Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Como 1907 Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Melawan Como seperti Datang ke Dokter Gigi, Mainnya Dibilang Mirip Barcelona - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Champions
  • Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

    Para pemain Como 1907 merayakan gol Martin Baturina (tengah) ke gawang RB Leipzig pada laga Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia (10/9/2026).Para pemain Como 1907 merayakan gol Martin Baturina (tengah) ke gawang RB Leipzig pada laga Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia (10/9/2026). (PIERO CRUCIATTI/AFP)

    BOLASPORT.COM - Menjelang pertandingan melawan Feyenoord, skuad Como menuai pujian dari sejumlah pihak.

    Kedua tim bersiap melakoni bentrokan pada matchday 2 Liga Champions di Stadion De Kuip, Rotterdam, Rabu (14/10/2026).

    Feyenoord kebagian menjamu klub milik orang Indonesia dengan kewaspadaan tinggi.

    Maklum, walaupun berstatus tim debutan, kekuatan Como tak bisa diremehkan.

    Armada Cesc Fabregas mengacak-acak hierarki klasemen Liga Italia dengan modal skuad muda yang bermain atraktif.

    I Biancoblu memiliki gaya permainan yang berbeda dari kebanyakan klub Italia sehingga menyulitkan tim lawan untuk mendeteksi level kekuatan mereka.

    Tanyakan pada RB Leipzig yang menjadi bulan-bulanan Martin Baturina dkk karena digilas 1-4 pada pertandingan debutnya di UCL, September lalu.

    Bagi klub-klub non-Italia, karakter bermain Como ibarat misteri. Rekam jejak mereka yang minim di pentas Eropa membuat peta kekuatannya sulit diukur.

    Akibatnya, calon lawan tim asal Lombardia tersebut harus berkutat dengan ketidakpastian saat menguji kemampuannya.

    Komentator kondang Italia, Francesco Repice, mengibaratkan duel versus Como seperti mendatangi dokter gigi.

    Seorang pasien tidak mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya ketika duduk di kursi pemeriksaan sembari diliputi kecemasan.

    Baca Juga: Mirwan Suwarso Tak Bisa Janjikan Scudetto untuk Como, tetapi...

    "Saya yakin bahkan Fabregas sendiri tidak tahu bagaimana akhirnya nanti," ucap Repice kepada La Provincia.

    "Dia tahu pasti apa yang bisa dia capai dalam hal kemampuan sepak bola, tetapi tidak tahu apa hasil akhirnya."

    "Tim lain memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tujuan yang bisa mereka raih, tetapi Como tidak."

    "Bermain melawan Como agak mirip dengan saat melawan Atalanta beberapa tahun lalu. Seperti pergi ke dokter gigi, saat itu pun Anda tidak selalu tahu apa yang akan terjadi," katanya.

    Como besutan Cesc Fabregas diwaspadai tim-tim besar Eropa di Liga Champions.Como besutan Cesc Fabregas diwaspadai tim-tim besar Eropa di Liga Champions. (CARLO HERMANN/AFP)

    Atalanta 2.0

    Analogi yang dipakai Repice cukup presisi.

    Saat menjalani debut di Liga Champions tujuh tahun silam, musuh-musuh Atalanta juga masih buta terhadap kekuatan mereka.

    Dampaknya, La Dea yang muncul di bawah radar sukses menggebrak dengan mencapai perempat final pada penampilan pertamanya di musim 2019-2020.

    Kondisi serupa bisa jadi direplika I Lariani pada edisi debutnya kali ini.

    Meskipun pengetahuannya minim mengenai Como, pelatih Feyenoord, Giovanni van Bronckhorst, sudah menangkap garis besar kekuatan mereka.

    Baca Juga: Hasil Liga Italia - Monster Gol Dikartu Merah, Kiper Jebolan Man United Selamatkan Roma Tanpa Lecet di Como

    "Como memang belum setingkat Barcelona, tapi gaya bermain mereka mirip," kata eks gelandang Blaugrana tersebut memberi perumpamaan.

    "Saat menguasai bola, mereka berusaha menciptakan peluang lewat penempatan posisi."

    "Mereka nyaman mengolah bola dan memiliki pemain-pemain yang, jika dibiarkan bebas, bisa menjadi penentu."

    "Kemajuan yang mereka raih dalam beberapa tahun terakhir hampir tak pernah terjadi dalam sepak bola modern, itu adalah kisah-kisah dongeng."

    "Selain itu, Como telah menunjukkan bahwa mereka bisa menyulitkan siapa pun, yang menunjukkan betapa berkualitasnya tim ini," ujar sang legenda Timnas Belanda, dikutip BolaSport.com dari Sportmediaset.

    Komentar
    Additional JS