Mimpi Jadi Raja ASEAN, Malaysia Diminta Tahu Diri: Lawan 10 Pemain Indonesia Saja Nggak Bisa Menang! - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:53 WIB
Winger Timnas Malaysia, Arif Aiman, merayakan gol ke gawang Timnas Bangladesh di laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. (MALAYSIA NT)
SUPERBALL.ID - Timnas Malaysia diminta tahu diri untuk tidak bermimpi jadi raja ASEAN meski tak terkalahkan di FIFA ASEAN Cup 2026.
Arah Timnas Malaysia dipertanyakan, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dituntut tegas dalam mematok jangka pendek maupun panjang.
Publik Malaysia larut dalam kebanggaan usai tim nasional mereka keluar sebagai peringkat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Vietnam.
Harimau Malaya bahkan mencatatkan rekor impresif dengan tak terkalahkan sepanjang turnamem resmi FIFA tersebut.
Namun, kebahagiaan itu bak semu bagi Pekan Ramli dari kacamatanya sebagai pengamat, Malaysia tak memenangkan apa pun.
"Bukankah itu tolok ukur kita? Kita perlu melihat ke depan sekarang," kata Datuk Pekan Ramli seperti dikutip dari Harian Metro.
"Selama kita tidak muncul sebagai juara, selama kita tidak muncul sebagai raja ASEAN, selama kita tidak banyak bicara," imbuhnya.
Pekan Ramli bahkan menyemprot Malaysia yang tak bisa mencetak satu gol pun melawan 10 pemain Timnas Indonesia.
Pertandingan yang seharusnya dapat dimenangkan Malaysia malah berakhir tragis terhadap nasib skuad Harimau Malaya.
Baca Juga: Ungguli Timnas Indonesia, Malaysia Catat Lonjakan Ranking FIFA Tertinggi di ASEAN
"Bahkan bermain dengan 10 pemain pun, kami tidak bisa menang. Jadi di sini kita perlu melihat aspek apa yang mungkin menjadi kelemahan bagi pelatih kita."
"Tidak bisa dilihat secara keseluruhan karena kita imbang dengan Indonesia, kita sudah hebat. Seharusnya kita memenangkan pertandingan itu," katanya melanjutkan.
Lebih lanjut, FAM diminta untuk tidak tergesa-gesa dalam melalukan evaluasi terhadap skuad Timnas Malaysia beserta jajaran pelatih.
Bagi Pekan Ramli, ia tak mau FIFA ASEAN Cup hanya dijadikan sebagai ajang menguji kualitas pelatih yang bahkan tak memberi gelar juara.
"Dengan perencanaan FAM ini, mereka perlu melihat kembali apa rencana utama dan indikator kinerja mereka," kata Pekan Ramli lagi.
"Apakah kita hanya ingin melihat kemampuan pelatih kita untuk membawa kita ke level ASEAN? Kita bahkan belum menang."
FIFA ASEAN Cup juga disebut tidak relevan untuk tim yang hanya ingin menguji kualitas mereka, Malaysia butuh lawan yang lebih banyak.
Namun satu garis besar dapat ditarik lewat turnamen resmi FIFA pertama di Asia Tenggara bahwa Malaysia gagal menorehkan prestasi.
Baca Juga: Malaysia dan Vietnam Tak Cuma Berisik, Justin Hubner Ungkap Ada Ancaman Pembunuhan
"Terkadang dalam kompetisi ini kita tidak bisa benar-benar menguji diri kita sebagai juara sejati," katanya lagi.
"Alasannya adalah kita hanya memiliki empat tim untuk dihadapi di FIFA ASEAN Cup 2026."
"Bukankah prestasi kita akan didasarkan pada empat pertandingan itu?" pungkasnya.