Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita FC Bekasi Featured Indonesia Women's League Liga Indonesia Rudy Eka Priyambada Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Kritik Format Indonesia Women's League, Pelatih FC Bekasi Rudy Eka Beri Usulan Tanpa Semifinal - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Nasional
  • Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:45 WIB

    Pelatih FC Bekasi City Women, Rudy Eka, saat memberikan arahan kepada para pemainnya dalam latihan jelang Indonesia Women's League 2026/2027, di Lapangan Sepak Bola Setia Mekar, Tambun, Bekasi, Kamis (16/10/2026.)Pelatih FC Bekasi City Women, Rudy Eka, saat memberikan arahan kepada para pemainnya dalam latihan jelang Indonesia Women's League 2026/2027, di Lapangan Sepak Bola Setia Mekar, Tambun, Bekasi, Kamis (16/10/2026.) (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pelatih FC Bekasi City Women, Rudy Eka Priyambada, memberi masukan menohok terkait format kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri Tanah Air, Indonesia Women's League (IWL) 2026/2027.

    Penantian panjang para pesepak bola wanita di Indonesia akhirnya berbuah manis seiring kembali bergulirnya kompetisi resmi pada Minggu (18/10/2026).

    Setelah sempat mati suri sejak edisi terakhir Liga Putri pada 2019 silam, IWL edisi perdana ini dipastikan diikuti oleh enam tim kontestan.

    Keenam klub tersebut adalah Persija Jakarta Women, Persita Tangerang Women, Dewa United FC Women, FC Bekasi City Women, Persikad Depok Women, dan Garudayaksa FC Women.

    Panggung pembuka IWL langsung menyajikan laga bertensi tinggi antara FC Bekasi City kontra Persija Women yang berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

    Baca Juga: Yopie Riwoe Buka-bukaan Target Realistis Garudayaksa FC Women di IWL 2026/2027

    Meski begitu, sebelum itu ada dua pertandingan yang mempertemukan Garudayaksa FC Women vs Persita Tangerang di venue yang sama, pada 18 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB.

    Kemudian dilanjutkan dengan Persikad Depok melawan Dewa United pukul 15.00 WIB, dan setelah itu laga yang digelar pada pembukaan Persija Vs FC Bekasi pukul 19.30 WIB.

    Kendati menyambut positif hadirnya kembali kompetisi resmi, Rudy Eka menyoroti format penentuan juara yang dinilainya perlu dievaluasi oleh PSSI maupun pihak operator.

    Mantan pelatih Timnas Putri Indonesia itu menilai, marwah sebuah kompetisi berlabel liga semestinya menahbiskan tim pemuncak klasemen sebagai juara sejati, bukan lagi melalui babak gugur seperti semifinal dan final.

    "Mungkin kalau yang namanya liga itu yang poin teratas, itu top table itu sudah juara. Nggak ada lagi semifinal sama final," ujar Rudy Eka saat ditemui BolaSport.com, di Tambun, Bekasi, Kamis (15/10/2026).

    Pelatih yang sebelumnya menjadi asisten pelatih klub Arab Saudi Al Nasser itu berpendapat, tidak adil apabila konsistensi tim di papan atas harus kembali diadu dalam sistem gugur.

    Menurutnya, format semifinal dan final jauh lebih tepat jika diaplikasikan dalam turnamen tersendiri, seperti kejuaraan piala atau Super Cup.

    "Karena sudah top table, masa diadu lagi ke empat, semifinal-final saya pikir (kurang tepat)," kata Rudy Eka.

    "Mungkin di sela-sela itu semifinal-finalnya untuk Super Cup, tapi yang top table itu sudah juara liga," ucapnya.

    Lebih lanjut, Rudy Eka ini mendorong penyelenggara untuk memperbanyak menit bermain dan jumlah pertandingan bagi para pemain putri.

    Menurutnya, memperbanyak jadwal pertandingan jauh lebih krusial demi mematangkan mentalitas bertanding atlet wanita setelah vakum cukup lama. 

    Baca Juga: Sempat Berniat Gantung Sepatu, Hanipa Halimatusyadiah Turunkan 6 Kg demi Comeback di IWL

    "Saya pikir tiga kali ketemu sudah oke. Paling pertandingan-pertandingan disisipin nanti cup. Jadi banyakin game-nya, jumlah pertandingan lebih banyak," jelas Rudy Eka.

    Sementara itu, berbicara soal peta persaingan dengan enam peserta ini, uia memandang kekuatan cukup berimbang.

    Apalagi, kini setiap klub dan pemain mulai belajar membangun iklim profesional lewat pemberlakuan kontrak kerja dan regulasi standar yang lebih jelas.

    "Persaingan enam tim saya pikir cukup rata ya. Kemarin ada proses grading, ada yang mengikuti, ada yang nggak mengikuti. Saya pikir ini buat belajar semua," ungkap Rudy Eka.

    "Klub belajar, pemain belajar, bagaimana sekarang sudah ada kontrak, menghormati kontrak sebagai pemain profesional untuk menjaga dirinya. Keenam tim ini semuanya rata sebenarnya," tuturnya.

    Komentar
    Additional JS