Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia Timnas Malaysia

    Legenda Malaysia Zaquan Adha Kenang Momen Naik Barakuda di Final Piala AFF 2010 Lawan Timnas Indonesia - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:15 WIB

    Legenda Timnas Malaysia, Zaquan Adha Abdul Razak, mengenang momen naik barakuda ke SUGBK dalam laga final Piala AFF 2010 jelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026.Legenda Timnas Malaysia, Zaquan Adha Abdul Razak, mengenang momen naik barakuda ke SUGBK dalam laga final Piala AFF 2010 jelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026. (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Legenda Timnas Malaysia, Zaquan Adha Abdul Razak, mengenang kembali memori mencekam saat skuad Harimau Malaya terpaksa menumpangi kendaraan taktis (rantis) lapis baja jenis Barakuda pada partai final Piala AFF 2010 di Jakarta.

    Momen tersebut kembali terlintas di benak mantan penyerang Negeri Jiran itu saat ditanya terkait pertandingan apa yang paling mmemorable sepanjang kariernya.

    Zaquan Adha Abdul Razak yang hadir dalam talk show ASEAN Legends di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (3/10/026) jelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 ini bicara blak-blakan.

    Jelang bergulirnya laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta ini ia turut hadir bersama beberapa legenda Asia Tenggara.

    Bagi Zaquan Adha Abdul Razak memori final Piala AFF 2010 memang menjadi salah satu episode paling dramatis sekaligus bertensi tinggi dalam sejarah rivalitas Indonesia vs Malaysia.

    Baca Juga: Dion Cools Tinggalkan Timnas Malaysia karena Urusan Keluarga, Kapten Harimau Malaya Cabut Lagi sebelum Event Selesai

    Zaquan Adha mengungkapkan bahwa menginjakkan kaki kembali di ibu kota Indonesia secara otomatis membangkitkan nostalgia masa lalunya saat harus menembus kepungan puluhan ribu suporter fanatik Merah Putih menuju stadion.

    Kala itu, demi alasan keamanan yang sangat ketat, rombongan timnas Malaysia asuhan Datuk K. Rajagobal harus diangkut menggunakan kendaraan rantis lapis baja milik kepolisian dari hotel tempat menginap menuju SUGBK.

    "Saya pikr ketika saya berada di Jakarta ini, tentu saja momen yang (teringat) bukan saya saja, tentu seluruh rakyat Malaysia akan ingat ini, yakni final Piala AFF 2010 antara Malaysia dengan Indonesia," ujar Zaquan Adha dalam sesi talk show, di Kawasan GBK, Jakarta.

    "Di mana kita terpaksa naik barakuda dari hotel sampai ke stadion. Itu sesuatu yang sangat menakutkan ketika itu," ucapnya.

    Kendati sempat diselimuti rasa takut dan ketegangan luar biasa di dalam kendaraan lapis baja, pria berusia 39 tahun itu kini memandang pengalaman tersebut dari sudut pandang yang berbeda.

    Setelah memutuskan gantung sepatu, momen horor di Senayan itu justru bertransformasi menjadi salah satu kenangan paling manis dan berharga dalam karier sepak bolanya.

    "Tetapi, ketika Anda sudah pensiun, saya pikir itu adalah kenangan yang indah," kata Zaquan Adha.

    "Iya, kenangan yang indah untuk kami," ungkapnya.

    Menariknya, suasana seketika pecah dengan tawa saat Zaquan ditanya apakah ia bersedia mengulang kembali sensasi menaiki rantis Barakuda di tengah hiruk-pikuk Jakarta saat ini.

    Sambil tertawa lepas, ia menolak mentah-mentah ide tersebut dan menegaskan bahwa rivalitas panas di atas lapangan di masa lalu kini telah berganti menjadi jalinan persahabatan.

    "Sekarang? Jangan, jangan. Sekarang kita kawan, kawan," jelas Zaquan.

    Sekedar informasi, para pemain Malaysia saat itu harus naik rantis Barakuda pada laga final Piala AFF 2010 tepatnya pada 29 Desmber 2010.

    Tensi kedua negara kala itu tengah berada di titik didih menyusul hasil leg pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 26 Desember 2010.

    Dalam laga yang diwarnai kontroversi sorotan sinar laser hijau ke arah kiper Markus Horison tersebut, Indonesia takluk dengan skor telak 0-3 lewat brace Safee Sali dan gol Ashari Samsudin.

    Dendam publik sepak bola Tanah Air memuncak pada laga leg kedua di SUGBK.

    Baca Juga: Tekad Pemain Vietnam Sikat Malaysia di Laga Terakhir FIFA ASEAN Cup 2026

    Sekitar 88 ribu suporter memadati stadion dan meneror psikologis para pemain Malaysia sejak sebelum peluit dibunyikan.

    Meski pada leg kedua Timnas Indonesia berhasil menang 2-1 berkat gol Mohammad Nasuha (72') dan Muhammad Ridwan (88') yang membalas gol Safee Sali (54'), skuad Garuda tetap harus merelakan gelar juara lepas ke tangan Malaysia dengan agregat 2-4.

    Trofi tersebut hingga kini tercatat sebagai gelar juara Piala AFF pertama dan satu-satunya yang pernah diraih oleh tim Harimau Malaya.

    Meski pernah merasakan atmosfer yang begitu mencekam di Senayan, Zaquan Adha tetap menaruh respek setinggi langit kepada atmosfer sepak bola Tanah Air.

    Menurutnya, pengalaman ekstrem di dalam Barakuda justru membuktikan betapa dahsyatnya cinta dan fanatisme pecinta sepak bola Tanah Air terhadap Timnas Indonesia.

    "Jadi, saya rasa itu adalah satu momen yang saya pikir bahwa Indonesia punya fans yang sangat fanatik dan mencintai sepak bola," tuturnya.

    Komentar
    Additional JS