Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Shayne Pattynama Spesial Timnas Indonesia

    Shayne Pattynama Ungkap Cara Redam Tekanan di Timnas Indonesia hingga Tetap Kuat Hadap Masa Sulit - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:40 WIB

    Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, sedang wawancara eksklusif bersama BolaSport.com jelang peluncuran film The Longest Wait di Kantor PSSI, Sudirman, Jakarta, Kamis (22/10/2026).Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, sedang wawancara eksklusif bersama BolaSport.com jelang peluncuran film The Longest Wait di Kantor PSSI, Sudirman, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, membeberkan makna mendalam di balik ‘momen adem’ yang selalu menjadi pegangan hidupnya, baik saat berada di puncak kesuksesan maupun kala menghadapi masa-masa sulit.

    Hal tersebut diungkapkan Shayne Pattynama saat wawancara dengan BolaSport.com dalam program On Point Sport (OPS) bersama co-director film dokumenter Timnas Indonesia The Longest Wait, Arif Affandi.

    Seperti diketahui, Shayne Pattynama menjadi salah satu pemain yang selalu dipanggil ke Timnas Indonesia.

    Pemain Persija Jakarta tersebut menjadi bagian perjuangan skuad Garuda dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, sejak putaran pertama hingga putaraan keempat.

    Ia bahkan ikut berjuang bersama Timnas Indonesia sejak putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia kontra Brunei Darussalam hingga terakhir putaran keempat lawan Irak.

    Perjuangan skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang tak mudah, dan perjalanan tim Merah Putih ini pun diabadikan dalam film dokumenter.

    Baca Juga: Shin Tae-yong Ungkap Alasan Shayne Pattynama belum Debut di Super League Meski Kondisi Bugar

    Bahkan selama perjuangan di kualifikasi ini, skuad Garuda tentu saja berada di bawah sorotan jutaan suporter dan menghadapi tekanan tinggi.

    Apalagi perjuangan Shayne Pattynama bersama tim Merah Putih pun dipastikan penuh rintangan dan lika-liku, karena mereka menghadapi tim-tim raksasa Asia.

    Selama kualifikasi ini, Timnas Indonesia menghadapi tim dari Burnei Darussalam hingga raja Asia yakni Jepang, sehingga ini bukan perkara mudah.

    Namun, pemain berusia 28 tahun itu mengaku memiliki cara tersendiri untuk meredam tensi tinggi dan menjaga fokusnya di lapangan.

    Ketika ditanya mengenai apa yang menjadi 'momen adem' baginya dalam proses tersebut, Shayne bicara blak-blakan.

    Ia mengaku ada hal yang selalu menjadi pegangan yakni petuah mendiang sang ayah.

    "Momen adem bagi saya selalu berarti mengingat apa yang ayah saya katakan kepada saya sepanjang waktu," ujar Shayne Pattynama kepada BolaSport.com, di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

    "Dia selalu berbicara kepada saya dan memberi pelajaran hidup tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang pria, sebagai manusia, untuk selalu rendah hati dalam prosesnya," ucapnya.

    Lebih lanjut, Shayne menegaskan bahwa nasihat dari kedua orang tuanya itu menjadi kompas hidup paling berharga.

    Menurutnya, pemain sepak bola tidak boleh terlena ketika kariernya sedang melesat, begitu juga sebaliknya saat diterpa ujian berat.

    Mantan pemain Buriram United tersebut memang tak selalu dalam situasi yang mudah.

    Pasalnya, walaupun Timnas Indonesia beberapa kali melakukan perubahan pelatih dari Shin Tae-yong, Patrick Kluivert hingga sekarang John Herdman.

    Shayne Pattynama memang masih sering di bawa, tetapi ia lebih sering duduk di bangku cadangan.

    Meski belum lama ini, pemain Persija itu turut mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

    Bahkan tendangan penalti Shayne Pattynama menjadi salah satu penentu keberhasilan skuad Garuda meraih gelar juara dalam adu penalti di final FIFA ASEAN Cup 2026.

    Namun, Shayne Pattynama pun tak selalu menghadapi situasi yang mudah.

    Menurutnya, sebagai pemain sepak bola tentu saja ini merasakan kadang berada di puncak.

    Akan tetapi, juga terkadang dalam situasi yang sulit.

    Bahkan belum lama ini namanya terus menjadi sorotan, karena Shayne Pattynama hingga pekan keenam Super League ini.

    Shayne Pattynama diketahui belum dimainkan oleh pelatih Persija Shin Tae-yong.

    Ia bahkan beberapa kali tak ikut di bawa dalam laga tandang, sehingga namanya memang jadi sorotan belakangan.

    Namun, ia memilih memegang petuah dari sang ayah untuk selalu rendah hati dalam situasi apapun termasuk kesulitan.

    Baca Juga: Bukan Cuma Shayne Pattynama, Pratama Arhan Juga Jadi Korban dari Melesatnya Dony Tri Pamungkas

    "Menurutku penting bahwa kamu tumbuh, menjadi lebih baik, mengalami hal-hal luar biasa, tapi kamu juga harus selalu tetap rendah hati. Itulah yang dia katakan kepadaku dan ibuku juga," kata Shayne

    "Momen adem bagi saya hanyalah untuk tetap rendah hati dalam setiap proses yang kamu jalani," ungkapnya.

    "Bahkan ketika kamu sedang berada di puncak kesuksesan, maupun saat sedang mengalami masa-masa sulit, dan hanya untuk mengingat dari mana kamu berasal, apa akarmu, dan itulah momen adem saya," tuturnya.

    Filosofi untuk selalu ingat akar dan asal-usul itulah yang menjadi salah satu alasan terbesar Shayne rela berjuang mati-matian demi membela lambang Garuda di dada.

    Kisah perjuangan, pengorbanan, hingga dinamika ruang ganti Shayne Pattynama dan rekan-rekannya di Timnas Indonesia akan disajikan secara mendalam lewat film dokumenter The Longest Wait yang dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air, mulai 28 Oktober 2026.

    Komentar
    Additional JS