Kapten Korea Selatan Langsung Menyesal Setelah Juara Asian Games - Kompas
TOYOTA, KOMPAS.com - Kapten tim nasional sepak bola Korea Selatan, Lee Gi-hyuk, meminta maaf pada Minggu (4/10/2026) setelah pernyataannya mengenai bebas wajib militer (wamil) berkat medali emas Asian Games menuai sorotan.
Bek berusia 26 tahun yang bermain di liga domestik K League itu mengaku terbawa suasana, setelah timnya mengalahkan tuan rumah Jepang pada final sepak bola putra.
Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya, Lee menyesali ucapan dan perilakunya seusai pertandingan.
Baca juga: Korsel Murka Lagi, Bendera Nyangkut Saat Upacara Kemenangan Asian Games
"Ucapan (saya) tidak bijaksana dan perilaku saya setelah pertandingan—hal-hal yang seharusnya tidak saya katakan atau lakukan, baik sebagai kapten maupun sebagai pemain."
Korsel Geram Panglima Invasi Jepang ke Korea "Hadir" Saat Asian Games 2026
"Saya terbawa oleh kebahagiaan, adrenalin, dan kegembiraan pada saat itu," tulisnya, dikutip dari AFP.
Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung, termasuk mereka yang tengah menjalani wajib militer.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para suporter yang saat ini sedang menjalani wajib militer, serta kepada semua pihak yang telah mendukung kami dengan tulus," ujar Lee.
Ia juga menambahkan, "Sebagai orang dewasa, seharusnya saya berpikir matang sebelum berbicara. Saya sangat menyesali ucapan saya yang sembrono itu, dan saya akan terus merenungkan tindakan saya."
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada seluruh suporter yang telah mendukung kami sepenuh hati dan mereka yang sedang berjuang menjalankan wajib militer," imbuhnya.
Adapun akun Instagram Lee Gi-hyuk saat ini telah diprivat.
Baca juga: Korsel Jadi Korban Asian Games Lagi, Bus Salah Arah, 1 Jam dari Tujuan Asli
Pamer medali dan bebas wamil

Lihat Foto
Pernyataan yang menjadi sorotan itu bermula setelah The Taeguk Warriors menang dramatis 1-0 atas Jepang di Toyota, dekat Nagoya, Sabtu (3/10/2026).
Kemenangan tersebut memastikan skuad “Negeri Ginseng” meraih gelar juara Asian Games untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Seusai wasit meniup peluit panjang, Lee tersenyum sambil memamerkan medali emasnya kepada wartawan.
"Saya tidak akan masuk militer," ucapnya saat itu, dikutip dari AFP.
Pengecualian wajib militer merupakan topik yang sangat sensitif di Korea Selatan sehingga para atlet biasanya enggan membicarakannya.
Aturan di negara tersebut mewajibkan pria yang sehat secara fisik menjalani wajib militer selama 18-24 bulan sebelum mencapai usia 28 tahun.
Namun, pemerintah memberikan dispensasi khusus kepada atlet peraih medali emas Asian Games maupun medali Olimpiade dari cabang olahraga apa pun.
Para peraih medali tersebut hanya perlu mengikuti pelatihan dasar ringan selama beberapa minggu.
Baca juga: Asian Games 2026 Banyak Masalah, Wali Kota Nagoya Minta Maaf
Adapun sepak bola Asian Games mempertandingkan kategori usia U-23, dengan setiap tim diperbolehkan menyertakan tiga pemain senior.
Sebelum mengikuti ajang ini, Lee sempat memperkuat Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Namun, kiprah timnya berakhir mengecewakan karena tersingkir lebih awal di fase grup.
Selain para pemain sepak bola, atlet Korsel dari cabang olahraga lain juga meraih keberhasilan serupa di Asian Games.
Pegolf Tom Kim turut memperoleh pengecualian wajib militer setelah merebut emas pada hari yang sama, Sabtu (3/10/2026).
Baca juga: Asian Games Akui Salah Kelola Logistik, Akomodasi Atlet Kacau
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Panitia Asian Games Minta Maaf ke Korsel karena Salah Putar Lagu Kebangsaan Korut