MotoGP Bakal Batasi Anggaran Tim, Ikuti Langkah Formula 1 - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - MotoGP mulai membuka kemungkinan untuk menerapkan aturan batas anggaran atau budget cap seperti yang sudah lebih dulu diterapkan di Formula 1.
Direktur Olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengungkapkan bahwa aturan tersebut sedang dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan kejuaraan dan membantu para pabrikan.
Meski begitu, Ezpeleta menegaskan bahwa saat ini MotoGP tidak memiliki masalah terkait persaingan di lintasan. Sebab, hasil balapan menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang memiliki anggaran terbesar.
Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Begini Cara Bayar Online Tanpa ke Samsat
Dalam wawancara bersama Motorsport.com, dikutip Crash, Kamis (13/8/2026), Ezpeleta mengatakan, meski tidak ada hubungan langsung antara besarnya uang yang dikeluarkan dengan kesuksesan di lintasan, batas anggaran tetap bisa memberikan dampak positif bagi kejuaraan.
Calon Pembeli Masih Menanti Kepastian Insentif Motor Listrik
MotoGP Pelajari Aturan Budget Cap
Di Formula 1, aturan budget cap mulai diterapkan sejak 2021. Regulasi tersebut mencakup sebagian besar pengembangan mobil dan performa, termasuk biaya staf.
Namun, ada beberapa hal yang dikecualikan seperti gaji pebalap, tiga staf dengan bayaran tertinggi, biaya pemasaran, serta perjalanan.

Lihat Foto
Baca juga: Media Italia Sorot Perjuangan Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup
Penerapan aturan ini diawasi oleh FIA melalui audit keuangan. Budget cap dianggap membantu Formula 1 menarik lebih banyak pabrikan baru sekaligus membuat tim yang sudah ada lebih sehat secara finansial.
Ezpeleta mengakui menerapkan aturan serupa di MotoGP bukan pekerjaan mudah karena karakter setiap pabrikan berbeda.
"Ini adalah tujuan yang sangat ambisius karena para konstruktor (MotoGP) berasal dari perusahaan, latar belakang, dan organisasi yang berbeda," ujar Ezpeleta.
Baca juga: Promo Ceban di Alfamart 1-15 Oktober 2026, Camilan dan Minuman Cuma Rp 10.000
"Hal ini perlu dipelajari, tapi kalau ada kemauan, pasti ada jalan," lanjutnya.
Aprilia Jadi Bukti Uang Bukan Segalanya
Berbeda dengan Formula 1 yang sebelumnya memiliki kesenjangan besar antara tim dengan dana besar dan kecil, MotoGP saat ini justru menunjukkan persaingan yang cukup ketat.
Performa Aprilia yang mampu memberikan kejutan musim ini menjadi salah satu contoh bahwa kesuksesan di MotoGP tidak selalu bisa dibeli dengan anggaran besar.
Baca juga: Robot di China Punya Sekolah Khusus, Latih Ambil Botol hingga Lipat Pakaian
"Ini dibutuhkan karena beberapa alasan berbeda. Kami tidak punya masalah di lintasan. Hal itu sangat penting untuk digarisbawahi," kata Ezpeleta.

Lihat Foto
"Anda bisa melihat sekarang bahwa beberapa pabrikan mampu mengungguli mereka yang memiliki anggaran lebih besar," lanjutnya.
Meski begitu, Ezpeleta menilai masih ada peluang untuk membuat pengelolaan biaya di MotoGP menjadi lebih efisien.
"Saya pikir penting untuk membangun alasan yang jelas tentang bagaimana dan mengapa kami melakukan ini," kata dia.
Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Begini Cara Bayar Online Tanpa ke Samsat
"Kami memiliki peluang di depan mata. Saya percaya beberapa pabrikan memiliki ruang yang cukup besar untuk mengurangi anggaran mereka," lanjutnya.
Jika nantinya benar-benar diterapkan, budget cap di MotoGP bisa menjadi langkah baru untuk menjaga keseimbangan finansial tanpa mengurangi persaingan antar pabrikan di lintasan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Produksi Massal Mobil Nasional di Subang Mulai 2028