Pelatih Bangladesh Buka-bukaan soal Keributan Anak Asuhnya dengan Pemain Timnas Indonesia: Bagian dari Pertandingan - Semua Halaman - Bolasport.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Selebrasi Timnas Indonesia ketika berhasil mencetak gol yang memastikan diri lolos ke final FIFA ASEAN CUP 2026 (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley buka suara soal insiden ketibutan dalam duel melawan Timnas Indonesia di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia memang menang 9-2 pada laga kontra Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB.
Namun, kemenangan Timnas Indonesia tersebut juga diwarnai insiden kurang mengenakkan selama babak kedua.
Para pemain kedua tim sempat mengalami keributan sebelum injury time.
Keributan awalnya melibatkan Ole Romeny dan salah satu pemain Bangladesh, lalu eskalasinya semakin besar.
Setelah insiden tersebut, Timnas Indonesia berhasil mencetak gol kedelapan melalui tandukan Kevin Diks.
Tidak lama kemudian, Timnas Indonesia mendapatkan gol tambahan melalui sepakan Mitchell Baker.
Usai laga selesai, Hamza Choudury pun langsung menyulut keributan kepada beberapa pemain Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, buka suara usai dikalahkan Timnas Indonesia, pertanyakan keputusan wasit mengubah tambahan waktu babak kedua (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
Keributan sempat pecah lagi sebelum perangkat pertandingan berhasil memisahkan mereka semua.
Namun, Thomas Dooley sang pelatih mengaku tidak memahami penyebab keributan bermula.
"Saya tidak tahu apakah mereka berbicara satu sama lain dengan pemain lawan, apakah ada pelanggaran, atau apa yang sebenarnya mereka katakan," ujar Thomas Dooley usai laga.
"Dari luar, saya tidak tahu. Anda harus bertanya kepada pemain tersebut apa masalahnya dengan dia, atau antara pemain kami dan pemain mereka," imbuhnya.
Namun, insiden seperti itu dianggap sang pelatih sebagai bagian dari pertandingan.
Bangladesh datang kemari untuk memenangkan pertandingan dan siap mengerahkan segalanya dalam pertarungan.
"Namun, ini adalah pertandingan."
"Turnamen ini bukan pertandingan persahabatan dan kami tidak datang ke sini untuk berlibur."
"Ini adalah pertarungan. Dalam sebuah pertarungan, Anda memberikan 100 persen," imbuhnya.
Thomas Dooley mengaku bahwa Timnas Indonesia datang dengan situasi jauh berbeda, karena ingin gol yang lebih banyak demi tiket final.
"Kalau membandingkan pertandingan Indonesia melawan Singapura dengan Indonesia melawan kami, situasinya benar-benar berbeda," ujar Dooley.
"Kami bermain melawan tim terbaik. Kami tidak ingin dihancurkan. Kami ingin melawan mereka, memberikan perlawanan, dan menunjukkan bahwa kami mampu bersaing. Sementara mereka harus menang."
"Itu situasi yang benar-benar berbeda."
"Sebagai pemain, Anda tentu berusaha memberikan segala yang Anda punya. Jika ada keputusan wasit yang tidak Anda setujui, Anda bisa berbicara dengan pemain lain. Atau Anda mungkin mendapat pelanggaran."
"Ada banyak hal yang bisa terjadi. Tapi saya tidak tahu persis. Anda harus bertanya kepada pemainnya," tutupnya.