Kampung Halaman Penggawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Ada Lombok-Tanimbar - detk
Jakarta - Timnas Indonesia sukses mencetak sejarah dengan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di balik skuad yang dicap 'Belanda' itu, kampung halaman mereka ternyata ada di Indonesia.
Ada sejumlah pemain penggawa Timnas yang namanya punya jejak Indonesia banget, mulai dari Mulyadi, Pattynama, Bakarbessy, Oratmangoen, hingga Pelupessy.
Kalau selama ini nama belakang cuma dibaca sekilas di jersey, kali ini coba diperhatikan lagi. Sebab, beberapa nama tersebut ternyata bisa membawa traveler jalan-jalan sampai ke kampung halaman asal orang tua dan leluhur mereka.
Emil Audero, Punya Jejak Lombok di Namanya
Mulai dari Emil Audero Mulyadi. Kiper kelahiran Mataram ini menjadi salah satu sosok pahlawan setelah menggagalkan penalti pemain Thailand sehingga Indonesia sukses menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Nama Mulyadi memang bukan marga khas dari daerah tertentu. Namun, nama itu berasal dari sang ayah, Edy Mulyadi, yang merupakan orang asli Lombok, NTB.
Emil sendiri lahir di Mataram, sementara keluarga ayahnya diketahui berasal dari Praya, Lombok Tengah, NTB. Ternyata, wilayah Praya memiliki beberapa destinasi yang bisa dikunjungi traveler.
Di sekitar Praya, traveler dapat mengeksplor Bendungan Batujai yang menjadi bendungan terbesar di Lombok. Selain itu, ada Tonjeng Baru Smart Garden yang merupakan taman rekreasi di area Bendungan Batujai.
Sekitar 17 km dari Praya, terdapat Desa Sade yang merupakan desa adat Suku Sasak. Kawasan tersebut cocok buat healing traveler jika sedang berada di Lombok.
Kevin Diks, Nama Bakarbessy dari Waai
Lanjut ke Maluku, ada Kevin Diks yang punya darah Indonesia dari sang ibu, Natasja Diks-Bakarbessy. Keluarga ibunya diketahui berasal dari Negeri Waai, Salahutu, Maluku Tengah.
Nama Bakarbessy ternyata bukan sekadar nama belakang yang terdengar keren di jersey. Marga tersebut merupakan salah satu marga dari Negeri Waai dan punya cerita dalam sejarah negeri tersebut.
Menariknya, Waai juga memiliki sejumlah destinasi wisata mempesona. Ada Air Wai Silaka, kawasan Pulau Pombo yang dikelilingi pasir putih dan laut jernih, hingga Gunung Salahutu yang bisa masuk daftar tujuan traveler kalau sedang menjelajahi Maluku Tengah.
Shayne Pattynama yang Melekat dengan Maluku
Nama Pattynama juga punya kaitan kuat dengan Maluku. Shayne Pattynama memiliki darah Maluku dari sang ayah, Henry Pattynama, yang lahir di Semarang tetapi punya leluhur dari Pulau Haruku, Maluku Tengah.
Salah satu daerah yang bisa dijelajahi adalah Desa Wisata Negeri Oma di Pulau Haruku. Negeri ini telah ditetapkan sebagai desa destinasi dan punya sejumlah daya tarik, mulai dari pemandian air panas alami, Pantai Pohaya, hingga miniatur Patung Liberty.
Ragnar Oratmangoen, Erat dengan Kepulauan Tanimbar
Selain itu, ada juga Ragnar Oratmangoen yang namanya memiliki marga. Marga Oratmangoen dikenal berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku, dengan akar keluarga dari Kampung Fordata.
Fordata merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Wilayah kepulauan ini menyimpan banyak potensi wisata bahari, termasuk deretan pantai dan lanskap pulau yang masih terasa jauh dari keramaian.
Joey Pelupessy, Ada Jejak Saparua di Namanya
Nama Pelupessy juga membawa cerita dari Maluku. Joey Pelupessy memiliki marga yang dikenal sebagai salah satu fam Maluku dan memiliki akar keluarga dari Nusalaut, Maluku Tengah. Keluarga Joey disebut berasal dari Siri Sori Amalatu, Saparua Timur, Maluku Tengah.
Tempat ini merupakan salah satu tempat negeri adat di Pulau Saparua yang berada di kawasan pesisir. Berjarak sekitar 6 km dari Siri Sori terdapat Benteng Duurstede. Benteng peninggalan VOC ini sangat terkenal sebagai lokasi pertempuran pahlawan nasional Kapitan Pattimura melawan Belanda.
Saparua sendiri bisa menjadi pilihan bagi traveler yang ingin menikmati Maluku dengan suasana yang lebih santai. Ada pantai pasir putih di Negeri Ouw hingga taman wisata Pantai Batu Pintu Haria yang cocok buat rehat sejenak dari rutinitas.
Dari Nama Belakang Jadi Ide Liburan
Nama-nama pemain Timnas Indonesia ternyata menyimpan cerita yang lebih panjang daripada sekadar nama yang tercetak di bagian belakang jersey.
Ada Mulyadi yang membawa jejak Lombok, lalu Bakarbessy, Pattynama, Oratmangoen, dan Pelupessy yang menghubungkan para pemain dengan berbagai wilayah di Maluku.
Dari sini, nama keluarga bisa menjadi sederhana untuk mengenal Indonesia lebih jauh. Traveler yang awalnya cuma penasaran dengan nama pemain, kini bisa mencatat daftar destinasi liburan mulai dari Lombok hingga Maluku.
