Kontroversi Meme Mao Zedong yang Bikin Mbappe Minta Maaf ke China - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --
Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah komentarnya mengenai meme yang menggambarkan dirinya sebagai Mao Zedong memicu kontroversi di China.
Candaan yang awalnya menyindir pengaruh besar Mbappe di klub sepak bola itu berujung pada pemutusan kerja sama sejumlah merek China dengan penyerang Real Madrid tersebut.
Mbappe menyebut meme terlucu yang pernah dilihatnya menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang ia kira merupakan diktator China.
Pilihan Redaksi
Komentar tersebut merujuk pada meme yang menampilkan Mbappe sebagai Mao Zedong, tokoh yang mendirikan Republik Rakyat China. Mbappe kemudian meminta maaf setelah pernyataannya memicu reaksi di China.
Meme "Mbappe Diktator" seperti dilansir dari Reuters mulai muncul pada 2022, ketika Mbappe memperpanjang kontrak bersama Paris Saint-Germain (PSG). Meme itu merupakan sindiran pada Mbappe yang santer dikabarkan memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan klub, termasuk menentukan pemain yang dimainkan, dipecat, hingga dijual.
Popularitas meme itu semakin meningkat setelah Mbappe meninggalkan PSG pada 2024 dan bergabung dengan Real Madrid. Berbagai suntingan gambar bermunculan di media sosial, dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) turut memperbanyak variasi meme yang menggambarkan Mbappe sebagai seorang diktator.
Salah satu figur yang sering muncul dalam meme tersebut adalah Mobutu Sese Seko, mantan penguasa Zaire yang dikenal dengan topi bermotif kulit macan tutul.
Julukan "Mobut" kemudian digunakan rekan setim Mbappe di timnas Prancis, Ousmane Dembele. Mbappe menganggap interaksi tersebut sebagai candaan, tetapi menilai sejumlah meme lain menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan.
Kontroversi kemudian berkembang ketika meme tersebut mengaitkan Mbappe dengan Mao Zedong. Mao merupakan tokoh sentral dalam sejarah resmi China sebagai pendiri Republik Rakyat China. Karena kedudukannya yang sensitif dalam sejarah dan politik negara tersebut, candaan yang melibatkan Mao dapat dipandang sebagai penghinaan, bukan sekadar lelucon.
Dampak kontroversi itu meluas ke ranah komersial setelah sejumlah merek China memutus hubungan kerja sama dengan Mbappe. Komentar yang awalnya dianggap sebagai candaan mengenai meme dirinya pun berubah menjadi persoalan reputasi dan bisnis bagi pemain timnas Prancis tersebut.
Mbappe akhirnya meminta maaf kepada China setelah komentarnya mengenai meme Mao Zedong menimbulkan reaksi, sementara dampak komersialnya turut memengaruhi hubungan sang pemain dengan sejumlah merek di negara tersebut.
(nam/jal)