Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Erick Thohir Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Kata-kata Berkelas Erick Thohir Bikin Suporter Garuda Kagum dan Merinding usai Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup - Viva

    8 min read

     


    Menpora Erick Thohir

    Jakarta, VIVA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir melontarkan pernyataan singkat yang langsung menjadi perhatian suporter Timnas Indonesia setelah skuad Garuda memastikan diri lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

    Baca Juga

    Erick menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis, (1/10/26).

    Pertandingan tersebut berlangsung dramatis. Indonesia sempat tampil dominan dan menutup babak pertama dengan keunggulan 6-1. Namun, situasi berubah pada paruh kedua ketika skuad asuhan John Herdman kesulitan menambah gol.

    Baca Juga

    Di saat yang sama, Malaysia justru terus mencetak gol ke gawang Singapura. Kondisi itu membuat persaingan perebutan tiket final semakin menegangkan karena selisih gol menjadi penentu posisi kedua tim.

    Indonesia akhirnya menang 9-2 setelah mencetak dua gol pada masa tambahan waktu. Hasil tersebut membuat Garuda menyamai Malaysia dengan tujuh poin dan selisih gol +9. Indonesia kemudian berhak berada di puncak klasemen karena mencetak lebih banyak gol sepanjang fase grup, yakni 11 gol berbanding sembilan gol milik Malaysia.

    Baca Juga

    Timnas Indonesia Vs Bangladesh

    Photo :

    • Ilham Giovani/VDN

    Erick Thohir Sebut Allah Bersama Indonesia

    Setelah pertandingan berakhir, Erick Thohir tidak banyak memberikan komentar. Namun, satu kalimat yang disampaikannya di area pintu keluar VVIP SUGBK justru menjadi perhatian.

    "Allah subhanallahu wata'ala bersama Indonesia. Tuhan bersama kita semua," ujar Erick usai laga.

    Erick kemudian meminta masyarakat melihat sendiri bagaimana perjuangan Timnas Indonesia pada pertandingan tersebut.

    "Media lebih ngerti bagaimana perasaan bangsa Indonesia saat ini," kata Erick.

    Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah suporter Garuda di media sosial. Sebagian menilai ucapan Erick memiliki pesan religius yang kuat, terutama karena disampaikan setelah pertandingan yang penuh drama.

    Ada ula suporter yang mengaitkan pernyataan tersebut dengan keyakinan bahwa perjuangan dan hasil akhir tetap berada dalam kehendak Tuhan.

    "Allah SWT bersama kita semua," tulis salah satu suporter dalam komentarnya.

    "Allah bersama Indonesia. Setelah melihat drama sampai menit terakhir, kalimat Pak Erick ini memang terasa dalam. Malaysia sudah menang 6-0, tapi akhirnya tetap tidak cukup untuk menggeser Indonesia," tulis seorang suporter Garuda.

    "Pak Erick bilang Tuhan bersama kita. Mungkin ini yang dimaksud, ketika Malaysia sudah menang 6-0 dan kelihatannya bakal lolos, Indonesia malah mencetak dua gol di injury time," tulis netizen lainnya.

    "Yang bikin pertandingan ini terasa luar biasa bukan cuma Indonesia yang cetak gol di menit akhir, tapi juga Malaysia yang tiba-tiba bisa menang 6-0. Wajar kalau suporter bertanya-tanya," tulis seorang pendukung Garuda.

    Meski demikian, sebagian komentar suporter juga membawa pernyataan Erick ke dalam konteks pertandingan Malaysia versus Singapura yang berakhir dengan kemenangan besar Malaysia.

    Malaysia Sempat di Atas Indonesia

    Drama perebutan posisi puncak Grup A memang berlangsung hingga detik-detik terakhir. Ketika Indonesia masih unggul 7-2 atas Bangladesh, Malaysia sudah menghancurkan Singapura dengan skor 6-0. Hasil sementara tersebut membuat Malaysia memiliki sembilan gol dan selisih gol +9.

    Indonesia ketika itu juga mengoleksi sembilan gol, tetapi sudah kebobolan dua kali sehingga selisih gol Garuda baru +7.

    Situasi tersebut membuat Malaysia berada di atas Indonesia dalam klasemen sementara.

    Harapan Indonesia nyaris sirna jika skor 7-2 bertahan hingga pertandingan selesai. Namun, Garuda menunjukkan respons luar biasa pada masa tambahan waktu.

    Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, sebelum Mitchell Baker kembali menjebol gawang Bangladesh pada menit ke-90+8.

    Skor berubah menjadi 9-2.

    Dua gol tersebut bukan sekadar memperbesar kemenangan. Tambahan gol itu mengubah posisi Indonesia di klasemen secara keseluruhan.

    Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki tujuh poin dan selisih gol +9. Namun, Garuda unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 11 berbanding sembilan.

    Indonesia pun merebut posisi pertama Grup A sekaligus memastikan tiket ke final untuk menghadapi Thailand pada Senin, 5 Oktober 2026.

    Dugaan Kejanggalan Malaysia Vs Singapura

    Besarnya kemenangan Malaysia atas Singapura juga memunculkan perdebatan di kalangan suporter Indonesia. Sejumlah pendukung Garuda mempertanyakan performa Singapura yang kalah telak 0-6, terutama jika dibandingkan dengan penampilan mereka pada pertandingan sebelumnya.

    Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan alias Bung Ropan menjadi salah satu pihak yang turut menyoroti pertandingan tersebut.

    Bung Ropan mempertanyakan perubahan performa Singapura yang sebelumnya mampu memberikan perlawanan ketika menghadapi Indonesia dan bahkan mengalahkan Bangladesh.

    Singapura kalah 0-2 dari Indonesia, tetapi kemudian mampu mengalahkan Bangladesh 1-0.

    "Keanehan dari Singapura ini perlu untuk diusut," ujar Bung Ropan dalam kanal YouTube miliknya.

    Ia bahkan berharap FIFA meninjau pertandingan tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap prinsip fair play.

    Sorotan Bung Ropan terutama muncul ketika Malaysia mulai mencetak banyak gol. Menurutnya, kemenangan dengan margin besar dalam pertandingan yang sangat menentukan posisi klasemen layak mendapat perhatian.

    "Kalau 3-0, oke lah. Begitu masuk empat, ini sudah tidak beres," kata Bung Ropan.

    Meski demikian, dugaan mengenai adanya kesengajaan dalam pertandingan Malaysia kontra Singapura sejauh ini belum dibuktikan secara resmi. Tidak ada temuan resmi yang menyatakan pertandingan tersebut telah diatur.

    Pada akhirnya, seluruh perhitungan berubah hanya dalam hitungan menit. Malaysia yang sempat berada di posisi teratas setelah menang 6-0 harus menerima kenyataan tersingkir dari persaingan menuju final setelah Indonesia mencetak dua gol tambahan di injury time.

    Garuda menutup fase grup dengan 11 gol dari tiga pertandingan dan menjadi juara Grup A. Indonesia akan menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 pada 5 Oktober 2026.

    Pelatih Timnas Vietnam, Anthony Hudson

    Hentikan Rekor 28 Laga Tak Terkalahkan Vietnam, Pelatih Thailand Pede Bungkam Timnas Indnesia di Final FIFA ASEAN Cup

    Timnas Thailand melaju ke final usai hentikan rekor 28 laga tak terkalahkan Vietnam. Pelatih Anthony Hudson pede bidik gelar juara di markas Indonesia.

    img_title

    VIVA.co.id

    4 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS