Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Erick Thohir Featured Kasus Lintas Peristiwa Menpora Porpov Jateng Spesial

    Respons Tragedi Porprov Jateng, Menpora: Dua Atlet Hilang Nyawa Tidak Bisa Dianggap Biasa - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Ragam
  • Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:36 WIB

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sedang memberikan keterangan kepada awak media di CGV Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sedang memberikan keterangan kepada awak media di CGV Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Tragedi meninggalnya dua atlet muda selama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 mendapatkan perhatian dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir.

    Porprov Jawa Tengah 2026 menjadi pembicaraan untuk alasan yang tidak diharapkan.

    Pada ajang yang seharusnya menjadi panggung bagi atlet-atlet muda untuk unjuk kemampuan fisik, dua talenta harus meregang nyawa.

    Mereka adalah Ayudiah Rivana Tridiandinita (atlet pencak silat Kota Semarang) dan Syabilla Rizkia Putri Raharja (atlet selam Kabupaten Jepara).

    Syabilla (22 tahun) meninggal setelah tenggelam ketika mengikuti lomba selam perairan terbuka renang nomor 3.000 meter di Awann Costa, Semarang, Minggu (25/10/2026).

    Upaya penanganan medis tidak dapat menyelamatkan nyawa atlet yang ironisnya lebih dahulu meraih dua emas pada ajang yang sama.

    Adapun Ayudiah (19), ia berpulang pada Rabu (28/10/2026) setelah operasi untuk penyembuhan dislokasi jari tengah yang dialaminya dalam pertandingan sehari sebelumnya.

    Baca Juga: Tragedi Porpov Jateng 2026, Atlet Selam Jepara Meninggal usai Sumbang 2 Medali Emas

    "Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya kembali menerima kabar yang sangat menyedihkan dari Porprov Jawa Tengah," kata Menpora Erick Thohir melalui Kemenpora.

    "Belum hilang duka kita atas kepergian Syabilla, kini kita kehilangan Ayudiah, atlet muda yang juga sedang berjuang membawa nama daerahnya."

    "Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah."

    "Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi keduanya dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan."

    Erick menyebut hilangnya nyawa Syabilla dan Ayudiah menjadi duka bagi olahraga Indonesia.

    Dia mendesak perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan olahraga. Sistem perlindungan atlet yang menyeluruh mesti benar-benar diupayakan.

    Secara khusus, Erick meminta KONI Jawa Tengah, panitia penyelenggara Porprov Jateng, dan para federasi olahraga terkait untuk mengevaluasi penerapan standar keselamatan.

    Diperlukan tindakan yang lebih bertanggung jawab agar terjamin kesiapan fasilitas dan tenaga medis, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga pendampingan dan perawatan lanjutan untuk atlet yang cedera.

    Upaya melahirkan atlet-atlet berprestasi dari berbagai daerah tidak boleh dilakukan dengan mengesampingkan keselamtan mereka.

    "Dua atlet muda kehilangan nyawa dalam satu ajang olahraga. Ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap biasa," tandas pria yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI ini.

    "Kita tentu tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab kedua kejadian tersebut. Namun, kita juga tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa."

    "Ada tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar menjadi prioritas, bukan hanya dalam aturan, tetapi juga dalam pelaksanaannya."

    "Keselamatan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab ketika pertandingan berlangsung.

    "Tanggung jawab itu harus mencakup seluruh proses, sejak persiapan, saat bertanding, hingga penanganan cedera dan pemulihan."

    "Kita perlu memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak. Jangan sampai ada celah dalam sistem keselamatan yang justru membahayakan mereka."

    Komentar
    Additional JS