Pemain Timnas Indonesia dan Bangladesh Mengheningkan Cipta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:59 WIB
Pemain timnas Indonesia dan Bangladesh melakukan heningkan cipta untuk korban Tragedi Kanjuruhan (Mochamad Harry Prasetya/BolaSport)
BOLASPORT.COM - Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026), mendadak hening sesaat sebelum laga Timnas Indonesia versus Bangladesh.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain dan penonton di SUGBK terlebih dahulu mengikuti momen mengheningkan cipta untuk memperingati empat tahun tragedi Kanjuruhan.
Momen tersebut dilakukan tepat sebelum kick-off.
Para pemain Timnas Indonesia dan Bangladesh berdiri berbaris di tengah lapangan.
Mereka saling berhadapan dan menundukkan kepala untuk mengenang para korban tragedi Kanjuruhan.
Pengumuman untuk melakukan "minute of silence" kemudian terdengar di dalam stadion.
Selama kurang lebih satu menit, suasana SUGBK benar-benar hening.
Tidak terdengar nyanyian suporter maupun sorakan dari tribun. Semua yang berada di stadion memberikan penghormatan untuk para korban tragedi yang terjadi empat tahun silam.
Setelah momen mengheningkan cipta berakhir, tepuk tangan terdengar dari seluruh penjuru SUGBK.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa tragedi Kanjuruhan masih menjadi bagian penting dari perjalanan sepak bola Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Saat itu, Arema FC menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Persebaya atas Arema FC dengan skor 3-2.
Kericuhan kemudian terjadi setelah pertandingan berakhir.
Dalam situasi tersebut, aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah area stadion.
Penggunaan gas air mata membuat situasi semakin kacau dan memicu kepanikan di antara para penonton yang berusaha keluar dari stadion.
Tragedi tersebut kemudian menelan 135 korban jiwa.
Empat tahun berselang, sepak bola Indonesia kembali memberikan ruang untuk mengenang tragedi tersebut.
Kali ini, penghormatan dilakukan di SUGBK sebelum pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh.