Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Persib Bandung Persib EPA U-18 Persib U-18 Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Manajemen Persib Kecam Aksi Kekerasan terhadap Tim U-18 di Batang, Desak Pelaku Diusut Tuntas - bola com

    6 min read

     

    Manajemen Persib mengecam keras ulah oknum suporter di Rest Area Batang, Jawa Tengah.

    BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 12 Oktober 2026, 13:45 WIB

    Bola.com, Bandung - Manajemen Persib Bandung mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang diduga merupakan bagian dari rombongan suporter dan mengenakan atribut klub tertentu terhadap rombongan Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11-10-2026) malam.

    Tindakan tersebut merupakan perbuatan serius yang tidak dapat ditoleransi dan tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apa pun.

    Insiden ini tidak hanya mengakibatkan personel Persib mengalami kekerasan fisik dan kerusakan bus rombongan, tetapi juga disertai dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18.

    Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

    2 dari 5 halaman


    Persib Sesalkan

    Manajemen Persib sangat menyesalkan terjadinya tindakan kekerasan yang turut mengancam keselamatan para pemain muda Persib EPA U-18.

    Sebagai atlet yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola, mereka berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk berkembang tanpa ancaman kekerasan.

    Segala bentuk tindakan yang membahayakan keselamatan personel, ofisial, maupun pemain, terlebih para atlet muda, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius.

    Kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola.

    Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum.

    3 dari 5 halaman


    Pernyataan Persib

    Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan perbedaan dukungan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, kekerasan, perusakan, ataupun tindakan yang merugikan pihak lain.

    Itulah mengapa, Adhitia Putra Herawan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak tegas setiap pelaku yang terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    "Kami berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta terungkap serta setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Adhitia dalam keterangan resmi, Senin (12-10-2026).

    4 dari 5 halaman


    Keselamatan Perhatian Utama

    Sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti insiden ini, Adhitia mengungkap, manajemen Persib telah melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League selaku operator kompetisi.

    Hal itu agar menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta regulasi yang berlaku.

    Manajemen juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak serta mengawal penanganan kejadian ini.

    "Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda Persib EPA U-18, menjadi perhatian utama kami," imbuhnya.

    5 dari 5 halaman


    Imbauan kepada Bobotoh

    Di sisi lain, Adhitia juga mengimbau seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.

    "Kami memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan Bobotoh atas kejadian ini. Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum," ujarnya.

    "Tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak," tambah Adhitia.

    Rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama.

    "Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat bagi tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan dan merampas hak orang lain," tegas Adhitia.

    Loading

    Komentar
    Additional JS