Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Bangladesh Timnas Indonesia

    Kisruh Injury Time Indonesia Vs Bangladesh 2 Menit Jadi 7 Menit: Jika Wasit Terbukti Bersalah, Tiket Final Terancam? - Viva

    7 min read

     


    Timnas Indonesia Vs Bangladesh

    Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia berhasil melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

    Baca Juga

    Namun, kemenangan tersebut dibayangi polemik mengenai tambahan waktu pertandingan. Perdebatan muncul setelah papan elektronik yang diangkat ofisial keempat awalnya menunjukkan injury time selama dua menit, sebelum kemudian berubah menjadi tujuh menit.

    Perubahan tersebut menjadi sorotan karena Indonesia mencetak dua gol tambahan pada penghujung pertandingan. Gol pada menit ke-90+6 dan 90+7 membuat skor akhir berubah menjadi 9-2.

    Baca Juga

    Tambahan dua gol itu memiliki arti besar dalam persaingan Grup A. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin serta memiliki selisih gol +9. Indonesia akhirnya berada di posisi teratas karena jumlah gol yang dicetak lebih banyak.

    Situasi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan: bagaimana jika FIFA nantinya menyimpulkan bahwa tim wasit memang melakukan kesalahan dalam menentukan injury time?

    Baca Juga

    Tidak Otomatis Bikin Indonesia Dicoret

    Jika FIFA menemukan adanya kesalahan dalam pengelolaan waktu pertandingan, hal tersebut tidak serta-merta membuat hasil Indonesia melawan Bangladesh dibatalkan.

    Dalam Laws of the Game, khususnya Law 7 mengenai durasi pertandingan, tambahan waktu diberikan untuk mengganti waktu yang hilang akibat berbagai kejadian selama pertandingan. Di antaranya pergantian pemain, cedera, tindakan membuang waktu, hukuman disiplin, pemeriksaan dan pengecekan VAR, selebrasi gol, hingga gangguan lainnya.

    Waktu yang ditampilkan oleh ofisial keempat juga merupakan waktu minimum. Artinya, wasit masih dapat menambah waktu setelah angka tersebut diumumkan apabila terdapat kejadian yang membuat pertandingan kembali terhenti.

    Karena itu, perubahan dari dua menjadi tujuh menit tidak otomatis membuktikan bahwa Indonesia mendapatkan keuntungan melalui keputusan yang keliru.

    Yang menjadi persoalan adalah dasar keputusan tersebut. Jika dalam proses pemeriksaan FIFA ditemukan bahwa tambahan lima menit tidak memiliki dasar sesuai peraturan atau terdapat kesalahan prosedural yang serius, badan sepak bola dunia tersebut dapat melakukan evaluasi terhadap tim wasit.

    Namun, sanksi kepada perangkat pertandingan dan perubahan hasil pertandingan merupakan dua hal yang berbeda.

    FAM Minta FIFA Jelaskan Perubahan Waktu

    Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebelumnya telah meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai perubahan injury time dalam pertandingan Indonesia kontra Bangladesh.

    FAM ingin mengetahui dasar keputusan, proses komunikasi antara perangkat pertandingan, serta kondisi yang menyebabkan tambahan waktu berubah dari dua menjadi tujuh menit.

    Permintaan tersebut, menurut laporan yang beredar, diarahkan untuk mendapatkan klarifikasi mengenai keputusan ofisial pertandingan. FAM tidak secara langsung menjadikan Indonesia sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas polemik tersebut.

    Perhatian Malaysia cukup beralasan karena hasil pertandingan Indonesia berdampak langsung terhadap posisi akhir Grup A.

    Kemenangan 9-2 membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin. Dengan selisih gol yang juga sama, jumlah gol yang dicetak menjadi pembeda dalam persaingan posisi puncak.

    John Herdman Sebut Ada Kesalahan Wasit

    Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, juga angkat bicara mengenai kejadian tersebut, dalam konferensi pers usai pertandingan, John Herdman mengaku mengetahui adanya kebingungan ketika papan tambahan waktu pertama kali menunjukkan angka dua menit. Ia kemudian meminta klarifikasi kepada ofisial keempat.

    "Ketika mereka mengangkat papan 2 menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan," ujar Herdman.

    Menurut Herdman, pertandingan memang beberapa kali terhenti karena proses pengecekan VAR. Situasi tersebut kemudian berpengaruh terhadap penghitungan waktu tambahan.

    Herdman menyebut ofisial keempat juga mengakui adanya kesalahan ketika papan dua menit ditampilkan.

    Kondisi tersebut semakin pelik setelah Bangladesh mencetak gol ketika pertandingan memasuki periode tambahan. Para pemain Indonesia sempat kehilangan konsentrasi sebelum kembali mengambil kendali permainan.

    Namun, situasi itu justru berakhir dengan pesta gol Garuda. Indonesia mencetak dua gol tambahan dan memastikan kemenangan 9-2. Herdman memilih tidak memperpanjang polemik keputusan wasit tersebut.

    "Setiap orang bisa berbuat salah," kata Herdman.

    Menurut John Herdman, hal terpenting adalah respons pemain setelah pertandingan berada dalam situasi yang tidak biasa. Ia menilai skuad Indonesia mampu mempertahankan fokus hingga peluit akhir.

    Apa yang Akan Terjadi Jika FIFA Nyatakan Wasit Salah?

    Jika FIFA melakukan evaluasi dan menyatakan terdapat kesalahan dari tim wasit, beberapa kemungkinan dapat terjadi, mulai dari evaluasi performa hingga tindakan disiplin terhadap perangkat pertandingan.

    Sementara itu, hasil pertandingan tidak otomatis berubah hanya karena wasit melakukan kesalahan.

    Untuk sampai pada tahap pembatalan atau perubahan hasil, harus ada dasar regulasi yang memungkinkan tindakan tersebut dan FIFA perlu menilai apakah kesalahan yang terjadi benar-benar bersifat serius serta memengaruhi keabsahan pertandingan.

    Dengan demikian, selama belum ada keputusan resmi FIFA, posisi Indonesia sebagai juara Grup A dan peserta final FIFA ASEAN Cup 2026 tetap sah.

    Tim Garuda kini harus mengalihkan fokus ke partai puncak. Indonesia dijadwalkan menghadapi Thailand di final pada Senin (5/10/26).  Fokus utama mereka saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi Thailand dan menjaga momentum setelah mencatat kemenangan besar atas Bangladesh.

    Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny di FIFA ASEAN Cup 2026

    Ole Romeny Sebut Laga Indonesia Vs Bangladesh 9-2 Paling Gila dalam Kariernya

    Ole Romeny menyebut laga Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 sebagai pertandingan tergila dalam kariernya. Ia mencatat empat assist dan bawa Garuda ke final.

    img_title

    VIVA.co.id

    2 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS