Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hajime Moriyasu Keuangan Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Segini Biaya Fantastis yang Harus Dibayar Malaysia untuk Hajime Moriyasu - Semua Halaman - Superball

    4 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas Senior
  • Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:00 WIB

    Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, saat hadir dalam sesi jumpa pers di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2024).Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, saat hadir dalam sesi jumpa pers di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2024). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    SUPERBALL.ID - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diperkirakan harus mengeluarkan biaya yang fantastis untuk mendapatkan jasa Hajime Moriyasu.

    Media asal Jepang Sakanowa baru-baru ini melaporkan bahwa Hajime Moriyasu telah muncul sebagai kandidat untuk posisi pelatih Timnas Malaysia.

    Moriyasu dipastikan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Jepang setelah Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

    Moriyasu muncul sebagai kandidat pelatih Malaysia karena FAM mempertimbangkan untuk menunjuk pelatih asing di masa mendatang.

    Baca Juga: Vietnam dan Malaysia Umumkan Lawan Tanding di FIFA Matchday, Timnas Indonesia Belum Fix

    Namun, belum ada konfirmasi bahwa FAM telah menghubungi pelatih asal Jepang tersebut.

    Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan juga membantah adanya negosiasi atau kontak dengan Moriyasu dalam sebuah wawancara dengan media lokal.

    "Belum ada langkah konkret dari FAM. Kami akan membahas masalah ini secara mendalam," kata Ghani.

    Harimau Malaya saat ini dipimpin oleh pelatih sementara Tan Cheng Hoe, yang menggantikan posisi Peter Cklamovski.

    Sementara itu, FAM diperkirakan harus mengeluarkan biaya yang fantastis jika ingin menggunakan jasa Moriyasu.

    Hal ini disampaikan oleh agen yang diakreditasi oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Effendi Jagan Abdullah.

    Effendi mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan akan bergantung pada profil pelatih, pengalaman internasional, dan rekam jejaknya.

    Effendi menyatakan bahwa paket minimum untuk pelatih dari Jepang yang memiliki reputasi kuat dan rekam jejak yang terbukti di tingkat Asia diperkirakan mulai dari 30.000 dolar AS per bulan.

    Namun, biayanya akan lebih tinggi untuk pelatih tim nasional sekaliber Moriyasu dan bisa mencapai 60.000 dolar AS atau lebih dari Rp1 miliar.

    "Untuk seorang pelatih yang benar-benar berada di level tertinggi dan memiliki nama di Asia, saya rasa FAM perlu menyiapkan setidaknya sekitar 30.000 dolar AS per bulan."

    "Namun untuk seseorang yang lebih baik, tawarannya tentu akan lebih tinggi. Potensinya bisa mencapai maksimal 60.000 dolar AS," kata Effendi.

    Baca Juga: Malaysia Bajak Hajime Moriyasu dari Jepang, Merapat usai Piala Asia 2027?

    Menurut Effendi, FAM harus siap berinvestasi secara besar-besaran jika ingin menunjuk pelatih kelas dunia untuk memimpin Malaysia.

    "FAM harus siap berinvestasi besar-besaran karena kita tidak bisa begitu saja menunjuk pelatih biasa untuk memimpin Harimau Malaya."

    "Kita harus memastikan bahwa kita mendapatkan pengembalian yang baik atas uang yang diinvestasikan," kata Effendi, dikutip SuperBall.id dari NST.

    Sejak ditunjuk setelah Piala Dunia 2018, Moriyasu menjadi pelatih dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Timnas Jepang.

    Ia juga menjadi pelatih pertama dalam sejarah negara tersebut yang memimpin tim dalam 100 pertandingan internasional.

    Ia memimpin tim meraih kemenangan mengejutkan atas Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022 sebelum kalah adu penalti dari Kroasia di babak 16 besar.

    Pada edisi tahun ini, Jepang harus rela tersingkir di babak 32 besar akibat gol menit-menit akhir dari pemain Brasil Gabriel Martinelli.

    Moriyasu memimpin Jepang ke final Piala Asia 2019 sebelum kalah dari Qatar dan tersingkir di perempat final oleh Iran pada 2023.

    Di Piala Asia 2027, ia akan berupaya mengakhiri masa jabatannya dengan hasil terbaik dan memutus puasa trofi selama 16 tahun.

    Komentar
    Additional JS