Ranking FIFA Bukan Acuan, Ini Cara Timnas Indonesia Masuk Tier 1 di AFC Nations League - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 7 Oktober 2026 | 12:48 WIB
Skuad Timnas Indonesia di Laga Final FIFA ASEAN CUP 2026 Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026 (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah merinci rencana untuk turnamen dua tahunan AFC Nations League yang akan dimulai pada 2030.
Menurut laporan ESPN, sebanyak 47 tim nasional anggota AFC akan dibagi menjadi tiga divisi atau tier di turnamen tersebut.
Tier 1 dan Tier 2 masing-masing terdiri dari 18 tim, sedangkan Tier 3 terdiri dari 11 tim yang dibagi menjadi tiga grup.
Pada edisi tertentu, AFC Nations League juga akan diselaraskan dengan Kualifikasi Piala Dunia dan Kualifikasi Piala Asia.
Edisi yang diselaraskan dengan Kualifikasi Piala Asia akan dimulai pada 2030 sekaligus menjadi edisi resmi perdana turnamen.
Sedangkan siklus AFC Nations League pertama yang selaras dengan Kualifikasi Piala Dunia dijadwalkan pada tahun 2032-2033.
Untuk edisi 2030 yang terkait dengan Kualifikasi Piala Asia, setiap tim akan memainkan masing-masing tiga laga kandang dan tandang.
Nantinya, semua tim Tier 1 dan enam tim teratas dari Tier 2 mendapatkan tempat otomatis di Piala Asia 2032 yang dimundurkan dari 2031.
Adapun delapan tim teratas masing-masing divisi akan melaju ke fase gugur AFC Nations League untuk menentukan juara turnamen.
Pertandingan perempat final digelar dengan sistem kandang dan tandang, sedangkan semifinal dan final akan diadakan di tempat terpusat.
Dua tim teratas dari setiap divisi akan otomatis promosi, sedangkan dua tim terbawah akan otomatis terdegradasi.
Selanjutnya, tim-tim lain yang dipromosikan dan terdegradasi akan ditentukan melalui babak play-off.
Untuk edisi 2032-2033 yang terkait dengan Kualifikasi Piala Dunia, setiap tim akan memainkan total 12 pertandingan.
Adapun 12 pertandingan tersebut terdiri dari 6 pertandingan kandang dan 6 pertandingan tandang.
Enam tim teratas dari Tier 1 akan langsung lolos ke putaran final Piala Dunia 2034.
Kemudian tim yang berada di peringkat ke-7 hingga ke-10 akan memasuki babak play-off round-robin untuk memperebutkan dua tempat otomatis yang tersisa.
Sementara tim peringkat ketiga di babak play-off akan maju ke babak play-off antarbenua.
Baca Juga: Thailand Gantikan Posisi Timnas Indonesia Jadi Spesialis Runner-up di Turnamen ASEAN
Bagi Timnas Indonesia, pertanyaan yang muncul adalah dari mana mereka memulai perjalanan di AFC Nations League?
Terkait hal ini, AFC sama sekali tidak menggunakan ranking FIFA sebagai acuan untuk menentukan tim peserta di setiap divisi.
Untuk memfasilitasi transisi struktural yang lancar, AFC telah mengusulkan turnamen percontohan sepanjang tahun 2028-2029.
Dalam turnamen percontohan ini, Tier 1 akan mempertahankan format kompetisi dalam tiga grup yang masing-masing terdiri dari enam tim.
Format tersebut serupa dengan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Nantinya, dua tim teratas dari setiap grup (total enam tim) akan melaju ke putaran final Piala Dunia 2030.
Namun, tim peringkat ke-3 dan ke-4 dari setiap grup tidak akan melaju ke putaran keempat seperti format Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebagai gantinya, turnamen percontohan ini akan mempertemukan empat tim dengan performa terbaik yang tersisa dalam babak play-off.
Di antara mereka, dua tim teratas akan langsung lolos ke Piala Dunia 2030 dan tim peringkat ketiga akan maju ke babak play-off antar benua.
Turnamen percontohan ini juga mencakup promosi dan degradasi untuk membentuk komposisi tim di setiap divisi pada edisi resmi pertama di tahun 2030.
Hasil dari turnamen percontohan akan menentukan penempatan divisi, sehingga memastikan akses yang adil bagi semua asosiasi.
Artinya, Timnas Indonesia wajib meraih hasil yang baik di turnamen percontohan tersebut untuk masuk ke Tier 1 AFC Nations League 2030.