PBSI Beri Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia Total Rp 4,8 Miliar, termasuk Jam Tangan meski Bukan Rolex - Semua Halaman - Bolasport

BOLASPORT.COM - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan apresiasi kepada tim bulu tangkis Indonesia atas hasil yang dicapai pada Asian Games 2026, Aichi-Nagoya.
Tim bulu tangkis Indonesia membawa pulang 2 medali emas, 1 medali perak, dan tiga medali perunggu pada multi ajang empat tahunan terbesar di Asia.
Medali emas didapat dari beregu putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra), medali perak disumbangkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (ganda campuran).
Medali perunggu diperoleh dari nomor beregu putri, Alwi Farhan (tunggal putra) dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra).
"Kami membawa pulang dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Tentu kami bangga. Namun, yang ingin kami apresiasi bukan hanya mereka yang berdiri di podium," kata Ketua Umum PP PBSI, M Fadil Imran kepada media, termasuk BolaSport.com di pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
"Ada para pelatih, tim performance official, staf dan karyawan Pelatnas, serta banyak orang yang bekerja di belakang layar."
"Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Hasil Asian Games memberi kami keyakinan bahwa proses pembinaan dan regenerasi yang sedang dibangun mulai menunjukkan hasil."
"Tetapi saya selalu mengingatkan anak-anak, jangan cepat puas. Mulai terlihat bukan berarti selesai. Masih banyak yang harus kita evaluasi dan perbaiki."
"Perjalanan kita masih panjang, dan tujuan besarnya tetap sama, yaitu membangun prestasi yang konsisten menuju Olimpiade Los Angeles 2028."
"Terima kasih kepada pemerintah, NOC Indonesia, KONI, sponsor dan mitra klub, pemerintah provinsi, teman-teman media, serta seluruh masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya. Hari ini kita bersyukur. Setelah ini, kita kembali bekerja, berlatih, dan berjuang untuk Merah Putih."
Tim beregu putra mendapat bonus Rp 2 miliar, tim beregu putri Rp 500 juta, Leo/Daniel sebesar Rp 1 miliar, Alwi dan Fajar/Fikri mendapat bonus Rp 250 juta.
Para pelatih juga mendapat apresiasi dari PBSI. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian mendapat apresiasi Rp 50 juta, Shandy Puspa Irawati selaku manajer tim (Rp 25 juta), Indra Wijaya (pelatih tunggal putra Rp30 juta), Imam Tohari (pelatih tunggal putri Rp 30 juta).
Selain itu, pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho (pelatih ganda putra Rp 30 juta), dan Nova Widianto (pelatih ganda campuran) mendapat bonus Rp 30 juta dengan total pemberian bonus Rp 4,8 miliar.
Tim bulu tangkis Indonesia juga mendapat jam tangan merek Regan Harney.
"Saya tidak menghitung jumlahnya berapa. Pokoknya semua kami apresiasi. Bukan nilai uangnya, tetapi itu wujud perhatian kita, PBSI, kepada semuanya. Mulai dari tim yang mendukung di balik layar, anak-anak yang bertempur, dan pelatih yang tentunya mendampingi atlet kita," ucap Fadil.
Pada Asian Games 2022 di Hangzhou China, Indonesia tidak membawa pulang satu medali sama sekali.
Fadil mengatakan bahwa keberhasilan pada Asian Games 2026 didapat dari proses regenerasi, keberlanjutan kompetisi, dan keberlanjutan pembinaan.
"Saya kira itu kata kuncinya. Di bawahnya banyak pilar yang mendukung itu. Cipayung ini bukan hanya tempat berlatih, tetapi menjadi akademi badminton," kata Fadil.
"Saya sudah menyampaikan beberapa program bahwa anak-anak di sini harus didukung dengan semua hal untuk menuju puncak prestasi tertinggi."
Sport science bukan hanya slogan, tetapi betul-betul kita kerjakan. Dan semuanya terukur dan jelas, mulai dari kemampuan fisik, kondisi kesehatan, hingga kondisi psikologis.
"Tentu untuk teknis di lapangan, Kabid Binpres bersama tim kepelatihan akan memberikan evaluasi secara berjenjang, bertahap, dan berlanjut setiap waktu. Saya kira itu."
Fadil juga menjelaskan alasan pemberian bonus berupa jam tangan. Belum lama ini di media sosial kembali diungkit tentang tim sepak bola Indonesia yang mendapat bonus jam tangan Rolex dari Presiden Prabowo Subianto.
Bonus diberikan setelah timnas sepak bola Indonesia menang melawan China dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Istana memastikan hadiah yang diberikan tidak menggunakan uang negara melainkan dana pribadi Prabowo.
Diketahui, timnas Indonesia berhasil melaju ke ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kemenangan diraih Indonesia pada matchday kesembilan Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Juni 2025.
"Ada yang mau memberi (jam tangan). Kalau ada lagi yang mau memberi, kenapa tidak? Jadi, kebetulan ada yang mengapresiasi produk jam tangan dalam negeri. Dia ingin memberikan apresiasi kepada anak-anak, ya kami persilakan," tutur Fadil.
Fadil juga mengapresiasi Moh Zaki Ubaidillah yang masih berusia 19 tahun tetapi mampu tampil maksimal sebagai penentu kemenangan tim putra Indonesia pada final Asian Games 2026 menghadapi China.
"Ubed (panggilan Moh Zaki) memperlihatkan prestasi yang cukup luar biasa. Tahun lalu rankingnya masih 100-an, sekarang dia sudah berada di posisi 29. Kami ingin semuanya berjalan sesuai dengan proses, supaya matangnya juga benar-benar melalui tahapan-tahapannya," kata Fadil.
"Kami optimistis. Mudah-mudahan Ubed bisa mempertahankan performanya, dijauhkan dari cedera. Pelan-pelan, dari seri 300, naik ke 500, naik ke 750, bisa juara Super 1000 nanti. Insha Allah."
"Kami berharap performa dari tangga kejuaraan yang dilewati itu bisa mengantarnya sampai ke Olimpiade."
Fadil yang menyaksikan langsung final beregu putra bersama Wamenpora, Taufik Hidayat mengakui bahwa dia percaya dengan kebangkitan tim Indonesia saat tertinggal, 0-2.
"Kalau belum game, saya merasa kita belum selesai. Oleh sebab itu, anak-anak sudah paham," aku Fadil.
"Apalagi Pak Wamen ini yang biasa bertempur di lapangan, mengatakan: satu poin berharga dan satu poin tidak boleh menyerah."
"Sebab itu saya yakin. Dan kita tahu kemampuan anak-anak. Bukan sekadar optimistis, tetapi kami tahu bagaimana kondisi performa dan head-to-head-nya."
"Olimpiade menjadi prioritas utama. Semua kiami persiapkan sesuai dengan program jangka panjang, bahwa full kuota di semua sektor. Nanti kami tinggal lihat perjalanannya. Road to Olympic mulai start awal Mei. Nanti kita lihat di situ karena persaingan di semua sektor merata."