Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Bulu Tangkis indonesia Daniel Marthin Featured Leo Rolly Carnando Spesial

    Mental Juara Leo/Daniel saat Asian Games 2026 Diakui, Pelatih Ganda Putra Indonesia Ungkap Pesan Khusus di Final - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40 WIB

    Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berpose dengan medali emas  Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026).Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berpose dengan medali emas Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026). (YUICHI YAMAZAKI/AFP)

    BOLASPORT.COM - Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menilik kembali perjuangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada Asian Games 2026.

    Geliat Leo/Daniel sebagai salah satu andalan ganda putra Indonesia mulai terlihat setelah mereka dipasangkan lagi dan tampil pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

    Duet yang kini berada di peringkat ke-26 dunia tersebut tampil mengesankan baik pada kategori beregu putra dan individual di tengah pasang surut yang ada.

    Saat turun pada kategori beregu, Leo/Daniel menyumbang poin di laga final perebutan medali emas melawan China yang menurunkan He Ji Ting/Liu Yi.

    Menghabiskan durasi selama 44 menit, Leo/Daniel menang 23-21, 21-10 untuk mempersembahkan medali emas di kategori ini.

    Kesuksesan tersebut menular saat Leo/Daniel berjuang pada kategori individual di mana mereka mampu mengalahkan pasangan-pasangan yang kuat.

    Pada babak semifinal, Leo/Daniel berhasil menumbangkan ganda putra nomor 1 dunia asal Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae.

    Penampilan solid ditunjukkan Leo/Daniel dengan menang dua gim langsung atas Kim/Seo 21-11, 21-14.

    Dalam laga perebutan medali emas, Leo/Daniel harus bersaing melawan ganda putra terbaik China saat ini, Liang Wei Keng/Wang Chang.

    Baca Juga: Ganda Putra Pelapis Malaysia Akui Kecewa Dipisah Herry IP

    Laga berjalan sulit bagi Leo/Daniel mengingat mereka tidak memiliki catatan pertemuan yang baik saat berjumpa ganda putra peringkat 2 dunia tersebut.

    Meski demikian, Leo/Daniel menunjukkan upaya keras untuk menjadi yang terbaik dan merebut medali emas secara dramatis dengan kemenangan 19-21, 21-13, 21-18.

    Sebagai pelatih kepada ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menunjukkan perbedaan dalam diri Leo/Daniel setelah mereka dipasangkan kembali.

    Coach Anton menyebut komunikasi dan komitmen menjadi hal utama bagi Leo/Daniel dalam kesempatan kedua mereka sebagai partner di lapangan.

    "Komunikasi ya, komunikasi sama komitmen dia, kerja keras dia dengan disiplin saya juga komunikasi pola mainnya dia," kata Anton.

    "Kekurangan individu yang dia mau, dia bisa denger, dia bisa mau berubah, mungkin perubahan di situ," tuturnya menambahkan.

    Untuk laga final melawan Liang/Wang, Anton menegaskan pesan kepada Leo/Daniel di tengah catatan buruk dari segi rekor pertemuan sebelumnya.

    Dia juga berpesan kepada Leo/Daniel untuk tampil tanpa beban alias nothing to lose di kategori individual ini mengingat mereka baru berduet kembali.

    "Leo/Daniel kan memang baru dipasangkan kembali ya, tapi sebelum itu mereka pernah berpasangan, sebetulnya tidak sulit ya komitmennya mereka berdua," kata Anton.

    "Waktu Asian Games saya bicara kepada mereka main dengan nothing to lose saja, karena posisi mereka berada di atas Leo/Daniel."

    "Tapi dengan kemampuan Leo/Daniel mestinya mereka mampu," tuturnya menambahkan.

    Sebuah pesan khusus ditujukan kepada Leo pada laga final di mana dia harus aktif membendung bola-bola depan dari Liang/Wang.

    Dengan perjuangan yang dramatis di lapangan, Anton memuji mental juara Leo/Daniel yang akhirnya bisa berdiri di podium tertinggi hajatan olahraga terbesar di Asia itu.

    "Pas final itu saya komunikasi sebelum Asian Games kan pernah bertemu di Australian Open dan mereka kalah, saya bilah ke mereka bahwa Liang/Wang tidak mungkin main defend, mereka pasti menyerang," ucap Anton.

    "Saya juga waspada supaya Leo aktif di bola-bola depan, fokusnya saat itu pasti saya kasih instruksi ke Leo karena dia playmaker, jangan sampai bola depan kalah dari Wang Chang."

    "Bola-bola depan dia harus aktif, nyari bola yang agar nanti Daniel yang menyerang, pasti tegang apa lagi di game 3, memimpin selisih 5 poin sampai dikejar."

    "Pasti disitu ada ketegangan, sayang kalau tidak dimanfaatin. game ketiga memang saya cukup senang, Leo/Daniel ada mental juaranya," imbuhnya.

    Baca Juga: Hasil Suhandinata Cup 2026 - Sapu Bersih Grup C2, Indonesia Siap Rebutan Tiket Perempat Final Melawan Taiwan

    Komentar
    Additional JS