Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Justin Hubner Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Bangladesh Timnas Indonesia

    Justin Hubner Sebut Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh Paling Gila Seumur Hidupnya - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read


    BOLASPORT.COM - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya seusai sliad Garuda memastikan tiket ke babak final lewat kemenangan dramatis lawan Bangladesh.

    Timnas Indonesia sukses mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2 dalam laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

    Skuad Garuda tampil produktif lewat lima gol yang dicetak Mitchell Baker, serta masing-masing satu gol dari Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.

    Timas Indonesia tampil luar biasa, pertandingan penentu ini yang berlangsung dengan tensi luar biasa tinggi itu menguras habis emosi para pemain di atas lapangan.

    Skuad Garuda berada di bawah tekanan besar karena wasib menang dengan margin gol besar demi mengingkirkan rival abadi Malaysia dalam perburuan tiket ke partai puncak.

    Baca Juga: Kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

    Justin Hubner secara terbuka mengakui bahwa laga kontra Bangladesh adalah duel paling menegangkan yang pernah ia rasakan sepanjang kariernya.

    Dalam laga ini, pemain Fortuna Sittard tersebut sukses mencetak gol pada menit ke-45+1, dan gol ini tercipta setelah ia menerima umpan dari Calvin Verdonk.

    “Saya rasa semua orang bisa melihatnya, bukan? Itu pertandingan yang luar biasa gila,” ujar Justin Hubner kepada awak media termasuk BolaSport.com, di SUGBK, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

    “Saya pikir target kami pada pertandingan ini adalah mencetak gol dengan selisih empat gol, tetapi pada akhirnya itu belum cukup,” ucapnya.

    Justin Hubner mengaku bahwa dalam laga ini ia mengaku tim berusaha untuk bisa mencetak banyak gol agar bisa lolos.

    Untuk itu, ia memuji mentalitas skuad Garuda yang terus bekerja keras agar tim bisa meraih kemenangan.

    Akhirnya skuad Garuda tetap berusaha hingga menit-menit akhir dan tim sukses memastikan tiket ke final.

    Pemain berusia 23 tahun tersebut bahkan mengakui ini menjadi laga paling gila seumur hidupnya.

    ”Kami harus mencetak begitu banyak gol di detik-detik akhir, dan jika Anda melihat mentalitas dari tim ini, sungguh luar biasa,” kata Justin Hubner.

    “Saya rasa ini adalah pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan seumur hidup saya,” ungkapnya.

    “Di bawah tekanan yang sangat besar, Anda tahu tim ini, kami selalu berada di bawah tekanan besar di sini. Jadi, jika kami bisa melakukan ini untuk para penggemar dan untuk negara, maka itulah segalanya yang bisa kami berikan,” tegasnya.

    Justin Hubner mengaku sempat binggung soal injury tim dalam laga ini.

    Drama di atas lapangan kian memuncak saat memasuki menit akhir babak kedua, dan ia membeberkan bagaimana para pemain sempat dibuat binggung.

    Pasalnya, keputusan wasit terkait waktu tambahan, karena wasit awalnya hanya memberikan tambahan waktu dua menit sebelum akhirnya merevisinya menjadi tujuh menit.

    Perubahan itulah kemudian dimanfaatkan secara maksimal oleh tim asuhan John Herdman untuk terus memborbardir pertahanan Bangladesh hingga peluit panjang dibunyikan.

    ”Ya, itu gila. Kami sempat saling memandang dan berpikir, apa yang sebenarnya Anda lakukan? Dua menit? Apakah kita memainkan pertandingan yang berbeda atau bagaimana?,” jelas Justin Hubner.

    Baca Juga: Calvin Verdonk Ungkap Instruksi Rahasia John Herdman saat Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

    ”Namun, kemudian dia mengubahnya menjadi tujuh menit, dan kami pun langsung berpikir, "Oke, ayo kita maju." Namun, kami masih harus mencetak, saya rasa dua gol, bukan? Dua gol. Jika Anda melihat mentalitas tim ini, ya, gila menurut saya. Benar-benar gila.”

    Pemain yang mempersembahkan golnya untuk sang buah hati Kamari itu mengaku bahwa sebenarnya tim pada menit-menit akhir sudah tak memiliki rencana pertandingan.

    Namun, para pemain terus bekerja keras agar bisa mencetak gol dan akhirnya sukses membawa tim meraih kemenangan dan lolos ke final.

    ”Sejujurnya, kami semua hanya berlari maju ke depan pada menit-menit terakhir pertandingan. Kami hanya fokus untuk mencetak gol. Hanya itu yang kami lakukan,” tutur Hubner.

    “Kami sudah tidak benar-benar memiliki rencana permainan lagi, instruksinya hanya bawa bola ke depan dan cetak gol. Itulah yang kami lakukan, dan ya, seperti yang saya katakan, negara terbaiklah yang kini berada di final,” pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS