Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Juara Lintas Peristiwa Medali Emas Porpov Jateng Spesial

    Kisah di Balik Emas Ardella di Porprov Jateng 2026, Ada Janji Bersama Ayudiah - Kompas

    5 min read

     

    SEMARANG, KOMPAS.com - Kepergian mendadak atlet pencak silat putri asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, menyisakan duka yang mendalam sekaligus motivasi tersendiri bagi rekan-rekan seperjuangannya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

    Untuk itu, Ardella Putri Windiana, mempersembahkan emas yang dia dapat untuk Ayudiah.

    Pelatih Kepala Cabor Pencak Silat Kontingen Kota Semarang, Nur Faqih, mengungkapkan bahwa kedekatan para atlet yang selama tiga bulan terakhir menjalani pemusatan latihan bersama di mes sudah seperti keluarga sendiri.

    "Memang semua waktu terakhir kita di mes tiga bulan itu kan mereka satu kamar. Ya, memang secara otomatis mereka komunikasinya juga lebih dekat gitu, sering cerita-cerita," ujar Faqih menceritakan kedekatan Ardella dan almarhumah kepada Kompas.com, Jumat (30/10/2026).

    Polisi Keroyok Matel Hingga Tewas di Kalibata Dituntut 8 Tahun Penjara, Minta Maaf ke Istri Korban

    Baca juga: Ramai soal Keluhan Pelayanan RSUD Soewondo Pati, Plt Direktur: Jumlah Pasien hingga 1.000 Orang

    Impian naik podium bersama

    Ia menceritakan, salah satu rekan sekamar almarhumah yang turun di kelas D putri juga sempat mengungkapkan impian bersama almarhumah untuk bisa naik podium bersama. 

    Semangat kekeluargaan tersebut begitu terasa di dalam tim.

    Menurut Faqih, hubungan antara atlet dan pelatih di dunia pencak silat sudah terbangun erat.

    Baca juga: Sultan HB X Minta Polisi Usut Oknum Pembawa Sajam Saat Demo Ricuh di Yogyakarta

    Sebagai bentuk penghormatan dan perwujudan mimpi tersebut, medali yang diraih oleh rekan-rekan setim almarhumah dipersembahkan khusus untuk mengenang Ayudiah. 

    Faqih menyebutkan, ada dua atlet satu kamar yang sukses menembus babak final, di antaranya Ardella yang berhasil menyabet medali emas, serta Nabila yang mempersembahkan medali perak.

    "Mereka berdua satu kamar dengan almarhumah," ungkapnya.

    Baca juga: Atlet Pencak Silat Porprov Meninggal Usai Operasi, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Medis

    Sosok Ayudiah di mata rekan seperjuangan

    Di mata sang pelatih, Ayudiah dikenal sebagai sosok atlet yang sangat peduli, suka mendukung rekan seperjuangan, tidak gampang mengeluh, serta kerap berbagi oleh-oleh dari orang tuanya kepada teman-teman di mes.

    "Orangnya juga enggak gampang mengeluh gitu. Biar pun capek ya tetap dilaksanakan," tambah Faqih.

    Terkait insiden cedera yang dialami almarhumah saat bertanding, Faqih menjelaskan bahwa Ayudiah sempat mengalami luka robek dan dislokasi pada ruas jari tengah akibat tendangan lawan di babak perempat final melawan Kabupaten Batang. 

    Baca juga: Kata Dokter soal Meninggalnya Atlet Pencak Silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinata

    Karena adanya luka terbuka dan berdarah, tim medis merujuk korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rontgen dan operasi pemulihan tulang.

    Faqih juga menyebutkan bahwa berdasarkan komunikasi terakhir dengan keluarga dan tim pendamping di rumah sakit, proses operasi yang dijalani almarhumah berjalan lancar. 

    Korban bahkan sempat sadar, berkomunikasi, serta bercanda dengan keluarga sebelum akhirnya kondisinya memburuk secara tiba-tiba pada Rabu dini hari.

    Baca juga: Atlet Pencak Silat Kota Semarang Meninggal Pasca-operasi Jari Usai Porprov Jateng

    Meski pihak keluarga telah menyatakan ikhlas menerima kejadian tersebut, rentetan duka di arena Porprov Jateng 2026 ini tetap menjadi pukulan berat bagi mental para atlet. 

    Oleh karena itu, Faqih berpesan agar seluruh kontingen tetap fokus berjuang menuntaskan target dan menjaga keselamatan di sisa pertandingan.

    "Kejadian yang seperti ini kan memang kita tidak berharap itu ada, tapi ketika itu terjadi ya sudah, kita tetap fokus untuk mencapai menuntaskan perjuangan itu sampai selesai dan juara," pungkasnya.

    Baca juga: Kronologi Tagihan Makan Rp 530.200 di Solo, Warga Sragen Lapor Polisi, Restoran Buka Suara

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Tangis Istri Pecah Saat Jenazah ABK KM Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka

    Komentar
    Additional JS