Man City Bisa Menghindari Hukuman Berat, Klub-klub Liga Inggris Khawatr Satu Skenario Tertentu - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 7 Oktober 2026 | 22:02 WIB
Manchester City kemungkinan bisa terhindar dari hukuman berat. (DARREN STAPLES/AFP)
SUPERBALL.ID - Para petinggi Premier League khawatir bahwa Manchester City masih bisa bermain di Liga Champions musim depan, bahkan jika mereka terdegradasi dari kasta tertinggi karena melanggar peraturan keuangan.
Manchester City dinyatakan bersalah atas tuduhan yang diajukan terhadap mereka oleh Premier League, terkait periode antara tahun 2009 hingga 2018 ketika mereka memenangkan tiga gelar liga.
Adapun temuan komisi independen tersebut dirilis pekan lalu.
Mereka mengungkapkan bahwa The Citizens telah menggunakan kontrak 'palsu' untuk menggelembungkan angka pendapatan dan mengurangi biaya.
Manchester City terbukti telah mengatur skema pendanaan terselubung senilai lebih dari 830 juta pound dengan mitra komersial, serta menyembunyikan pengeluaran tambahan lainnya senilai sekitar 90 juta pound.
Baca Juga: Paul Scholes Tidak Setuju dengan Wayne Rooney soal Potensi Hukuman untuk Man City
Sanksi berupa larangan bermain di liga, pengurangan poin, pertandingan diulang, pengusiran dari liga, perintah untuk membayar ganti rugi kepada klub lain, degradasi otomatis, dan bahkan pencabutan gelar juara adalah beberapa hukuman yang saat ini sedang dipertimbangkan.
Namun menurut laporan BBC Sport, salah satu kemungkinan yang dapat mereka hindari adalah dikeluarkan dari Liga Champions karena satu celah hukum yang kurang dikenal.
Para tokoh senior sepak bola Inggris merasa 'khawatir' bahwa Man City bisa saja diizinkan tampil di kompetisi elite Eropa.
Padahal klub-klub lain beranggapan bahwa 'tidak dapat diterima' jika Man City memperoleh keuntungan finansial setelah melanggar peraturan.
Hal itu karena lisensi UEFA yang dibutuhkan setiap tim untuk bermain di Eropa tidak memperhitungkan sanksi atau pelanggaran yang terkait dengan pelanggaran di masa lalu.
Salah satu alasan utama sebuah klub dapat dicabut lisensinya adalah jika pembayaran mereka kepada tim lain, pemain, atau kewajiban pajak yang belum dibayar sudah jatuh tempo.
Dalam kasus Man City, hukuman terkait pengaturan pertandingan dalam 10 tahun terakhir, atau konflik integritas terkait kepemilikan beberapa klub, dipertimbangkan tetapi tidak akan berlaku dalam kasus ini.
Tentu saja, Man City harus memenangkan Liga Champions agar skenario ini terwujud, jika mereka terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Tokoh-tokoh senior menyadari betapa buruknya hal ini jika mereka menghadapi sanksi berat tetapi masih dapat bermain di kompetisi elite Eropa.
Hukuman apa yang ingin diberikan klub-klub Premier League kepada Manchester City?
Manchester City tetap menyatakan tidak bersalah sepanjang kasus ini dan mengajukan banding terhadap vonis bersalah pada 1 Oktober setelah mengatakan bahwa mereka memiliki sejumlah besar bukti tak terbantahkan yang ada.
Sidang banding berlangsung tidak lebih dari 12 minggu dan hasilnya diharapkan dalam waktu 30 hari setelah selesai.
Saat ini, belum jelas hukuman apa yang akan mereka terima jika banding gagal.
Tetapi dilaporkan pada hari Selasa (6 Oktober) bahwa klub-klub Premier League ingin Man City dikenai 'hukuman retrospektif' dan sanksi karena melanggar aturan keuangan liga.
Sebuah sumber mengatakan kepada BBC Sport bahwa empat klub merasa pengurangan poin satu kali tidak akan sesuai dengan kesalahan Man City.
Sebaliknya, mereka percaya pengurangan poin selama beberapa musim akan lebih tepat.
Ada juga keyakinan bahwa larangan transfer potensial harus berlangsung selama beberapa jendela transfer, yang akan menghambat peluang mereka untuk kembali ke kasta tertinggi jika mereka terdegradasi ke Championship.
Manchester City kembali beraksi di Liga Inggris akhir pekan ini dengan bertandang ke Liverpool, di mana mereka pasti akan disambut oleh atmosfer Anfield yang penuh permusuhan.