Moto3 Malaysia 2026 - Kritik Aspal Sirkuit Sepang hingga Rahasia Kecepatan Veda yang Diungkap Danish - Semua Halaman - Bolasport.l
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 30 Oktober 2026 | 17:56 WIB
Pembalap AEON Credit MT Helmets MSI, Hakim Danish, setelah sesi Practice Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Jumat, 30 Oktober 2026. (MOTOGP.COM)
BOLASPORT.COM - Dua pembalap Asia Tenggara di Moto3, Hakim Danish (AEON Credit MT Helmets MSI) dan Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), melejit pada hari pertama Moto3 Malaysia 2026.
Veda Ega Pratama dan Hakim Danish selalu mengisi lima besar pada latihan bebas pertama dan latihan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat (30/10/2026).
Pembalap asal Indonesia itu sedikit lebih cepat daripada harapan tuan rumah dengan keunggulan 0,054 detik pada sesi pra-kualifikasi.
Sementara Veda di posisi ketiga dengan catatan waktu lap 2 menit 11,519 detik, Danish berada tepat di bawahnya dengan torehan 2 menit 11,573 detik.
Performa kuat Veda dan Danish tetap muncul kendati kondisi trek yang sulit. Masalah yang dikeluhkan para pembalap adalah rendahnya tingkat grip.
Mantan pembalap yang juga mentor Hakim Danish, Zulfahmi Khairuddin, menyadari bahwa aspal di Sepang kian memburuk.
Kekhawatiran sudah muncul sebelum akhir pekan balapan karena Sepang pada awal bulan ini baru saja menggelar race Formula 1.
Baca Juga: Moto3 Malaysia 2026 - Tak Mau Kalah dari Veda, Hakim Danish Incar Pole Position di Kandang
"Saya bisa mengatakan bahwa lintasan ini semakin memburuk dalam hal cengkeraman," kata Zulfahmi, dilansir BolaSport.com dari NST.
"Banyak aspal yang sudah terlepas," kata pria yang pernah mencatat pole dan podium kedua pada balapan Moto3 Malaysia 2012.
"Banyak pembalap mengeluh bahwa tidak ada cengkeraman. Bukan hanya pembalap Moto3 yang mengeluh, bahkan para pembalap MotoGP pun mengatakan hal yang sama."
"Jika melihat waktu lap, catatanya tersebut lebih lambat lebih dari satu detik dibandingkan rekor di sini."
"Itu menunjukkan bahwa kondisi lintasan tidak baik. Saya yakin lintasan ini harus diperbaiki karena banyak tikungan yang kondisinya sudah tidak baik lagi."
Zulfahmi berharap Danish tetap kompetitif pada balapan hari Minggu. Menemukan setelan dan ritme yang cepat bakal krusial
"Kami akan melakukan simulasi lomba besok pagi, tetapi kondisinya tidak akan persis sama karena balapan dijadwalkan pada Minggu pukul 12.00."
"Saat ini, dia menikmati setiap momen di sini dan kami berharap dia bisa tampil maksimal pada hari Minggu," harapnya.
Sementara itu, Danish merasa tingkat grip yang rendah menambah kesulitannya ketika melewati tikungan-tikungan cepat.
Kewaspadaan Danish juga tertuju kepada para pembalap Honda yang lebih cepat di sana.
Walau masih kesulitan mendobrak dominasi KTM di kelas Moto3, Honda datang sebagai pabrikan pemenang pada GP Malaysia tahun lalu.
Selain Veda sebagai pembalap Honda terdepan pada hari Jumat, ada Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang menempati posisi kelima pada sesi latihan.
"Di sirkuit ini, motor Honda juga cukup kuat karena memiliki keunggulan di tikungan cepat dengan melewatinya lebih cepat," kata Danish, dilansir BolaSport.com dari Berita Harian.
"Namun, saya mencoba mencari cara untuk mengatasi keunggulan mereka di area tersebut," katanya setelah sesi practice.
Danish sendiri berambisi merebut pole position pada sesi kualifikasi.
"Saya ingin mencoba meraih pole position, tetapi jika saya tidak beruntung, saya akan terus mencoba," kata Danish.