Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus KONI Jateng Lintas Peristiwa Pencak Silat Porpov Jateng Spesial

    KONI Jateng Akan Investigasi Kematian Atlet Silat Ayudiah di Ajang Porprov Jateng - Kumparan

    4 min read

     


    kumparanNEWS 28 Oktober 2026 16:12 WIB·waktu baca 2 menit Ikuti kumparan di Google Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
    Suasana rumah duka atlet silat asal Semarang yang meninggal dunia Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) di Kelurahan Gedawang, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). Foto: Intan Alliva/kumparan

    Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah akan melakukan investigasi atas kasus kematian atlet silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

    Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan selama proses pertandingan cabang olahraga (cabor) silat, seluruh SOP dan technical handbook sudah dipenuhi oleh panitia dan penyelenggara.

    "Yang pasti ya, jadi karena tadi pagi sejak kejadian itu sudah melihat bagaimana jalannya tentang THB-nya, bagaimana menerapkan THB dalam praktiknya semua sudah dijelaskan sama technical delegate-nya dan semua berjalan baik gitu ya," ujar Sujarwanto di RS Primaya Semarang, Rabu (28/10).

    Atlet pencak silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) meninggal dunia di tengah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Dok. Istimewa

    Ia juga menjelaskan, setelah Ayudiah mengalami cedera di bagian jari tangannya, tim dokter langsung melakukan penanganan. Ayudiah juga langsung dibawa ke rumah sakit.

    "Jadi ronde pertama ada tendangan yang membuat dia kesakitan langsung wasit menghentikan pertandingan dan kemudian tim dokter memeriksanya ternyata ada pendarahan kecil karena patahnya itu. Dan langsung dirujuk ke sini, jadi secara SOP sudah bagus," jelas dia.

    Selain itu, saat dirujuk ke rumah sakit, Ayudiah masih dalam kondisi sadar, meski mengeluhkan rasa sakit akibat cedera yang dialaminya.

    "Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ayudiah. Ia berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Sujarwanto.

    Meski begitu, pihaknya akan melakukan evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

    "Evaluasi dilakukan setiap saat, jadi kita tidak ingin terjadi kejadian ini lagi," kata Sujarwanto.

    Komentar
    Additional JS