Lebih dari 50 Rekor Dunia Jadi Bukti Asian Games 2026 Sukses, Kata OCA - Bola com
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346358/original/089971100_1789126509-logo_asian_games.jpg)
Di tengah banyak keluhan, OCA klaim rekor dunia bukti Asian Games 2026 sukses.
BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Oktober 2026, 16:30 WIB
Bola.com, Jakarta - Lebih dari 50 rekor dunia yang tercipta menjadi bukti Asian Games 2026 berlangsung sukses. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Olympic Council of Asia (OCA), Husain Al-Musallam.
Al-Musallam menyampaikan pembelaan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2026 setelah muncul berbagai keluhan dari sejumlah kontingen.
Menurutnya, catatan rekor dunia merupakan fakta yang menunjukkan keberhasilan ajang olahraga terbesar di Asia itu.
"Angka adalah fakta," ujar Al-Musallam saat menyampaikan pandangannya menjelang penutupan Asian Games Aichi-Nagoya, Minggu (4-10-2026).
Sepanjang turnamen, lebih dari 50 rekor dunia tercipta dalam beberapa cabang olahraga, termasuk renang, menembak, dan angkat besi.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
2 dari 4 halaman
Sejumlah Persoalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359204/original/076035200_1790490359-asian_games.jpg)
Penonton menyaksikan atlet Jepang, Yusei Matsumoto, berlaga di final nomor senam trampolin putra pada Asian Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Prefektur Aichi, pada 27 September 2026. (MOHD RASFAN/AFP)
Namun, penyelenggaraan Asian Games 2026 juga diwarnai sejumlah persoalan.
Beberapa atlet sempat diantar ke lokasi pertandingan yang salah. Kesalahan lain terjadi ketika lagu kebangsaan Korea Utara diputar untuk tim hoki Korea Selatan.
Keluhan juga muncul terkait akomodasi. Lebih dari 17.000 atlet dan ofisial membutuhkan tempat tidur, jumlah yang bahkan melampaui penyelenggaraan Olimpiade.
Sejumlah kontingen juga mengaku harus menunggu hingga enam jam di bandara ketika tiba di Jepang.
Selain itu, sejumlah pertandingan berlangsung di hadapan deretan kursi kosong, meski beberapa atlet mampu mencatatkan performa terbaik.
3 dari 4 halaman
Klaim Pejabat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349841/original/017372100_1789546310-asian_games.jpg)
Gambar yang diambil pada 26 Agustus 2026 ini menunjukkan fasilitas akomodasi berbentuk kontainer bagi para atlet Asian Games 2026 di Nagoya, prefektur Aichi. (STR/JIJI PERS/AFP)
Al-Musallam menilai keberhasilan para atlet tidak terlepas dari kondisi yang disiapkan panitia penyelenggara.
Ia menyebut atlet tidak akan mampu tampil maksimal jika tidak mendapatkan waktu tidur dan transportasi yang memadai.
"Kami berada di sini untuk menunjukkan buktinya," kata Al-Musallam.
4 dari 4 halaman
Menekan Biaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362298/original/003057600_1790769627-asian.jpg)
Para pemain dari Korea Utara (kanan) dan Korea Selatan mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing menjelang pertandingan sepak bola putri Grup F antara Korea Selatan dan Korea Utara pada Asian Games 2026 di Stadion Shizuoka Ecopa di Fukuroi, Prefektur Shizuoka, 21 September 2026. (STR/JIJI PRESS/AFP)
Asian Games Aichi-Nagoya juga tidak menggunakan konsep kampung atlet untuk menekan biaya penyelenggaraan. Para peserta ditempatkan di hotel, pondok kayu sementara, dan sebuah kapal pesiar.
Sejumlah kontingen mengeluhkan kualitas akomodasi, termasuk ukuran tempat tidur di pondok yang dinilai terlalu pendek. Namun, Al-Musallam mengklaim fasilitas penginapan mendapat sambutan sangat baik dari para atlet.
Menurut Al-Musallam, pola akomodasi itu juga dapat menjadi model yang berkelanjutan untuk penyelenggaraan Asian Games berikutnya.
Ia menilai konsep tersebut tidak meninggalkan beban keuangan maupun fasilitas yang terbengkalai di Nagoya.
"Kami senang melihat tidak ada beban keuangan bagi panitia penyelenggara dan tidak ada bangunan yang terbengkalai di Nagoya," ujar Al-Musallam.
Sumber: AFP via Japan Today