Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Para Games Berita Featured Juara Medali Emas Para Atletik Spesial

    Para Atletik Bersinar, Karisma Evi Tiarani Kunci Emas Asian Para Games 2026 - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Ragam
  • Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:57 WIB

    Atlet paraatletik, Karisma Evi Tiarani, berhasil meraih medali emas nomor 100 meter putri T63 pada Asian Para Games Rabu (21/10/2026).Atlet paraatletik, Karisma Evi Tiarani, berhasil meraih medali emas nomor 100 meter putri T63 pada Asian Para Games Rabu (21/10/2026). (NPC INDONESIA)

    BOLASPORT.COM - Atlet para atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih emas Asian Para Games 2026 Nagoya.

    Karisma Evi Tiarani membuktikan ambisinya dengan prestasi membanggakan di Asian Para Games 2026 Nagoya, Jepang.

    Evi, sapaan akrabnya, tanpa kesulitan mengunci medali emas nomor 100 meter putri T63 ajang Asian Para Games 2026. Kini, fokusnya langsung bergeser mengejar tiket untuk berlaga di Paralimpiade Los Angeles 2028.

    Atlet asal Boyolali itu meraih medali emas setelah mengungguli dua wakil tuan rumah Jepang, Tomomi Tozawa dan Kaede Maegawa dalam laga final di lintasan atletik Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Rabu (21/10/2026) pukul 11.00 waktu setempat.

    Evi menyentuh garis finish dengan catatan waktu 14,59 detik. Catatan itu sejatinya masih dibawah performa terbaiknya yang sempat menembus 14,26 detik di Paralimpiade Paris 2024.

    Meski begitu, Evi memimpin jauh dalam perlombaan gabungan klasifikasi T42 dan T63 ini. Tomomi Tozawa hanya mencatatkan waktu 16,08 detik dan Kaede Maegawa mencatatkan waktu 16,67 detik.

    Senyum lebar pun langsung terpancar dari wajah Evi saat berjalan melintasi mixed zone. Ia senang bisa mempersembahkan medali emas. Namun di sisi lain ia juga sedikit kecewa karena tak bisa mempertajam rekor dunianya di klasifikasi T42.

    "Sebenarnya sih masih agak kurang puas karena belum bisa pecah rekor pribadi. Tapi tetap harus disyukuri juga. Yang penting untuk saat ini bisa memenuhi target yaitu memberikan yang terbaik. Mungkin nanti bisa buat evaluasi kedepannya juga," ucap Evi.

    Capaian ini membuat Evi bisa pulang dengan tersenyum karena membawa pulang dua medali, dari target awalnya satu medali.

    Baca Juga: Asian Para Games 2026 - Kata Kadek Dwi usai Pecahkan Rekor Dunia dan Persembahkan Emas untuk Indonesia

    Satu medali lainnya diperoleh Evi saat tampil di nomor lompat jauh klasifikasi T42/T44/T61-64. Evi mampu mendapatkan medali perunggu.

    "Kalau targetnya sih sebenarnya paling enggak satu medali, entah emas, perak, atau perunggu. Tapi Alhamdulillah ada bonus juga di lompat jauh kemarin dapat perunggu. Jadi capaian ini sudah Alhamdulillah banget," tutur Evi.

    Evi pun mempersembahkan medali emas ini untuk sosok-sosok yang telah membantunya dari awal karier hingga sekarang, termasuk dukungan penuh dari masyarakat Indonesia.

    "Dua medali ini khususnya untuk Almarhum Pak Slamet Widodo. Beliau adalah pelatih di para atletik juga, pelatih saya. Kemudian yang kedua untuk keluarga, untuk orang tua, dan juga yang terakhir untuk seluruh masyarakat Indonesia," ucap Evi.

    Kejar Tiket Paralimpiade

    Setelah ini, Evi langsung fokus penuh untuk mengejar tiket agar lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Masih ada waktu yang cukup panjang bagi Evi untuk mengumpulkan poin dari kejuaraan-kejuaraan dunia sepanjang 2026 dan 2027.

    "Tentu saja (Asian Para Games) salah satunya sebagai batu loncatan karena ini juga bisa menjadi tolak ukur saya, nanti juga untuk evaluasi ke depannya. Tadi kurangnya apa-apa aja gitu," ungkap Evi.

    Evi masih menunggu informasi dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) terkait kejuaraan-kejuaraan yang akan diikuti untuk mengejar poin menuju Paralimpiade 2028.

    "Untuk berapa kejuaraannya masih menyusul, karena masih didiskusikan dengan pelatih," ucapnya.

    Baca Juga: Libas Jepang dan Irlandia, Indonesia Tantang Spanyol di Perempat Final Piala Dunia Sepak Bola CP

    "Doakan saya semoga masih bisa ikut di Paralimpiade Los Angeles 2028," imbuh Evi.

    Sementara itu, medali untuk Indonesia juga bertambah dari nomor 100 meter klasifikasi T37. Saptoyogo Purnomo mendapatkan medali perak setelah menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 11,35 detik. Sementara medali emas menjadi milik wakil Arab Saudi, Ali Alnakhli dengan catatan waktu 11, 31 detik.

    Secara keseluruhan, hingga pukul 10.45 WIB, tim para atletik sudah menyumbangkan 2 medali emas, 4 perak dan 6 perunggu. Medali ini masih sangat mungkin bertambah karena ada beberapa atlet yang melakoni partai final, termasuk Saptoyogo Purnomo dari nomor 200 meter T37, 400 meter T37 dan 4x100 meter universal relay.

    Komentar
    Additional JS