Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita EPL Featured Liga Inggris Manchester City Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Man City Resmi Ajukan Banding ke Premier League, Ngotot Tak Bersalah Malah Bikin Fan Serbasalah - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Inggris
  • Sabtu, 3 Oktober 2026 | 05:30 WIB

    Man City resmi mengajukan banding atas dakwaan pelanggaran finansial yang dijatuhkan Premier League.Man City resmi mengajukan banding atas dakwaan pelanggaran finansial yang dijatuhkan Premier League. (OLI SCARFF/AFP)

    BOLASPORT.COM - Keputusan Man City melawan putusan Premier League diyakini malah memperburuk citra mereka sendiri di mata fan dan khalayak sepak bola.

    Opini tersebut diutarakan legenda Liverpool yang juga pengamat sepak bola, Jamie Carragher, menyikapi respons The Citizens dalam kasus pelanggaran finansial sepanjang 2009-2018.

    Jumat (2/10/2026), pihak Manchester City merilis konfirmasi mengajukan banding atas dakwaan Komisi Independen Premier League yang dirilis pada 25 September lalu.

    Mereka bersikukuh menolak segala tudingan dan menyatakan diri tidak bersalah.

    Kubu Manchester City menyiapkan bukti-bukti yang diyakini bakal melibas validitas data hasil investigasi otoritas Liga Inggris.

    "Manchester City Football Club dapat mengonfirmasi bahwa pukul 19.00 pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, Klub telah mengajukan banding yang komprehensif terhadap putusan Komisi Liga Premier, terkait masalah disiplin Liga Premier (pelanggaran keuangan)."

    "Sikap tegas Klub adalah bahwa, berdasarkan berbagai alasan, putusan tersebut mengandung kesalahan material yang jelas, baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta, dan tidak dapat diandalkan."

    "Klub tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan oleh Liga Premier dan terdapat serangkaian bukti tak terbantahkan yang mendukung seluruh posisi Klub terkait kasus ini."

    "Kami akan terus menghormati proses hukum yang berlaku dan terpaksa dibatasi dalam apa yang dapat kami sampaikan lebih lanjut hingga seluruh proses hukum selesai," tulis pernyataan di situs resmi klub juara Liga Champions 2022-2023.

    Akan tetapi, Carragher menilai semakin ngotot Man City mengaku tidak bersalah, semakin buruk dampaknya bagi fan mereka sendiri.

    Pasalnya, publik sudah mengetahui realitas bahwa kubu Etihad memanipulasi laporan keuangan melalui serangkaian kesepakatan palsu selama sembilan musim yang disengketakan.

    Baca Juga: Musuh Sabar Dulu, Sanksi Man City Mungkin Baru Bisa Inkrah 2027-2028

    Mantan defender Timnas Inggris tersebut mengatakan pemilik Man City harus melepas kepemilikannya karena dinilai sudah gagal mengelola keuangan klub secara bersih.

    Keputusan mengajukan banding dan tidak kooperatif malah membuat kasus ini berlarut-larut.

    Dampaknya, fan bakal terombang-ambing dan serbasalah di antara ketidakpastian mengenai nasib klub kesayangan mereka sampai hukuman akhir benar-benar dijatuhkan.

    "Manchester City telah mencapai akhir era Abu Dhabi," tulis Carragher dalam kolomnya di The Telegraph.

    "Klub ini hanya dapat pulih dan bangkit dari rasa malu akibat kesalahan mereka setelah para pengelola mengakui telah gagal dalam menjalankan tugasnya dan menjual klub."

    "Tidak ada cara lain untuk menutup-nutupi hal ini." 

     Pep Guardiola saat merayakan gelar Liga Inggris 2022-2023 untuk Man City bersama para petinggi klub.Pep Guardiola saat merayakan gelar Liga Inggris 2022-2023 untuk Man City bersama para petinggi klub. (OLI SCARFF/AFP)

    Contoh Chelsea

    "Skala kecurangan institusional dan kurangnya kerja sama dalam penyelidikan mengartikan posisi semua eksekutif City yang terlibat tidak dapat dipertahankan."

    "Terus berjuang hanya akan memperpanjang penderitaan para pendukung yang secara keliru percaya pada pembelaan mereka bahwa mereka tidak bersalah."

    Skandal pelanggaran finansial yang dialami Chelsea bisa dijadikan contoh pembanding.

    Walau skalanya tidak sebesar Man City, kasus yang menjerat The Blues akibat transaksi ilegal pada 2011-2018 diselesaikan relatif cepat karena sikap kooperatif manajemen Chelsea.

    Mereka mau bekerja sama dengan otoritas Premier League untuk memberitakan sendiri ketidaksesuaian laporan keuangan klub di masa lalu.

    Sebaliknya, jika Manchester City bersikeras melakukan perlawanan, banding ini hanya menjadi awal gelombang baru untuk langkah-langkah hukum berikutnya.

    Baca Juga: Terbukti Bikin Kontrak Palsu, Premier League Putuskan Man City Bersalah atas 115 Pelanggaran Finansial

    Bukan cuma membela diri, The Citizens siap menyerang balik otoritas Premier League.

    Mereka akan menggugat dengan argumen hukum bahwa Premier League telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan penerapan hukum tidak adil.

    "Saya ingin menjelaskan secara rinci apa sebenarnya hal ini, langkah-langkah selanjutnya, dan bagaimana kami akan terus membela klub serta pada akhirnya dibebaskan dari tuduhan," ucap CEO Man City, Ferran Soriano.

    "Seluruh kasus yang diajukan Liga terhadap kami didasarkan pada satu tuduhan palsu. Ini sama sekali tidak benar."

    "Para pengacara kami akan mengajukan banding yang menyatakan bahwa putusan tersebut mengandung kesalahan hukum, prinsip, dan fakta yang jelas tidak dapat diandalkan," ujarnya.

    Komentar
    Additional JS