Penampilan Cameo Egy Maulana Vikri, Satu Umpan Lambung Bebaskan Ole Romeny dan Berujung Gol Penentu Final - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Egy Maulana Vikri (kanan) dan Saddil Ramdani (kiri) sedang menjalani sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/5/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Egy Maulana Vikri mengirim umpan yang membebaskan Ole Romeny dan berujung gol penentu kelolosan ke final oleh Mitchell Baker.
Gelandang Dewa United, Egy Maulana Vikri, tiba-tiba menjadi pahlawan di FIFA ASEAN Cup 2026.
Egy sebelumnya hanya menjadi cadangan tak terpakai dalam dua laga awal Timnas Indonesia di Grup A.
Pemilihan pemain oleh John Herdman yang mengutamakan pemain luar negeri membuat pemain "lokal" tersisih.
Sebelum laga kontra Bangladesh, hanya ada dua pemain Super League yang mendapat jatah tampil, yaitu Rizky Ridho dan Rayhan Hannan.
Pada laga Indonesia kontra Bangladesh (1/10/2026), Herdman tak melakukan rotasi meski bersua lawan enteng.
Musababnya yaitu keharusan mencetak banyak gol untuk mengamankan tiket final yang setengah digenggam Malaysia.
Misi Herdman berhasil, yaitu menang 9-2 untuk merebut puncak klasemen yang sebelumnya dihuni rival bebuyutan Harimau Malaya.
Satu momen penting yang menjadi penentu terjadi pada menit ke-96 dalam bangun serang menuju gol kesembilan.
Baca Juga: Ronaldo Dukung Pernyataan Pemain Lawan Lebih Hormati Dirinya daripada Skuad Portugal
Pada laga ini, Herdman menurunkan dua representasi lokal, Rizky Ridho sebagai starter dan Egy Maulana Vikri sebagai pengganti.
Egy bermain cameo hanya 17 menit, tetapi satu umpannya mengubah nasib Indonesia dari pecundang menjadi calon juara.
Dalam sebuah serangan terakhir, Indonesia menguasai bola di area sendiri dan butuh melempar bola ke kotak penalti lawan karena kehabisan waktu.
Pada momen ini, Egy yang menerima bola dari Luke Vickery memutuskan tak berpikir panjang dan melepas umpan lambung dalam sentuhan pertama.
Umpan lambung tersebut membebaskan Ole Romeny dari kawalan bek Bangladesh dan tinggal berlari di lautan ruang.
Dengan gocekan kecil di dalam kotak penalti, Romeny melepas cutback yang diselesaikan Mitchell Baker menjadi gol kesembilan.
Gemuruh Stadion Gelora Bung Karno atas gol tersebut bisa terjadi berkat visi Egy membaca pergerakan Romeny yang berujung gol Baker.
"Ya, pertama-tama, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para suporter yang datang malam ini," kata Herdman.
"Dukungan mereka luar biasa, terutama dalam 20 menit terakhir ketika para pemain benar-benar berjuang keras," tambahnya.
Patut dinanti menit main lebih banyak bagi Egy di partai final melawan Thailand.
Baca Juga: Pinjaman Persija Didikan Australia, Pelatih Persis Solo Akui Peran Signifikan Ollie dan Theo Leeming