Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Para Games Berita Featured Juara Medali Emas Para Atletik Partin Muhlisin Rekor Spesial

    Partin Muhlisin Tutup Para Atletik dengan Emas ke-14 Indonesia, Pecahkan Rekor Asian Para Games - Medcom

    5 min read

     

    Partin Muhlisin sumbang emas untuk kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. (Foto: Dok. Kemenpora)

    Nagoya: Partin Muhlisin menutup perjuangan cabang olahraga para atletik di Asian Para Games 2026 dengan prestasi gemilang. Pelari asal Magelang, Jawa Tengah, itu meraih medali emas nomor 100 meter putra T63 sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games dengan catatan waktu 12,37 detik pada Jumat, 23 Oktober 2026.

    Kemenangan Partin menjadi penutup manis bagi perjuangan tim para atletik Indonesia di Nagoya, Jepang. Medali tersebut sekaligus menjadi emas ke-14 bagi kontingen Merah Putih di Asian Para Games 2026.

    Partin tampil sebagai pelari tercepat, unggul 0,35 detik dari wakil Thailand, Phalatip Khamta, yang finis kedua dengan catatan waktu 12,72 detik. Hasil tersebut mengantarkan Partin mencatatkan namanya dalam daftar pemegang rekor Asian Para Games.

    Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena diraih setelah Partin melewati masa pemulihan cedera hamstring yang sempat membuatnya menepi dari lintasan selama lebih dari tiga bulan.

    “Perasaannya luar biasa, senang sekali. Prosesnya lumayan lama setelah kita dari Thailand. Persiapan memang sudah disiapkan oleh tim pelatih untuk kejuaraan ini, dan gol puncaknya memang untuk di Nagoya ini,” ujar Partin seusai pertandingan dalam rilis resmi Kemenpora.

    Ia juga mengaku sempat khawatir kehilangan keunggulan menjelang garis finis. Namun, Partin mampu mempertahankan posisinya hingga memastikan medali emas.

    “Cukup emosional karena yang ditakutkan dari pelari-pelari T42 itu kan dikejar di bagian akhir oleh atlet T63. Tapi Alhamdulillah, sangat emosional sekali karena bisa mempertahankan posisi sampai akhir,” lanjutnya.

    Bangkit Setelah Cedera Hamstring

    Medali emas di Nagoya menjadi bukti keberhasilan Partin melewati masa sulit. Setelah tampil pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand, ia mengalami cedera hamstring atau otot paha belakang pada awal tahun.

    Cedera tersebut membuatnya harus menjalani pemulihan selama lebih dari tiga bulan sebelum kembali mempersiapkan diri untuk kompetisi.

    “Sempat dilanda cedera di awal tahun, cederanya di bagian hamstring belakang kurang lebih tiga bulan. Tapi Alhamdulillah, H-3 bulan sebelum kejuaraan ini sudah benar-benar total sembuh,” ungkap Partin.

    Setelah kondisinya pulih, Partin kembali menjalani program latihan terstruktur bersama tim pelatih para atletik Indonesia. Latihan rutin dilakukan pada pagi dan sore hari untuk mengembalikan kebugaran sekaligus mempertajam performanya.

    “Untuk latihannya sendiri kami sudah terstruktur sama tim pelatih. Jadi setiap pagi sore tentunya, yang libur cuma hari Minggu sama Sabtu sore,” kata dia.

    Persiapan tersebut akhirnya membuahkan hasil di Nagoya. Bukan hanya merebut medali emas, Partin juga mampu memperbaiki catatan prestasinya di panggung olahraga para Asia dengan rekor baru Asian Para Games.

    Bidik Catatan Waktu 12 Detik

    Meski telah meraih emas dan memecahkan rekor Asian Para Games, Partin tidak ingin cepat berpuas diri. Ia menjadikan pencapaian di Nagoya sebagai modal untuk menghadapi kejuaraan internasional berikutnya.

    Salah satu sasaran terdekatnya adalah Kejuaraan Dunia Para Atletik yang dijadwalkan berlangsung di Uzbekistan pada 2027.

    Partin juga terus membidik peluang untuk bersaing di level Paralimpiade. Ia ingin meningkatkan kecepatan agar mampu memenuhi target waktu 12,00 detik.

    Saat ini, catatan waktu terbaik yang dimilikinya berada di angka 12,22 detik. Artinya, Partin masih perlu memangkas 0,22 detik untuk mencapai sasaran tersebut.

    “Catatan waktu tetap di 12,00 detik targetnya. Paling best saat ini 12,22 detik, masih ada 0,22 detik lagi yang harus dikejar. Semoga tercapai,” jelasnya optimistis.

    Target itu menjadi tantangan berikutnya bagi Partin setelah membuktikan dirinya mampu bangkit dari cedera dan tampil sebagai juara di Asian Para Games 2026.

    Persembahkan Emas untuk Keluarga dan Indonesia

    Di balik pencapaian di Nagoya, Partin tidak melupakan orang-orang yang selalu memberikan dukungan selama perjalanan kariernya.

    Ia secara khusus mempersembahkan medali emas tersebut kepada kedua orang tuanya yang berada di Desa Wonocoyo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

    Partin juga menyampaikan apresiasi kepada tim pelatih, seluruh tim para atletik Indonesia, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan.

    “Kemenangan ini terutama untuk kedua orang tua saya yang ada di Indonesia, di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang. Dan juga kepada para coach, tim para-atletik, serta terutama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selama ini,” tutur Partin.

    Para Atletik Sumbang 22 Medali

    Keberhasilan Partin menjadi bagian dari kontribusi besar cabang para atletik bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026.

    Secara keseluruhan, tim para atletik Indonesia menyumbangkan tiga medali emas, delapan perak, dan 11 perunggu sepanjang kompetisi.

    Pada hari yang sama, Ansyari meraih medali perak nomor lempar lembing putra F40-41. Saptoyogo Purnomo juga menyumbangkan perak dari nomor lari 200 meter putra T37, sedangkan Rica Oktavia meraih perunggu lompat jauh putri T20.

    Dengan tambahan emas dari Partin, Indonesia mengoleksi 14 medali emas, 20 perak, dan 37 perunggu atau total 71 medali. Berdasarkan pembaruan klasemen pada Jumat malam, kontingen Merah Putih berada di posisi kedelapan Asian Para Games 2026.

    Emas Partin bukan sekadar penutup perjuangan para atletik Indonesia di Nagoya. Kemenangan tersebut juga menegaskan arti penting ketekunan dalam proses pemulihan cedera, persiapan terukur, dan keberanian menetapkan target yang lebih tinggi untuk masa depan.

    (KAH)

    Komentar
    Additional JS