 4,8 miliar.
Tim bulu tangkis Indonesia juga mendapat jam tangan merek Regan Harney.
"Apresiasi apa? Ini tidak ada apa-apa. Semua KPI itu dibuktikan dengan prestasi dulu. Karena tanpa ada prestasi, kita juga tidak mungkin ada reward, bonus, atau apa pun," ujar Taufik.
"Jadi, saya harap Asian Games ini jangan menjadi bumerang. Tujuan kita tetap, dalam kepengurusan kita ini, Olimpiade 2028."
"Mudah-mudahan ini menjadi satu motivasi untuk ke depannya. Kami percaya bahwa regenerasi itu harus dijalankan."
"Saat kemarin pada final beregu putra, saya berdiri sendiri dengan Pak Ketum karena memang saya menyaksikan langsung bahwa ini baru mau memulai."
"Kita harus paham juga, kami (PBSI) baru bertugas dua tahun. Olahraga tidak ada yang instan, butuh proses."
"Jadi, tidak bisa juga begitu kita duduk di sini, lalu bertanya, "Mana prestasinya?" Tetapi, kami tetap akan membuktikan bahwa kami butuh proses."
"Alhamdulillah, kemarin di Asian Games kejadian. Kita dapat dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu."
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) itu selanjutnya akan melakukan konsolidasi kepada atlet agar performanya lebih baik lagi.
"Mereka juga bisa dibilang masih muda. Alwi (Farhan) masih muda, apalagi Ubed. Mereka masih punya harapan untuk ke depannya," aku Taufik.
Sebagai mantan pebulu tangkis, Taufik mengatakan bahwa tujuan utama adalah medali Olimpiade.
"Pasti kalau belum dapat Olimpiade jarena di olahraga ini, terutama di bulu tangkis, kalau sudah Olimpiade, rasanya sudah lega. Sudah tuntas semua tugas," ujar Taufik
"Kalau mungkin di kepolisian, kalau sudah bintang empat, sudah selesai. Tidak ada bintang lima. Ya sudah, Olimpiade. Apa lagi yang mau dicari? Nah, mudah-mudahan anak-anak juga menjadikan itu sebagai motivasi bahwa tujuannya adalah ke sana."
Terkait regenerasi, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu mengatakan bahwa tim PBSI selalu kompal.
"Yang lain melihat performa anak-anak dari awal bersama Pak Ketum. Untuk menjadi ketua, saya ikut dalam kepengurusannya," kata Taufik.
"Kami yakin kalau kami mengelolanya dengan benar. Kami sebagai orangtua harus memberikan contoh. Apalagi dulu saya pernah menjadi atlet, memberikan contoh yang baik kepada mereka, seperti apa pengalaman yang saya punya."
"Saya rasa yakinlah. Kita punya modal, punya sejarah juga, bahwa bulu tangkis dari dulu sampai sekarang selalu menunjukkan, meskipun naik turun, naik turun, kita punya sejarah yang baik, terutama pada Olimpiade."