Media Belanda Soroti Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup: 7 Pemain ‘Rasa Belanda’ Jadi Sorotan - Viva

VIVA – Kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 ikut mendapat perhatian dari media Belanda. Voetbal International (VI) menyoroti keberhasilan skuad Garuda dan menaruh perhatian pada tujuh pemain yang memiliki koneksi dengan sepak bola Belanda dalam starting XI.
Baca Juga
Indonesia menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2 hingga babak tambahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Bagi Indonesia, kemenangan tersebut sangat berarti karena menjadi trofi resmi pertama setelah terakhir kali meraih gelar pada 1991. VI bahkan menggambarkan suasana di Jakarta setelah kemenangan Garuda sebagai euforia besar.
Baca Juga
Dalam laporannya, Media Belanda itu secara khusus menyebut Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Thom Haye sebagai tujuh pemain dengan koneksi sepak bola Belanda yang tampil sejak awal pertandingan final.
“Dengan Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Thom Haye, Indonesia memiliki tujuh pemain bernuansa Belanda di starting XI,” tulis VI.
Baca Juga
Laporan itu menekankan kuatnya pengaruh sepak bola Belanda dalam skuad Indonesia saat ini. Para pemain tersebut memiliki latar belakang karier yang beragam, mulai dari bermain di kompetisi Belanda hingga berkembang di akademi dan lingkungan sepak bola Negeri Kincir Angin.
Tujuh Pemain yang Disorot Media Belanda
Dalam laporan Voetbal International, dari tujuh pemain yang disebut memiliki nuansa Belanda tersebut, hanya Justin Hubner dan Ole Romeny yang ketika itu bermain di Eredivisie bersama Fortuna Sittard.
Sementara itu, Kevin Diks bermain untuk Borussia Mönchengladbach, Calvin Verdonk memperkuat Lille, Joey Pelupessy bermain di Lommel SK, sedangkan Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye berkarier di Persib Bandung.
Nama-nama tersebut kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia hingga mengangkat trofi.
Justin Hubner bahkan ikut mencetak gol ketika Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 pada pertandingan terakhir fase grup. Dalam laga tersebut, Mitchell Baker menjadi bintang dengan lima gol, sementara Hubner, Rizky Ridho, Luke Vickery, dan Kevin Diks turut mencatatkan nama di papan skor.
Kemenangan telak itu menjadi penentu kelolosan Indonesia ke final. Garuda harus mencetak banyak gol karena Malaysia juga meraih kemenangan besar atas Singapura.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin serta selisih gol +9. Namun, Garuda unggul dalam jumlah gol yang dicetak sehingga berhak menjadi juara grup dan menghadapi Thailand di final.
Media Belanda Sudah Pantau Indonesia Sebelum Final
Sorotan Voetbal International terhadap Timnas Indonesia sebenarnya bukan baru muncul setelah Garuda menjadi juara. Sehari sebelum final, media tersebut sudah mengangkat antusiasme besar masyarakat Indonesia menyambut pertandingan melawan Thailand.
Voetbal International mengutip Ole Romeny yang menggambarkan atmosfer menjelang pertandingan sebagai sesuatu yang luar biasa. Penyerang yang berkarier di Fortuna Sittard itu mengatakan perhatian publik Indonesia terhadap final sangat besar.
“Setiap pertandingan saja sudah seperti kegilaan, tetapi perhatian terhadap pertandingan kali ini benar-benar tidak normal,” kata Romeny, dikutip Voetbal International.
Romeny juga menggambarkan Indonesia sebagai negara yang memiliki gairah besar terhadap sepak bola. Menurutnya, masyarakat ingin melihat tim nasional meraih trofi dan para pemain menyadari kesempatan tersebut.
Sorotan tersebut menunjukkan bahwa VI tidak hanya memperhatikan pemain yang memiliki koneksi Belanda, tetapi juga perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Indonesia Juara, Audero Jadi Pahlawan
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Photo :
- Dok. Kemenpora
Di final, Indonesia sempat berada dalam situasi sulit. Dean James membawa Garuda unggul pada menit ke-84. Namun, Thailand mampu menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.
Pertandingan kemudian berlanjut ke babak tambahan. Thailand sempat berbalik unggul melalui Peeradol Chamrasamee, tetapi Elkan Baggott menyelamatkan Indonesia lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-116.
Skor 2-2 bertahan hingga 120 menit. Adu penalti akhirnya menjadi penentu. Indonesia berhasil menang 4-2 setelah Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya.
Emil Audero kemudian menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah menggagalkan penalti Nattapong Sayriya. Penyelamatan tersebut memastikan pesta juara Indonesia di SUGBK.
Voetbal International juga menampilkan video suasana perayaan setelah Indonesia memastikan kemenangan. Media Belanda itu menggambarkan pesta di Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai euforia yang luar biasa.
Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti penting bagi sepak bola Indonesia. VI mencatat, Indonesia terakhir kali memenangkan trofi resmi pada 1991 ketika meraih medali emas SEA Games. Setelah itu, Garuda harus menunggu hingga 2026 untuk kembali mengangkat trofi di level senior.
![]()
Berbeda dengan Argentina yang Membelakangi Spanyol, Thailand Saksikan Indonesia Angkat Trofi, Alasan Kapten Bikin Haru
Thailand tetap menyaksikan Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Chanathip Songkrasin menegaskan pentingnya sportivitas dan menghormati pemenang.

VIVA.co.id
7 Oktober 2026