Rexy Mainaky Dituntut Mundur setelah Bulu Tangkis Malaysia Gagal Capai Target Asian Games 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 2 Oktober 2026 | 18:30 WIB
Direktur Pelatihan Bulu Tangkis Malaysia Rexy Mainaky menjadi sosok yang sangat bertanggung jawab atas kegagalan total ganda putranya di All England Open 2025. (INSTAGRAM.COM/BA_MALAYSIA)
BOLASPORT.COM - Rexy Mainaky diminta mundur dari jabatan Direktur Kepelatihan BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia) oleh penggemar bulu tangkis Malaysia setelah kegagalan target Asian Games 2026.
Rexy Mainaky mendapat seruan negatif setelah hasi minor Malaysia pada bulu tangkis Asian Games 2026.
Malaysia gagal mencapai target awal mereka yang membidik setidaknya raihan satu medali perak dan satu perunggu.
Skuad Negeri Jiran harus puas dengan hanya satu medali perunggu dari nomor perorangan ganda putri yang didapatkan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Bukan hanya target yang gagal, rapor Malaysia di Asian Games 2026 kali ini juga di bawah ekspektasi.
Terutama di nomor andalan ganda putra, karena salah satu pasangan BAM, Aaron Chia/Tee Kai Wun, gagal meraih medali.
Padahal, pasangan racikan baru itu disiapkan dengan harapan dapat memberi kejutan dalam persaingan ganda putra di pesta akbar olahraga se-Asia ini.
Akibat kegagalan itu, Rexy Mainaky lantas diminta mundur dari jabatannya oleh sejumlah penggemar bulu tangkis Malaysia.
Menyadari datangnya kritikan yang menyorotnya, Rexy tidak ingin ambil pusing.
Baca Juga: Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Genap 20 Tahun Malaysia Puasa Emas, Ganda Putranya Disorot
Pelatih asal Indonesia yang juga mantan ganda putra nomor satu dunia tersebut memaklumi adanya reaksi negatif dari kegagalan yang dialami bulu tangkis Malaysia.
Meski diseru untuk mundur, Rexy menegaskan ia tidak akan mundur begitu saja dan akan meneruskan tanggung jawabnya sebagai Direktur Kepelatihan Ganda BAM.
"Itu hak mereka (untuk menuntut pengunduran diri saya)," kata Rexy dikutip Bolasport dari The Star.
"Saya tidak ingin berkomentar. Mereka bisa mengatakan apa pun yang mereka mau," imbuhnya.
Salah satu sorotan utama yang dikritik adalah keputusan Rexy bersama Herry Iman Pierngadi selaku Kepala Pelatih Ganda Putra BAM yang memisahkan pasangan terbaik mereka, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.
Soh bahkan tidak ikut dibawa ke Jepang untuk sekadar sebagai bagian dari nomor beregu atau sparing.
Padahal, mereka justru sedang dalam tren naik setelah menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 2026.
Ditanya perihal kritikan yang datang dari penggemar, Rexy tetap bersikap netral.
"Bagi saya, itu adalah hak mereka untuk berbicara dan mungkin mereka juga benar ketika menyangkut peristiwa besar seperti ini," ujarnya.
Baca Juga: Target Alwi Farhan setelah Asian Games 2026, 2 Turnamen Elite di Eropa Menunggu
"Namun kita harus melihat kembali kondisi para pemain dari awal tahun hingga sebelum Asian Games," ujarnya.
"Mereka memulai dengan baik tetapi performa mereka secara bertahap menurun. Bukan hanya Aaron-Wooi Yik, tetapi juga Kai Wun dan Man Wei Chong."
"Di sisi lain, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin menunjukkan peningkatan, jadi kami harus mengambil keputusan dan mencari pilihan terbaik. Ini bukan sesuatu yang kami lakukan hanya demi melakukannya."
"Orang-orang bisa mengatakan Aaron-Wooi Yik menunjukkan performa terbaik mereka di Kejuaraan Dunia, dan Wooi Yik membuktikan dirinya di sana."
"Itulah yang ingin kami lihat karena hasil mereka di beberapa turnamen sebelumnya tidak menggembirakan."
"Aaron-Wooi Yik dan Kai Wun-Wei Chong adalah pemain tingkat atas. Kami tidak ingin mereka mulai menganggap kekalahan sebagai hal yang biasa. Namun setelah kami memisahkan mereka dan kemudian memasangkan mereka kembali, mereka mampu menghasilkan hasil yang baik," pungkas Rexy.