Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Bangladesh Timnas Indonesia

    Mengapa Injury Time Indonesia vs Bangladesh Tambah dari 2 ke 7 Menit? Ini Aturan Resmi FIFA - Tribunnews

    5 min read


    FIFA Asean Cup 2026

    Mengapa injury time Timnas Indonesia vs Bangladesh dari +2 membengkak jadi +7 menit? Ini penjelasan regulasi FIFA dan rincian pengecekan VAR

    Tayang:


    Mengapa Injury Time Indonesia vs Bangladesh Tambah dari 2 ke 7 Menit? Ini Aturan Resmi FIFA

    Tribunnews.com/JEPRIMA

    GOL KE-8 - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks menyundul bola masuk ke gawang Bangladesh di laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion SUGBK, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026. Ini jadi gol ke-8 Indonesia di laga tersebut dimana Indonesia menang 9-2. 

    Ringkasan Berita:
    • Aturan Resmi IFAB: Berdasarkan Law 7: Duration of the Match Pasal 7.3, angka pada papan waktu tambahan merupakan durasi minimal dan wasit berhak menambah sesuai waktu yang terbuang (dead time).
    • Akumulasi Drama VAR: Terjadi 4 kali pengecekan VAR sepanjang babak kedua yang memakan waktu hingga 5 menit.
    • Insiden Injury Time: Ketegangan di menit akhir, termasuk pelanggaran dan kartu kuning Saad Uddin serta Ole Romeny, makin menambah durasi laga secara sah.

    TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Keputusan wasit yang memperpanjang waktu tambahan (stoppage/injury time) dari +2 menit menjadi +7 menit pada laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di SUGBK, Kamis 1 Oktober 2026 sempat memicu tanda tanya penonton.

    Banyak pecinta sepak bola mempertanyakan dasar hukum di balik pembengkakan durasi laga tersebut.

    Secara regulasi, perubahan durasi tambahan waktu tersebut sepenuhnya sah dan memiliki dasar hukum yang mengikat dalam aturan sepak bola internasional.

    Berdasarkan aturan resmi The IFAB (International Football Association Board) yang diadopsi oleh FIFA—khususnya pada Law 7: Duration of the Match Pasal 7.3 (Allowance for time lost)—angka yang diangkat oleh ofisial keempat di pinggir lapangan hanyalah perkiraan batas minimal, bukan batas mutlak berakhirnya laga.

    Wasit utama berhak menambah waktu jika terjadi insiden yang menyita durasi pertandingan.

    Baca juga: Peluang Juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN CUP 2026 Masih Terbuka, Ini Syaratnya

    Rincian 5 Menit Terbuang Akibat Drama VAR

    Faktor utama membengkaknya durasi laga adalah akumulasi waktu terbuang (dead time) saat perangkat pertandingan melakukan peninjauan video asisten wasit (VAR Check).

    Sepanjang babak kedua, tercatat ada 4 momen krusial pengecekan VAR yang menghentikan jalannya laga:

    • Menit 49'–50': Pengecekan VAR memakan waktu 1 menit.
    • Menit 69'–70': Pengecekan VAR memakan waktu 1 menit.
    • Menit 70'–72': Pengecekan VAR memakan waktu 2 menit.
    • Menit 84'–85': Pengecekan VAR memakan waktu 1 menit.

    Jika ditotal, durasi pertandingan terhenti akibat pengecekan VAR saja sudah mencapai 5 menit bersih.

    Insiden Panas di Menit Akhir

    Tak hanya drama VAR selama waktu normal, tensi panas yang terjadi saat injury time sedang berjalan semakin memperpanjang durasi tiup peluit akhir.

    Di masa krusial tersebut, sempat terjadi insiden pelanggaran keras yang memicu bentrokan fisik kecil dan berbuah kartu kuning untuk pemain Bangladesh, Saad Uddin, serta penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny.

    Mengacu pada aturan IFAB, waktu tambahan yang sudah diumumkan dapat diperpanjang oleh wasit utama akibat insiden susulan, namun tidak boleh dikurangi.

    Gabungan antara 5 menit waktu VAR yang terbuang plus drama insiden di masa injury time inilah yang secara otomatis menggeser papan +2 menit menjadi total +7 menit hingga laga usai.(*)

    Komentar
    Additional JS