Piala Asia Bakal Berganti Siklus dari Tahun Ganjil ke Genap Mulai 2032 - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:04 WIB
Piala Asia akan berganti siklus dari tahun ganjil ke genap mulai edisi 2032. (THE-AFC.COM)
SUPERBALL.ID - Kongres Luar Biasa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2026 menyetujui serangkaian amandemen penting terhadap Statuta AFC.
AFC mengadakan Kongres Luar Biasa di Tokyo, Jepang pada Jumat (23/10/2026) untuk membahas sejumlah agenda penting.
Salah satu keputusan penting yang dibuat dalam kongres tersebut adalah memindahkan siklus penyelenggaraan Piala Asia.
Piala Asia, yang secara tradisional diselenggarakan pada tahun ganjil, akan beralih ke siklus tahun genap mulai dari edisi 2032.
Baca Juga: Darurat Keamanan! Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, Arab Saudi Minta Waktu Ambil Keputusan Final
Oleh karena itu, Piala Asia 2027 akan menjadi turnamen terakhir yang diadakan pada tahun ganjil.
Tim-tim di Benua Kuning, termasuk Timnas Indonesia, harus menunggu lima tahun lagi untuk edisi berikutnya.
Mulai tahun 2032 dan seterusnya, Piala Asia akan diselenggarakan pada tahun yang sama dengan Piala Eropa.
Pemindahan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menyesuaikan diri dengan kalender internasional FIFA yang terus berkembang.
Keputusan tersebut sekaligus bertujuan untuk menjaga keselarasan antara siklus pemilihan dan jadwal turnamen AFC.
"Keputusan Anda hari ini memperkuat tata kelola kami dan memastikan peraturan kami tetap kuat, transparan, dan sesuai dengan tujuan untuk menjamin keberlanjutan, memungkinkan kami untuk mengantarkan masa depan yang lebih cerah dan lebih baik bagi sepak bola Asia," kata Presiden AFC Shaikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa.
AFC juga mengkonfirmasi bahwa pemilihan untuk posisi kepemimpinannya akan tetap diadakan pada tahun 2027.
Namun, berdasarkan pengaturan baru, mereka yang terpilih akan mulai menjabat pada 1 Januari 2028 untuk masa jabatan empat tahun hingga 2032.
Anggota eksekutif saat ini akan tetap berada di posisinya hingga akhir 2027 untuk memastikan kesinambungan dalam tata kelola dan operasional AFC.
Baca Juga: Karier Bintang Thailand Merosot usai Cetak Gol Kontroversial, Terancam Absen di Piala Asia 2027
Rincian lebih lanjut mengenai proses pemilihan akan diumumkan oleh AFC pada waktunya.
Sebelumnya, Salman mempertimbangkan penundaan Piala Asia 2027 di Arab Saudi selama setahun karena alasan keamanan.
Beberapa acara olahraga besar di Arab Saudi telah dibatalkan atau ditunda di tengah meningkatnya serangan oleh Houthi Yaman.
Hal ini menimbulkan keraguan apakah Piala Asia dapat berlangsung sesuai rencana dari 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan.
Akan tetapi, panitia penyelenggara lokal (LOC) kemudian mengatakan bahwa mereka tetap berpegang pada jadwal semula.
“Persiapan di semua bidang organisasi dan operasional berjalan sesuai dengan jadwal yang disetujui, termasuk pekerjaan pada tempat, fasilitas, dan layanan pendukung,” kata LOC dalam sebuah pernyataan.
“LOC akan terus memantau perkembangan yang relevan dengan turnamen dan memastikan kondisi yang tepat tersedia untuk keberhasilan penyelenggaraannya,” tambahnya.
Pemerintah Arab Saudi telah berinvestasi besar-besaran di bidang olahraga melalui Dana Investasi Publik (PIF) dalam beberapa tahun terakhir.
Piala Asia 2027 digadang-gadang sebagai gladi resik awal bagi Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.