Pelatih Singapura usai Terbantai di Causeway Derby: Malaysia Layak Lolos ke Final, Tak Terasa 0-6 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:40 WIB
Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Pelatih Singapura, Gavin Lee buka suara usai kalah telak 0-6 dari Malaysia dalam laga terakhir grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026).
Singapura harus menelan kekalahan telah 0-6 melawan Malaysia dalam laga bertajuk Causeway Derby di Stadion Si Jalak Harupat, Kab. Bandung pada Kamis (1/10/2026).
Hasil ini membuat The Lions gagal lolos ke final atau pun perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026.
Mereka tertahan di peringkat 3 grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026.
Kekalahan ini jadi yang terbesar buat Singapura atas rivalnya dalam Causeway Derby sejak 1978.
Baca Juga: Ada yang Aneh, John Herdman Kaget Bagaimana Mungkin Malaysia Bisa Menang 6-0 Atas Singapura
Malaysia melawan Singapura dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (Instagram @malaysia_nt)
Laga Singapura Vs Malaysia sering disebut Causeway Derby karena letak geografis kedua negara yang dihubungkan oleh jembatan Tambak Johor (Johor-Singapore Causeway).
Selain kalah memalukan dari rival, Singapura juga mesti mengevaluasi diri dengan hasil ini yang terjadi dalam 3 bulan sebelum Piala Asia 2027.
"Selamat untuk Malaysia, mereka benar-benar layak untuk lolos ke final," kata pelatih Singapura, Gavin Lee dilansir BolaSport.com dari The Straits Times.
“Sejujurnya, ini tidak terasa seperti pertandingan dengan skor 6-0, tapi kami jelas tidak berbuat cukup untuk lolos, dan itu memalukan bagi kami."
“Itu adalah sesuatu yang perlu kita renungkan dan sadari pada level mana kita ingin bersaing dan terus mencoba untuk mengambil langkah selanjutnya," tambahnya.
Dugaan bahwa Singapura telah melepas pertandingan ini juga mengemuka terutama dari fans Indonesia.
Pasalnya di bawah asuhan Gavin Lee sejak 2025, Singapura dikenal dengan pertahanan solid dan daya juang yang tak gampang mengalah.
Baca Juga: Yunus Nusi Sampai Marah dan Turun ke Lapangan, John Herdman Akui Wasit Salah Kasih Tambahan Waktu
Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
Ini adalah kekalahan dengan margin terbesar, sementara 3 kekalahan lain yang dialami Gavin Lee tidak sampai di atas margin 2 gol.
Gavin Lee pun menampik disebut Singapura meremehkan pertandingan melawan Malaysia ini.
"Setiap pertandingan selalu menjadi cek kenyataan," kata pelatih berusia 36 tahun ini.
"Kami tidak pernah menganggap remeh pertandingan apa pun dan mengingat konteksnya, kondisinya."
"Tim yang begitu termotivasi untuk mencetak lebih banyak gol setelah skor 3-0 (Malaysia) adalah hal yang tidak normal," tambahnya.
Pada akhirnya, Malaysia pun gagal lolos ke final dan harus finis di peringkat kedua di bawah Indonesia.
Harimau Malaya akan menjalani perebutan tempat ketiga melawan (kemungkinan Vietnam) runner-up grup B FIFA ASEAN Cup 2026.
Baca Juga: Target Alwi Farhan setelah Asian Games 2026, 2 Turnamen Elite di Eropa Menunggu
Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee (kiri), sedang memberikan intruksi kepada para pemainnya saat bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)